Thursday, September 3, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Purwacarita Borobudur, Saat Sejarah Divalidasi Sebelum Divisualkan AI

    Purwacarita Borobudur, Saat Sejarah Divalidasi Sebelum Divisualkan AI

    Merawat Warisan Soekarno Lewat Pameran Seni, Kuliner di Hotel Kempinski Jakarta

    Merawat Warisan Soekarno Lewat Pameran Seni, Kuliner di Hotel Kempinski Jakarta

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Purwacarita Borobudur, Saat Sejarah Divalidasi Sebelum Divisualkan AI

    Purwacarita Borobudur, Saat Sejarah Divalidasi Sebelum Divisualkan AI

    Merawat Warisan Soekarno Lewat Pameran Seni, Kuliner di Hotel Kempinski Jakarta

    Merawat Warisan Soekarno Lewat Pameran Seni, Kuliner di Hotel Kempinski Jakarta

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Sop Buntut Ma’Emun, Sebuah Warisan Rasa Legendaris Bogor Sejak 1970

by Redaksi
03/09/2026
Reading Time: 3 mins read
Sop Buntut Ma’Emun, Sebuah Warisan Rasa Legendaris Bogor Sejak 1970

Sop Buntut Ma'Emun (Nuhaa)

Share on FacebookShare on Twitter

BOGOR – Hujan yang rutin mengguyur Bogor selalu punya teman setia yakni semangkuk sop buntut yang mengepul panas. Di antara puluhan warung yang menjajakan menu ini, nama Ma’Emun berdiri sebagai salah satu yang paling lekat dengan sejarah kuliner Kota Hujan ini.

Salah satu cabangnya, dikelola Ibu Pipit, berdiri di Jalan Pandu Raya Nomor 3 Blok G2, Tegal Gundil, Bogor Utara, lokasi yang kini menjadi rujukan bagi pencari sop buntut otentik.

Baca juga :

Tiga Sektor Energi Bertemu di JIExpo, Ini yang Dicari Industri

Rilis PR Horeka Wajib Storytelling, Foto Artistik Jadi Nilai Lebih

Kumpul Sahabat Batam, Ajang Daihatsu Kenalkan Rocky Hybrid

Nama Ma’Emun sendiri diambil dari Siti Maemunah, perempuan yang oleh warga sekitar akrab dipanggil Mak Emun. Usaha ini bermula sederhana, dari sebuah tenda kecil di bawah pohon, jauh sebelum sop buntut menjelma menu wajib di berbagai restoran Indonesia. Sop buntut sendiri bukan hidangan asli Nusantara. Kuliner ini disebut-sebut lahir di Inggris pada abad ke-17, dibawa migran dari Prancis dan Belgia, sebelum populer sebagai hidangan berkuah kental pada abad ke-18.

Titik balik usaha Ma’Emun terjadi saat halaman rumahnya dipakai untuk menyembelih hewan kurban pada Idul Adha. Sisa daging buntut sapi yang biasanya kurang diminati, ia olah menjadi sop untuk hajatan syukuran. Rasa yang dihasilkan meninggalkan kesan di lidah tetangga sekitar, dan dari situlah warung sop buntut Ma ‘Emun lahir.

Kini, warisan resep itu diteruskan oleh empat cabang yang dikelola cucu dan cicitnya, salah satunya milik Ibu Pipit di Pandu Raya. Cerita ini menjelaskan mengapa resep sop buntut Ma’Emun begitu dijaga keasliannya hingga kini.

Warung sop buntut Ma’Emun Bu Pipit (Nuhaa)

Ciri khas sop buntut Ma’Emun terletak pada tekstur dagingnya. Buntut sapi direbus empat sampai lima jam hingga empuk dan mudah lepas dari tulang, namun bagian dalamnya tetap menyisakan semburat warna kemerahan yang segar. Proses rebus panjang ini membuat lemak alami daging larut ke dalam kuah, menghasilkan rasa gurih tanpa terasa berat.

Kuahnya bening, disajikan bersama wortel, kembang kol, kentang, irisan daun bawang, seledri, dan taburan bawang goreng, lalu disuguhkan dalam mangkuk stainless steel agar suhu panasnya bertahan lama.

Soal bahan baku, dapur Ma’Emun punya prinsip yang tak pernah ditawar. “Kami pakai buntut segar yang dibeli langsung dari pejagalan. Kalau pakai buntut yang dibekukan, nanti hasilnya benyek,” ujar salah seorang pegawai di warung tersebut. Prinsip ini membuat warung Ma’Emun kerap tutup lebih awal begitu stok buntut segar hari itu habis, bahkan sebelum jam makan siang usai, terutama di akhir pekan ketika pelancong dari Jakarta datang berburu semangkuk sop hangat.

Soal harga, informasi terbaru dari sejumlah sumber kuliner menyebutkan satu porsi sop buntut sapi di ke empat cabang Ma ‘Emun sekitar Rp58.000 – Rp70.000 tergantung isi mangkuk dan tambahan lauk.

Warung ini buka setiap hari pukul 09.00 hingga 20.00 WIB, kecuali saat Idul Fitri, Idul Adha, atau ada acara keluarga besar. Perbedaan rasa antarcabang, menurut keluarga besar Ma’Emun, semata dipengaruhi tangan pemasak, bukan resep yang berubah.

Warung ini buka setiap hari pukul 09.00 hingga 20.00 WIB (Nuhaa)

Jika cabang yang dikelola Ibu Pipit di Pandu Raya sendiri menonjolkan kuah bening dengan rasa kaldu ringan namun tetap kaya, cocok bagi penikmat sop buntut yang tidak menyukai kuah terlalu berat di lidah. Sementara yang dikelola Nunung dikenal dengan kuah lebih gurih dan kental.

Seperti yang disampaikan oleh Tipong selaku penggemar berat sop buntut Ma’Emun ini. “Saya sudah datangi semua cabang sop buntut ini. Masing masing memiliki ciri khas di penyajian. Secara rasa tidak ada perbedaan. Saya suka semua,” aku penyuka kuliner asal Jakarta ini.

Yang membuat sop buntut Ma’Emun tetap relevan hingga kini bukan sekadar nostalgia. Warung ini pernah dipercaya menyuplai konsumsi acara kenegaraan di Istana Bogor pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menjadi bukti bahwa cita rasa yang dijaga sejak generasi pertama masih cukup diakui.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Bogor, mampir ke sop buntut Ma ‘Emun untuk mencicipi sop buntut legendaris ini menjadi cara paling otentik merasakan sepotong sejarah kuliner di kota ini yang terbukti bertahan lebih dari lima dekade./ JOURNEY OF INDONESIA | Nuhaa

Tags: DestinasiJourney of IndonesiaKulinerKuliner Legendaris BogorRekomendasi Makan BogorSop Buntut Ma'EmunWisata Kuliner
Share114Tweet71

Related Posts

Humble Baker Resmi Buka Gerai Ketiga di Duren Tiga, Suguhkan Donat Panggang dan Ruang Serbaguna
Culinary

Humble Baker Resmi Buka Gerai Ketiga di Duren Tiga, Suguhkan Donat Panggang dan Ruang Serbaguna

30/08/2026
Dopamine Snacks Jadi Gaya Baru Anak Muda Kelola Mood Lewat Cemilan
Culinary

Dopamine Snacks Jadi Gaya Baru Anak Muda Kelola Mood Lewat Cemilan

08/07/2026
De Tiger Resmi Dibuka, Hidupkan Kembali Romansa Sejarah Batavia Lama
Culinary

De Tiger Resmi Dibuka, Hidupkan Kembali Romansa Sejarah Batavia Lama

02/07/2026
SK Thai Kitchen Buka Gerai Kedua di Mall of Indonesia, Hadirkan Mama Pot sebagai Menu Andalan
Culinary

SK Thai Kitchen Buka Gerai Kedua di Mall of Indonesia, Hadirkan Mama Pot sebagai Menu Andalan

30/06/2026
Humble Baker Luncurkan Donat Gandum, Hadirkan Nostalgia Rasa Klasik yang Lebih Sehat
Culinary

Humble Baker Luncurkan Donat Gandum, Hadirkan Nostalgia Rasa Klasik yang Lebih Sehat

25/06/2026
ADVERTISEMENT

Recomended

Sop Buntut Ma’Emun, Sebuah Warisan Rasa Legendaris Bogor Sejak 1970
Culinary

Sop Buntut Ma’Emun, Sebuah Warisan Rasa Legendaris Bogor Sejak 1970

03/09/2026
Alex Palou & Honda Kunci Treble Winner IndyCar 2026
Automotive

Alex Palou & Honda Kunci Treble Winner IndyCar 2026

03/09/2026
Tiga Sektor Energi Bertemu di JIExpo, Ini yang Dicari Industri
Events

Tiga Sektor Energi Bertemu di JIExpo, Ini yang Dicari Industri

03/09/2026
Rilis PR Horeka Wajib Storytelling, Foto Artistik Jadi Nilai Lebih
Events

Rilis PR Horeka Wajib Storytelling, Foto Artistik Jadi Nilai Lebih

02/09/2026
Kumpul Sahabat Batam, Ajang Daihatsu Kenalkan Rocky Hybrid
Automotive

Kumpul Sahabat Batam, Ajang Daihatsu Kenalkan Rocky Hybrid

02/09/2026
AGASKAR Diadaptasi ke Layar, Jeremie Moeremans-Vonzy Jadi Karakter Utama
FIlm

AGASKAR Diadaptasi ke Layar, Jeremie Moeremans-Vonzy Jadi Karakter Utama

02/09/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.