Thursday, August 27, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Merawat Warisan Soekarno Lewat Pameran Seni, Kuliner di Hotel Kempinski Jakarta

    Merawat Warisan Soekarno Lewat Pameran Seni, Kuliner di Hotel Kempinski Jakarta

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Merawat Warisan Soekarno Lewat Pameran Seni, Kuliner di Hotel Kempinski Jakarta

    Merawat Warisan Soekarno Lewat Pameran Seni, Kuliner di Hotel Kempinski Jakarta

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Napas Baru ‘Cinta Kita’, Kolaborasi Megah Tohpati dan Fabio Asher di Medio 2026

by Redaksi
11/01/2026
Reading Time: 4 mins read
Napas Baru ‘Cinta Kita’, Kolaborasi Megah Tohpati dan Fabio Asher di Medio 2026

Artwork - Cinta Kita (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Dunia musik Tanah Air mengawali tahun 2026 dengan sebuah kejutan nostalgia yang dibalut dalam kemasan modern yang memukau. Sang maestro gitar, Tohpati, kembali menunjukkan taringnya dalam meramu ulang karya-karya abadi miliknya. Setelah sebelumnya sukses menggandeng Nadhif Basalamah untuk lagu ‘Semusim’ pada akhir 2025, kini pilihan jatuh pada lagu hit yang pernah membesarkan nama Reza Artamevia di tahun 2002 yaitu ‘Cinta Kita’.

Langkah ini diambil Tohpati bukan tanpa alasan yang mendalam. Jarak waktu lebih dari dua dekade memicu rasa penasaran sang musisi untuk melihat bagaimana sebuah karya klasik berinteraksi dengan talenta masa kini. Tohpati mengungkapkan alasan kuat di balik keputusan merilis ulang lagu tersebut setelah lebih dari dua dekade. “Lagu ini dulu pernah populer di tahun 2002. Dengan jarak yang begitu lama dari 2002 ke 2026, saya ingin tahu seperti apa hasilnya kalau dinyanyikan oleh penyanyi baru. Saat itu, saya terpikir untuk mengajak kerja sama Fabio Asher karena selain pernah berkolaborasi, ia juga jebolan berbagai ajang musik. Jadi, saya sudah tahu vokalnya seperti apa dan secara kualitas tidak perlu diragukan lagi.”

Baca juga :

81 Tahun Merdeka, Sudahkah Kantong Kita Merdeka Finansial?

Stres dan Diet Tinggi Protein Picu Bau Mulut, usmile Fresh White & Repair White Beri Solusi

Gandeng 3 Komunitas, THE 1O1 Sedayu Darmawangsa Rayakan HUT RI ke-81 Lewat Fashion Show

Bagi Fabio Asher, ajakan ini layaknya sebuah pucuk dicinta ulam pun tiba. Ia mengakui bahwa kesempatan bekerja sama dengan musisi sekelas Tohpati adalah sebuah tonggak penting dalam perjalanan kariernya. Fabio menuturkan betapa ia sama sekali tidak ragu saat tawaran itu mampir kepadanya melalui tim manajemen. “Awalnya Mas Perry dan Mas Iman dari WeCord menghubungiku, menginfokan kalau Mas Tohpati sedang mengerjakan remake lagu-lagu hits-nya dan tertarik untuk bekerja sama. Tanpa pikir panjang, tentu saja aku langsung mengiyakan kesempatan emas untuk bekerja dengan salah satu maestro musik Indonesia ini,” tuturnya.

Meski demikian, menghidupkan kembali lagu yang sudah melekat di hati masyarakat memiliki beban tersendiri. Fabio menyadari bahwa ‘Cinta Kita’ adalah lagu dengan identitas yang sangat kuat. Ia mencoba memberikan sentuhan personal agar versi terbaru ini memiliki nyawa yang berbeda tanpa harus mematikan esensi aslinya. Fabio pun mencoba menghadirkan pendekatan vokal yang personal, tanpa menghilangkan identitas lagu.

Tohpati , Fabio Asher hadirkan single ikonik ‘Cinta Kita’ (Ist)

“Di versi remake ini, aku mencoba membawakannya dengan gaya vokal yang mungkin sedikit lebih ballad dibandingkan saat dibawakan oleh Teh Reza. Dengan sentuhan produksi yang lebih modern dari Mas Tohpati, lagu ini akan tetap terasa familiar, tapi memberikan pengalaman mendengar yang lebih fresh.”

Di balik kemegahan suaranya, proses produksi lagu ini melibatkan kerja sama internasional yang impresif. Tohpati menyuntikkan elemen orkestrasi yang dikerjakan bersama Budapest Orchestra, memberikan nuansa yang lebih kolosal dibandingkan versi orisinalnya. Namun, dari segi struktur, ia tetap mempertahankan fondasi yang sudah ada. “Saya tidak mau terlalu mengubah beat-nya karena memang tidak perlu. Tapi, aransemennya sekarang lebih grande, orkestrasinya juga dibantu Budapest Orchestra, jadi lebih powerful. Mood-nya juga jelas berbeda karena dulu vokalisnya perempuan, sementara sekarang laki-laki. Dari yang saya dengar, Fabio membawakannya dengan baik dan menyatu dengan musiknya. Kalau dibilang, ini pop Indonesia sekali.”

Perjalanan menuju hasil akhir yang sempurna ini tidak lepas dari dinamika kreatif antara produser dan penyanyi. Menariknya, sempat terjadi perbedaan pandangan mengenai tempo lagu. Fabio sempat memiliki ide untuk membawa ‘Cinta Kita’ ke arah yang lebih energik. Terkait hal ini, Tohpati menceritakan tantangan yang justru muncul saat ia dan Fabio melakukan diskusi, terutama soal arah aransemen. “Sempat ada perdebatan kecil karena Fabio mengusulkan lagu ini dibuat lebih upbeat. Tapi, setelah dicoba, feeling saya tetap lebih cocok ballad. Akhirnya, aransemen kembali lagi ke ballad. Namun, di luar itu, proses pengerjaan single ini berjalan dengan lancar,” ungkapnya.

Fabio Asher sendiri tidak menampik bahwa ada rasa was-was saat mengolah lagu yang sudah sangat populer. Ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kehormatan lagu tersebut di mata para penggemar lama. “Aku merasa tertantang untuk tetap bisa menjaga roh dari versi orisinal ‘Cinta Kita’ karena itu yang membuatnya digemari. Lagu ini sudah punya tempat istimewa di hati banyak orang, jadi aku harus sangat berhati-hati agar pada saat menyanyikannya, esensinya tidak hilang.”

Tohpati , Fabio Asher (Ist)

Kehadiran ‘Semusim’ dan ‘Cinta Kita’ di pasar musik digital seolah menjadi sinyal akan lahirnya sebuah album besar dari Tohpati di masa depan. Namun, bagi para pendengar yang mengira album tersebut hanya akan berisi lagu-lagu melankolis, Tohpati memberikan bocoran bahwa ia menyiapkan variasi genre yang lebih luas. Menurut sang gitaris, ballad bukan hanya genre yang ada di albumnya mendatang. “Saya tidak ingin isi album saya semua lagu mellow, harus ada variasi agar pendengar tidak bosan. Jadi, nanti ada lagu-lagu dengan beat cepat juga, salah satunya ‘Panah Asmara’ yang dulu dinyanyikan oleh Chrisye, kemudian Afgan,” tambahnya.

Sebagai penutup dari perilisannya kali ini, baik Tohpati maupun Fabio menaruh harapan besar agar karya ini dapat dinikmati oleh semua kalangan, melampaui batasan usia. Mereka ingin musik ini menjadi penghubung yang manis antara mereka yang tumbuh bersama lagu tersebut di masa lalu dan anak muda zaman sekarang.

“Harapan kami, single remake ini bisa menjadi jembatan antara generasi. Semoga pendengar lama tetap bisa merasakan nostalgia dan emosi yang sama, sementara pendengar baru bisa mengenal dan jatuh cinta pada lagunya. Yang paling penting, semoga lagu ini kembali hidup dan punya makna baru bagi siapa pun yang mendengarkan,” tutup Fabio.

Kini, “Cinta Kita” sudah resmi tersedia dan dapat dinikmati melalui berbagai platform musik digital di seluruh dunia./ JOURNEY OF INDONESIA | Ismed Nompo

Tags: Budapest OrchestraCinta KitaFabio AsherHiburanJourney of IndonesiaMusikMusik IndonesiaPop IndonesiaRemakeTohpatiWeCord
Share116Tweet73

Related Posts

Operasi Pesta Copet, Menggugat Realita Lewat Tawa dan Keresahan
Music

Operasi Pesta Copet, Menggugat Realita Lewat Tawa dan Keresahan

19/08/2026
‘Cahaya Hati’ Berkumandang di Latihan Musikal Sabang Merauke, Raisa Jadi Sorotan
Music

‘Cahaya Hati’ Berkumandang di Latihan Musikal Sabang Merauke, Raisa Jadi Sorotan

18/08/2026
Ini Kami Nusantara, Hadirkan Panggung Inklusif Musik Nusantara Lintas Generasi 2026
Music

Ini Kami Nusantara, Hadirkan Panggung Inklusif Musik Nusantara Lintas Generasi 2026

17/08/2026
Bianca Shakila Padukan Jathilan dengan Hiphop lewat ‘Jaran Kepang’
Music

Bianca Shakila Padukan Jathilan dengan Hiphop lewat ‘Jaran Kepang’

13/08/2026
Broadwayang Production Gelar Konser Musikal “Melodi Cinta”, Ikang Fawzi Jadi Bintang Utama
Music

Broadwayang Production Gelar Konser Musikal “Melodi Cinta”, Ikang Fawzi Jadi Bintang Utama

10/08/2026
Next Post
Menjemput Melankolia Takaki dan Akari, “5 Centimeters Per Second” Kembali Menyapa Bioskop Indonesia

Menjemput Melankolia Takaki dan Akari, "5 Centimeters Per Second" Kembali Menyapa Bioskop Indonesia

ADVERTISEMENT

Recomended

81 Tahun Merdeka, Sudahkah Kantong Kita Merdeka Finansial?
News

81 Tahun Merdeka, Sudahkah Kantong Kita Merdeka Finansial?

26/08/2026
Stres dan Diet Tinggi Protein Picu Bau Mulut, usmile Fresh White & Repair White Beri Solusi
Health

Stres dan Diet Tinggi Protein Picu Bau Mulut, usmile Fresh White & Repair White Beri Solusi

26/08/2026
Gandeng 3 Komunitas, THE 1O1 Sedayu Darmawangsa Rayakan HUT RI ke-81 Lewat Fashion Show
Hotels

Gandeng 3 Komunitas, THE 1O1 Sedayu Darmawangsa Rayakan HUT RI ke-81 Lewat Fashion Show

24/08/2026
Defender Vertex 2026: Wajah Baru yang Makin Tangguh dan Mewah
Automotive

Defender Vertex 2026: Wajah Baru yang Makin Tangguh dan Mewah

23/08/2026
Monash University Indonesia Sambut Angkatan Pertama Mahasiswa Sarjana di BSD City
News

Monash University Indonesia Sambut Angkatan Pertama Mahasiswa Sarjana di BSD City

22/08/2026
Empat Ducati Beda Bendera, Satu Misi di Kualifikasi Motocross Klaten
Automotive

Empat Ducati Beda Bendera, Satu Misi di Kualifikasi Motocross Klaten

22/08/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.