SENTUL – Kawasan Sentul selalu punya cara tersendiri untuk memikat masyarakat urban yang ingin melarikan diri sejenak dari penatnya megapolitan. Namun, preferensi para pelancong kini telah bergeser jauh. Mereka tidak lagi sekadar mencari tempat tidur yang nyaman untuk bermalam, melainkan sebuah ruang restoratif yang mampu memulihkan kebugaran fisik sekaligus ketenangan jiwa.
Di tengah dinamika industri hospitalitas tahun 2026, kesadaran akan kesehatan menyeluruh atau wellness serta kelestarian lingkungan telah bermutasi menjadi kebutuhan utama yang fundamental. Merespons pergeseran paradigma tersebut, The Alana Hotel & Conference Center Sentul City mulai merombak total pendekatan layanannya. Langkah ini diambil bukan sekadar untuk mengikuti arus tren musiman, melainkan sebagai bentuk komitmen jangka panjang dalam mengawinkan gaya hidup sehat dengan prinsip sirkular yang ramah lingkungan.
General Manager The Alana Sentul, Benny Irnaldy, mengungkapkan bahwa tren wellness diprediksi akan menjadi bagian penting dalam industri hospitality pada 2026. Menurutnya, konsep wellness tidak hanya diterjemahkan melalui fasilitas hotel, tetapi juga lewat pola hidup sehat, pengelolaan lingkungan, hingga makanan yang dikonsumsi tamu.
“Semua orang pasti ingin hidup sehat. Karena itu wellness menjadi sesuatu yang sustain dan akan terus dibutuhkan,” ujar Benny.
Salah satu titik awal yang paling krusial dalam transformasi ini bermula dari meja makan. Selama ini, makanan sehat kerap kali diidentikkan dengan rasa yang hambar, penyajian yang membosankan, serta harga yang selangit. Anggapan miring itulah yang kini coba dipatahkan oleh The Alana Sentul melalui restrukturisasi menu di restoran Green Canyon dan Verde Social Garden.
Lini gastronomi hotel ini kini dipimpin oleh Executive Chef Made Leon Winata, atau yang akrab disapa Chef Leo. Di bawah arahannya, dapur hotel disulap menjadi laboratorium eksperimen kuliner yang berfokus pada pemanfaatan bahan baku alami tanpa mengorbankan kekayaan rasa.
Chef Leo mengatakan makanan sehat tidak selalu identik dengan rasa hambar atau proses rebus tanpa cita rasa. Ia justru mencoba menghadirkan inovasi menu yang tetap menarik bagi tamu hotel. “Healthy food itu bukan berarti tidak enak. Kami mencoba menghadirkan makanan sehat yang tetap lezat dan bisa dinikmati semua orang,” jelas Chef Leo.
Dalam praktiknya, Chef Leo melakukan substitusi bahan baku secara masif namun terukur. Minyak kelapa (coconut oil) kini dipilih untuk menggantikan minyak sawit konvensional, sementara pemanis alami seperti stevia digunakan untuk mereduksi konsumsi gula berlebih.
Bahkan, hidangan penutup yang biasanya dihindari oleh para pelaku diet, kini dimodifikasi menjadi lebih bersahabat. Menggunakan tepung ubi ungu dan bahan organik pilihan, dapur The Alana Sentul sukses melahirkan varian healthy donut, healthy pancake, hingga es krim padat nutrisi yang rendah kalori.
Lebih jauh lagi, eksplorasi tanaman lokal juga menjadi menu andalan baru. Daun kelor atau moringa, yang kaya akan antioksidan, kini disisipkan ke dalam berbagai kreasi hidangan modern sebagai medium edukasi kesehatan yang interaktif bagi para pengunjung. “Daun kelor sebenarnya luar biasa manfaatnya. Kami mencoba menghadirkannya lewat makanan agar lebih mudah diterima,” katanya.
Keselarasan konsep hidup sehat ini tentu tidak akan sempurna jika mengabaikan dampak ekologis di sekitarnya. Oleh karena itu, komitmen terhadap tubuh yang sehat berjalan beriringan dengan pengelolaan limbah domestik melalui gerakan zero waste di area operasional hulu.
Dapur hotel tidak lagi menjadi ujung tombak penumpukan sampah organik. Melalui sistem manajemen sisa makanan yang terencana, sisa-sisa bahan baku diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna baru. Salah satunya adalah mengonversi sampah organik dapur menjadi pupuk kompos berkualitas tinggi guna menyuburkan area greenhouse milik hotel.
Benny Irnaldy menekankan bahwa keberhasilan gerakan ini bertumpu pada efisiensi sejak tahap perencanaan menu, bukan sekadar penanggulangan di hilir. “Zero waste bukan hanya soal mengurangi sampah, tapi bagaimana perencanaan makanan sejak awal supaya tidak ada yang terbuang,” ujarnya.
Pengalaman holistik ini kemudian mengalir keluar dari ruang restoran menuju ke kamar-kamar privat para tamu. Desain arsitektur bangunan dirancang secara cermat untuk menangkap potensi alam Sentul yang masih asri dan berudara bersih. Keberadaan balkon terbuka di setiap kamar dipertahankan sebagai elemen wajib guna memastikan sirkulasi udara berjalan optimal secara alami, sekaligus meminimalkan ketergantungan pada pendingin ruangan buatan di pagi hari.
“Semua hotel kami konsepnya menggunakan balkon karena udara pagi di Sentul sangat bagus. Tamu bisa menikmati udara segar dan sirkulasi udara alami langsung dari kamar,” jelas Benny.
Menatap masa depan, cetak biru pengembangan hotel ini akan melangkah lebih jauh dengan menghadirkan wellness room. Kamar khusus tersebut nantinya akan dilengkapi dengan instrumen edukasi gaya hidup sehat yang interaktif, mulai dari sistem pengaturan suhu AC yang ideal hingga panduan kebiasaan restoratif selama masa menginap.
Untuk melengkapi ekosistem kebugaran ini, aktivitas akhir pekan para tamu akan diisi dengan rangkaian program aktif seperti yoga, aerobik di ruang terbuka, hingga pemanfaatan fasilitas olahraga premium. Salah satu fasilitas unggulan yang kini menjadi pusat perhatian adalah lapangan Verde Padel, yang tidak hanya memfasilitasi tamu hotel tetapi juga menjadi wadah berkumpulnya komunitas olahraga lokal.
Rangkaian inovasi menyeluruh ini menegaskan bahwa masa depan industri perhotelan tidak lagi sekadar menawarkan kemewahan visual yang statis. Melalui integrasi antara kuliner bernutrisi, manajemen ramah lingkungan, dan ruang gerak yang aktif, liburan akhir pekan kini bergeser menjadi sebuah investasi jangka panjang bagi kesehatan jasmani dan rohani. “Kami ingin wellness menjadi bagian dari pengalaman menginap di The Alana Sentul, bukan hanya sekadar konsep, tetapi benar-benar diterapkan dalam makanan, lingkungan, hingga aktivitas tamu,” tutup Benny./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk















