JAKARTA – Menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, sejumlah musisi lintas generasi bersatu dalam sebuah proyek musik bertajuk Warna-Warni Indonesia. Lagu ini menjadi simbol semangat persatuan, keberagaman, sekaligus kecintaan terhadap Tanah Air di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.
Produser Musik, Marcos Tjung bersama rumah produksinya, MTJung Production, merilis proyek kolaborasi bertajuk Warna-Warni Indonesia, sebuah karya yang mempertemukan musisi dari berbagai generasi dan latar belakang budaya dalam satu panggung suara.
Proyek ini bukan sekadar seremoni tahunan menyambut 17 Agustus. Marcos mengaku lagu tersebut lahir dari keresahannya membaca situasi bangsa belakangan ini, sekaligus keyakinannya bahwa keberagaman tetap menjadi fondasi yang tidak boleh goyah. “Kita tahu Indonesia lagi nggak baik-baik saja. Tapi karena 17 Agustus sebentar lagi, aku mau kasih lihat bahwa Indonesia masih sangat indah,” ujar Marcos Tjung saat ditemui di kawasan Jakarta Utara, Jumat (10/7/2026).
Sederet nama beken turut ambil bagian dalam proyek ini, di antaranya Lady Vien, Tessa Mariska, Fryda Luciana, Dea Mirella, Sarwana, Bemby Noor, Feline Xiao, Lidya Lau, hingga Ari Sanjaya. Masing-masing penyanyi membawa karakter vokal yang khas, dan perbedaan itu justru sengaja dipertahankan sebagai cerminan keberagaman budaya Indonesia yang menjadi pesan inti lagu ini. “Kita mau representasi Indonesia lewat berbagai budaya dari musisi-musisi yang terlibat. Kita kasih lihat bahwa keberagaman bisa tetap teguh berdiri di tanah air,” lanjut Marcos.
Di balik proyek ini, Marcos tidak berjalan sendiri. Ia menggandeng Bemby Noor sebagai produser pendamping. Bemby mengaku langsung tertarik begitu diajak bergabung, bukan hanya karena deretan nama musisi yang terlibat, tetapi juga karena muatan tema kebangsaan yang diusung. “Waktu pertama kali diajakin proyek ini sama MTJung Production, saya langsung tertarik. Saya selalu suka dengan proyek-proyek kolaborasi, proyek-proyek kolektif. Penasaran, siapa saja yang nanti akan terlibat di proyek ini?,” ungkap Bemby.
Bemby juga menyebutkan terkait temanya yakni ‘Warna-Warni Indonesia’, sangat relevan dengan dirinya. “Bagi saya, berkarya adalah sebuah proses mengabadikan momen. Saya ingin mengabadikan momen tersebut ke dalam sebuah karya, apalagi temanya tentang semangat patriotisme dan kebanggaan menjadi bangsa Indonesia yang beragam. Saya ingin menangkap memori itu supaya abadi lewat karya,” kata Bemby Noor lagi.
Antusiasme serupa juga datang dari para penyanyi yang terlibat. Lady Vien menilai Warna-Warni Indonesia membawa konsep yang kuat sekaligus pesan positif menjelang perayaan kemerdekaan. “Aku suka sama tema lagunya. Indonesia kaya akan budaya, kaya akan keberagaman. Harapannya lagu ini bisa ikut membangkitkan semangat kemerdekaan,” ungkap Lady Vien.
Sentimen senada juga disuarakan Tessa Mariska, yang menyebut kekayaan budaya dan keberagaman Indonesia sebagai alasan utamanya bersemangat menjadi bagian dari proyek ini.
Sementara itu, Fryda Luciana memandang kolaborasi lintas generasi ini sebagai potret kecil dari keberagaman Indonesia yang mesti terus dirawat, tidak hanya sebatas seremoni tahunan.
Ia menuturkan bahwa menurut pandangannya pribadi, apa yang mereka lakukan sekarang, adalah miniatur dari makna besar yang ada dalam ‘Warna-Warni Indonesia’ itu sendiri. Harapannya rakyat Indonesia bisa ikut merasakan semangat yang ada di lagu ini. “Semoga nggak cuma berkumandang menjelang kemerdekaan, tapi juga terus hidup sebagai pengingat bahwa kita tetap satu,” ungkap Fryda Luciana.
MTJung Production berharap Warna-Warni Indonesia tidak berhenti sebagai lagu peringatan yang hanya bergema setiap Agustus, melainkan tumbuh menjadi simbol cinta Tanah Air yang bisa dinikmati siapa saja, kapan saja.
Untuk itu, Marcos secara terbuka mempersilakan publik memanfaatkan lagu ini sebagai medium menyebarkan semangat persatuan, termasuk membawakannya ulang dalam versi masing-masing. “Lagu ini kita persembahkan untuk semua orang Indonesia, jadi semua orang bebas untuk pakai lagu ini, cover, bebas apapun itu,” tutup Marcos Tjung./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk

















