JAKARTA – Lama tidak terdengar suaranya di keriuhan panggung musik keras Tanah Air, sosok yang pernah menjadi nyawa di lini depan grup band legendaris Edane, Heri Batara, akhirnya memutuskan untuk “turun gunung”. Kembalinya sang vokalis ditandai dengan peluncuran karya terbaru bertajuk ‘We Are Not Fall In’.
Single ini bukan sekadar lagu baru, melainkan sebuah pernyataan sikap bahwa napas kreativitas pria yang akrab disapa Ucok ini masih panjang dan tetap bertenaga di industri musik rock nasional. Hadir dengan kemasan musik yang tetap setia pada distorsi tajam, Heri Batara seolah ingin membuktikan bahwa waktu tidak menggerus kegarangannya.
Keputusannya untuk kembali masuk ke studio rekaman nyatanya lahir dari dorongan lingkungan terdekat dan keyakinan pribadi yang masih kuat. Heri mengaku bahwa masa vakumnya adalah waktu untuk beristirahat sejenak dari proses kreatif, namun masukan dari para kolega menjadi pemantik yang membakar semangatnya untuk kembali menulis lagu. Ia merasa masih memiliki energi yang cukup untuk bersaing dan berkarya secara mandiri.
Secara filosofis, ‘We Are Not Fall In’ membawa pesan tentang pentingnya melangkah maju dan tidak terjebak pada masa lalu yang kurang menyenangkan. Di balik liriknya, terselip kegelisahan Heri terhadap fenomena janji-janji manis atau “omon-omon” yang kerap ditemui di berbagai sektor kehidupan belakangan ini. Melalui lagu ini, ia melontarkan pertanyaan reflektif tentang kebenaran dari sebuah janji agar kita tidak lagi terjerumus ke lubang yang sama atau salah dalam memilih jalan hidup ke depannya.

Meskipun kini tampil sebagai solois, Heri Batara tetap mempertahankan citra sebagai penyanyi rock yang memiliki karakter vokal kuat dan berwibawa. Aura jantan dan liar yang pernah ia tunjukkan saat memperkuat album ikonis Edane seperti ‘Jabrik’ dan ‘Borneo’ masih terasa kental. Menariknya, Heri mengaku tidak mau terlalu pusing dengan label genre yang kian beragam saat ini. Baginya, esensi bermusik adalah memainkan apa yang dipahami dan dikuasai, tanpa harus sekadar mengekor tren yang sedang berlangsung, sembari tetap peka terhadap kondisi industri musik terkini.
Kehadiran kembali Heri Batara di bawah bendera Rock On Music yang bermitra dengan label Cadaazz Pustaka Musik diharapkan menjadi penawar rindu bagi para pecinta musik keras. Fransiscus Eko dari Cadaazz Pustaka Musik meyakini bahwa publik sangat merindukan sosok Heri di atas panggung. Proyek ini pun sudah direncanakan secara matang, di mana sejumlah materi lagu sudah siap diluncurkan secara bertahap sepanjang tahun ini guna mengisi daftar putar para penggemar musik rock dan metal di Indonesia.
Dalam proses penggarapannya, Heri tidak berjalan sendirian melainkan dibantu oleh tim yang dinamis lintas generasi. Aransemen musik dipercayakan kepada Mev, sementara keterlibatan musisi muda seperti William Agathan pada gitar dan Kemal pada drum memberikan sentuhan segar. Heri mengungkapkan bahwa proses menyatukan visi antara Gen X dan Gen Z ini memang memakan waktu, terutama dalam menyamakan persepsi mengenai arah musik yang ingin dicapai. Namun, perbedaan tersebut justru memperkaya hasil akhir dari karya yang mereka hasilkan bersama.
Menyandang status sebagai mantan anggota sekaligus eks manajer band sebesar Edane ternyata tidak menjadi beban bagi Heri. Sebaliknya, pengalaman masa lalu tersebut ia jadikan sebagai tolok ukur dan pemacu semangat untuk menghasilkan karya solo yang setara atau bahkan lebih baik. Heri memegang prinsip bahwa jika dulu ia pernah terlibat dalam sebuah band yang bagus, maka proyek solonya saat ini pun harus memiliki standar kualitas yang tidak kalah tinggi.
Menariknya, meski menggunakan namanya sebagai identitas utama, Heri ingin menonjolkan semangat komunal layaknya sebuah band dalam proyek ini. Hal tersebut terlihat jelas dari proses kreatif hingga desain visual yang menampilkan para personel pendukungnya. Ia menegaskan bahwa identitas “Heri Batara” digunakan untuk mempermudah branding, namun secara operasional tetap bergerak sebagai sebuah tim yang solid.
Single ‘We Are Not Fall In’ kini sudah dapat dinikmati di berbagai platform digital, sementara video liriknya telah tayang di kanal resmi YouTube sebagai jembatan menuju video musik yang akan segera diproduksi./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk


















