Saturday, April 25, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

80 Tahun Sudah Usia Oele Pattiselanno! Dan dipersembahkanlah…Remember March

by Redaksi
24/04/2026
Reading Time: 5 mins read
Cendi Luntungan, Oele Pattiselanno, Yance Manusama (Gideon Momongan)

Cendi Luntungan, Oele Pattiselanno, Yance Manusama (Gideon Momongan)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – What, sudah 80 tahun usianya! Oho, incredible! Bayangkanlah, ia masih sehat dan segar, aktif terus bermain musik. Masih main regular lho. Dengan kerapkali menenteng gitarnya sendiri. Dan astaga, still smoking! Ia merokok elektrik. Dia adalah Julius Sjoerd Pattiselanno, begitu nama lengkapnya saat kelahirannya.

Ah, always happy ya?. Hati yang gembira adalah obat, ya kan? Iapun tersenyum dan mengangguk “Ya amin,” jawabnya pelan. Jadi terlihatlah ia tetap saja sehat dan segar. Tetap bisa bermain musik terus, tanpa “gangguan” berarti. Melanjutkan perjalanan bermusiknya.

Baca juga :

NAYASTA JAZZ FEST 2023, Hadirkan Empat Generasi Jazz Tanah Air

Ya, dia adalah seorang Oele Pattiselanno. Ayahnya adalah seorang musisi, bermain untuk sebuah kelompok musik Hawaiian, di kota Surabaya. Lahir di kota Malang, tapi masa kanak-kanak dan remaja Oele muda dihabiskan di Surabaya. Remaja beranjak dewasa, dihabiskan di kota Bandung dari 1968 ke 1970. Barulah ke Jakarta, sejak tahun 1970 itu, dan menetap seterusnya di ibukota.

Oele terlahir dari pasangan Piet dan Nini Pattiselanno. Dengan kedua adiknya, Jacky Pattiselanno dan Perry Pattiselanno juga musisi, yang aktif bermain regular sampai akhir hayat mereka. Kedua adik kandungnya telah tiada.

Perry meninggal dunia pada November 2005. Ia menjadi salah satu korban tewas saat tragedi bom yang diledakkan teroris di kota Amman, Jordania. Dan Jacky meninggal dunia di Jakarta pada 12 September 2017, karena sakit. Ketiganya pernah membuat grup band “keluarga”, The Pattiselanno Brothers atau The Pattiselanno’s, yang sempat tampil di beberapa konser dan festival jazz di tanah air.

Oele menyebut nama Jack Lesmana (dulu, Jack Lemmers) sebagai guru musiknya yang utama. Sejak ia di Surabaya. Guru yang ngemong dan cukup sabar mengajarkan. “Setelah beberapa tahun bertemu dan belajar dengan Jack Lesmana, lalu aku pindah ke Bandung. Dari Bandung, pindah ke Jakarta dan bertemu lagi dengan Jack Lesmana. Nerusin belajar sebenarnya…,”cerita Oele.

Tapi kemudian Jack Lesmana mengajaknya rekaman. Sampai juga ikut manggung, terutama di Taman Ismail Marzuki. Ia antara lain akhirnya mendukung rekaman Margie Segers dan Rien Djamain. Dari dirinya, lalu kedua adiknya juga berguru dengan Jack Lesmana. Salah satu kesempatan bagus di awal saat di ibukota, Oele dan Perry pernah ikut mendukung pergelaran yang terbilang “bersejarah”. Konser Jazz Masa Lalu dan Kini, yang diadakan Jack Lesmana, tentu dibantu istrinya, Nien Lesmana, di Teater Terbuka, Taman Ismail Marzuki, Mei 1976.

Perlu diketahui, pada acara tersebut, yang direkam dan diedarkan rekaman live-nya dalam format kaset, “diperkenalkan”lah Indra Lesmana muda. Masih muda banget, 10 tahun lho. Indra tampil bermain piano elektrik, memainkan ,”All In Love is Fair”. Ia bermain dipangku, karena kakinya belum bisa menyentuh pedal piano saat itu. Dipangku Broery Pesolima (tapi ada juga yang menulis, Indra dipangku Bubi Chen).

Konser bersejarah tersebut, menampilkan nyaris seluruh musisi jazz terkemuka saat itu, antara lain The Jazz Riders, kelompok jazz legendraris. Juga dua vokalis perempuan, Mona Sitompul dan Rien Djamain. Selain Abadi Soesman, Kiboud Maulana, Dullah Suweileh, Benny Likumahuwa dan lainnya. Menjadi bersejarah karena baru kali itu dilakukan perekaman langsung. Dan hasil rekaman dijual kemudian, dalam format kaset. Album tersebut adalah rekaman live pertama di Indonesia.

Cendi Luntungan, Oele Pattiselanno, Yance Manusama (Gideon Momongan)

Kembali ke seorang Oele Pattiselanno, yang mengaku memang menyukai betul jazz. Juga menyukai gitar model hollow-body. Gitaris idolanya sejak dulu adalah Jim Hall dan Joe Pass. Ia juga banyak menyimak rekaman dari Wes Montgomery. Saat ini gitarnya adalah, salah satu gitar legendaris (untuk jazz), Gibson ES 335. Ia juga punya satu gitar akustik merek Dragon.

Menurut Oele, ia sekian lama mengidam-idamkan gitar legendaris lain, Gibson juga. Tapi tipenya ES 175. “Susah mendapatkannya. Memang juga ga murahlah. Lama banget saya mendambakan bisa punya, tapi belum berhasil juga sampai saat ini…”.

Adalah 3 sosok pemusik kawakan Indonesia, yang menjadi tokoh panutan Oele. Ia menyebut nama Lody Item, yang adalah ayah dari Jopie Item. Lalu Sadikin Zuchra. Dan juga, tentunya, Jack Lesmana. Satu nasehat dari gurunya, Jack Lesmana pada dirinya, yang diingatnya selalu. Kata Jack Lesmana, “Selalu jadilah dirimu sendiri. Tak perlu berusaha menjadi orang lain.”

Lalu pada tahun 2018. Oele pun bertemu dengan dua sahabat, Dewa Budjana dan Tohpati . Mereka berdua mempunyai ide untuk mengajak Oele rekaman solo album. Sempat dikerjakan, memakai studio pribadi Tohpati di rumahnya di Bintaro.

Tapi lantas terhenti. Karena kesibukan mereka masing-masing. Tak bisa dihindari, jadi rencana itu terbengkalai. Masuk di awal 2026, mereka tetiba kepikiran dengan rencana itu. Merekapun menyolek lagi Oele. Oele menyambut hangat ajakan tersebut. “Hayo, mumpung aku masih hidup”. Pernyataan Oele itu yang seperti menyadarkan baik Tohpati maupun Budjana, kali ini harus selesai nih. Harus kejadian, solo albumnya. Kebetulan ada momentum ulang tahun ke 80 itu.

Cendi Luntungan, Dewa Bujana, Oele Pattiselanno, Tohpati, Yance Manusama (Gideon Momongan)

Rencana tersebut didasarkan atas apresiasi dan respek Tohpati dan Budjana terhadap senior mereka, yang sampai saat ini tetap eksis. Masih aktif bermain. Yang pada saat pelaksanaannya lagi, dimulai pada Maret 2026, ternyata juga disambut hangat oleh banyak musisi. Mereka bersedia ikut mendukung rekaman Oele Pattiselanno dengan sangat bersemangat.

Mereka ada para musisi orkestra, yang sebagian berdomisili di kota Yogyakarta. Lalu para musisi muda seperti Barry Likumahuwa, Odi Purba, Rega Dauna, Rio Manuel, Timoti Hutagalung. Termasuk penyanyi, Dira Sugandi. Selain itu diajak serta juga, Cendi Luntungan dan Yance Manusama dan Indra Lesmana. Selain perkusionis, Andika Monoarfa, yang menyediakan pula studionya, Bro’s Studio untuk menjadi salah satu studio rekaman album tersebut.

Sebagai solo album perdananya adalah, Oele Plays Standard, diedarkan pada tahun 2006 oleh Musikita. Label tersebut milik musisi Dwiki Dharmawan. Dalam album itu, Oele bermain bersama 4 musisi asal Belanda. Yaitu, drummer Peter Ypma, pianis Erick van de Lutj. Ada Marcus Beets, memainkan contrabass, dan Ab Schaap (tenor saxophone).

Kalau mendukung proyek rekaman lain, ada beberapa lainnya sebenarnya. Antara lain bisa disebut Talks yang adalah kolaborasinya dengan Riza Arshad, yang memainkan akordeon. Lalu album Jazz Masters dari Benny Likumahuwa. Atau, OST film Rumah Ketujuh dari Indra Lesmana. Ada juga album, Doa dan Restumu, dimana Oele bermain dengan Arief Setiadi dan Jeffrey Tahalele.

Adapun album dari Oele Pattiselanno, yang bersama Dewa Budjana dan Tohpati tersebut bertajuk, Ode to You. Pada 22 April 2026, diedarkan terlebih dahulu, single berjudul, “Remember March”. Dan pada album yang direncanakan diedarkan dalam bentuk CD di bulan Mei mendatang, memuat 8 komposisi. Ada karya mereka bertiga, “Remember March” dan “Ode to You”.. Selain karya Tohpati dan Budjana.. Ada 2 karya Oele Pattiselanno sendiri adalah “Lullaby” dan “Song for Geva”. Terselip juga lagu standard, “Body and Soul”, oleh Johnny Green.

Meneer Oele Pattiselanno, God zij met u. Sukses untuk albumnya, tentu juga selamat kepada Dewa Budjana dan Tohpati. Album tersebut tentu saja menjadi album yang layak betul untuk dimiliki para penggemar musik Indonesia, terlebih untuk para penyuka jazz./ JOURNEY OF INDONESIA | Gideon Momongan

Tags: Oele Pattiselanno
Share114Tweet71

Related Posts

Format Baru Buitenstage, Musisi Kini Lebih Puas Unjuk Gigi di Panggung
Music

Format Baru Buitenstage, Musisi Kini Lebih Puas Unjuk Gigi di Panggung

21/04/2026
‘Come On’ Sebuah Single Sentuhan Tangan Dingin Ian Antono dalam Refleksi Batin Ade Hubart
Music

‘Come On’ Sebuah Single Sentuhan Tangan Dingin Ian Antono dalam Refleksi Batin Ade Hubart

20/04/2026
Apakah Ini Konser Terakhir Dewa Budjana…?
Music

Apakah Ini Konser Terakhir Dewa Budjana…?

14/04/2026
Levy Zahira Rilis ‘Kelelawar Malam’, Pesona Single Terbaru Dalam Balutan Dangdut Klasik
Music

Levy Zahira Rilis ‘Kelelawar Malam’, Pesona Single Terbaru Dalam Balutan Dangdut Klasik

07/04/2026
Cockpit+ Band, Sang Penerus Nyala Api Progresif Cockpit Band Setelah 4 Dekade
Music

Cockpit+ Band, Sang Penerus Nyala Api Progresif Cockpit Band Setelah 4 Dekade

05/04/2026
Next Post
El John Hadirkan Ajang Mermaid Merman Indonesia 2026, Gabungkan Olahraga dan Pageant

El John Hadirkan Ajang Mermaid Merman Indonesia 2026, Gabungkan Olahraga dan Pageant

ADVERTISEMENT

Recomended

El John Hadirkan Ajang Mermaid Merman Indonesia 2026, Gabungkan Olahraga dan Pageant
Events

El John Hadirkan Ajang Mermaid Merman Indonesia 2026, Gabungkan Olahraga dan Pageant

24/04/2026
Cendi Luntungan, Oele Pattiselanno, Yance Manusama (Gideon Momongan)
Music

80 Tahun Sudah Usia Oele Pattiselanno! Dan dipersembahkanlah…Remember March

24/04/2026
Menguak Luka di Balik Megahnya Beton: Mitos dan Air Mata dalam Film “Tumbal Proyek”
FIlm

Menguak Luka di Balik Megahnya Beton: Mitos dan Air Mata dalam Film “Tumbal Proyek”

23/04/2026
Kejar Tren Premium, PRISM Hadirkan Hotel Company Serviced di Aceh, Makassar dan Palangkaraya
Hotels

Kejar Tren Premium, PRISM Hadirkan Hotel Company Serviced di Aceh, Makassar dan Palangkaraya

23/04/2026
Mengintip Dapur Inovasi GAC, Hadirkan Masa Depan Otomotif Lewat Teknologi Terbaru
Automotive

Mengintip Dapur Inovasi GAC, Hadirkan Masa Depan Otomotif Lewat Teknologi Terbaru

22/04/2026
Transformasi Digital Swiss-Belhotel, Hadirkan Kenyamanan dalam Satu Genggaman
Hotels

Transformasi Digital Swiss-Belhotel, Hadirkan Kenyamanan dalam Satu Genggaman

22/04/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.