JAKARTA – Mengemas koper dan sekadar memesan tiket pesawat kini bukan lagi satu-satunya fokus utama para pelancong. Di era kiwari, wisatawan mendambakan sebuah perjalanan yang mengalir mulus tanpa sekat, di mana pengalaman eksplorasi budaya hingga petualangan alam bisa dirangkai secara utuh. Merespons pergeseran gaya hidup ini, tiga raksasa di ekosistem pelesiran Klook, Garuda Indonesia, dan InJourney merajut kolaborasi strategis yang diresmikan di Hotel The Langham, Jakarta Selatan, pada Rabu (13/5/2026). Kesepakatan ini menjadi penanda lahirnya era pariwisata nasional yang lebih terintegrasi.
Bagi maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia, menerbangkan penumpang dari satu titik ke titik lain kini tak lagi cukup. Kesadaran ini melahirkan inovasi bertajuk “Garuda Things To Do”, sebuah layanan teranyar yang memungkinkan penumpang memesan beragam produk wisata hingga mengurus visa langsung dari situs resmi maskapai.
Purwa Adi Gurnita selaku Miles & Ancillary Group Head Garuda Indonesia menyadari betul bahwa personalisasi merupakan kunci di industri perjalanan masa kini, di mana pelanggan mencari nilai lebih dari setiap langkah eksplorasi mereka. “Kami percaya perjalanan tidak berhenti ketika penumpang tiba di destinasi, tetapi terus berlanjut melalui pengalaman bermakna yang mereka nikmati selama berada di destinasi tersebut,” ujar Purwa.
Ia juga menambahkan, platform baru ini tidak hanya menawarkan kemudahan akses, tetapi juga keuntungan esklusif berupa diskon dan perolehan GarudaMiles. Semangat kolaboratif ini sejalan dengan ambisi maskapai untuk tidak sekadar menjadi penyedia moda transportasi. “Tujuan kami bukan hanya menyediakan transportasi, tetapi juga mendorong pelanggan untuk mengeksplorasi dan menikmati pengalaman perjalanan yang lebih bermakna,” tutup Purwa Adi Gurnita.

Visi tentang perjalanan bermakna yang ditawarkan Garuda Indonesia ini berkelindan erat dengan ekosistem Klook. Sebagai platform pengalaman wisata yang mendominasi kawasan Asia Pasifik, Klook melihat Indonesia memiliki daya magis yang melampaui kepopuleran Bali. Destinasi eksotis yang lekat dengan alam dan petualangan, seperti Gunung Bromo, Kepulauan Gili, hingga Labuan Bajo, kini perlahan mulai mencuri panggung utama.
General Manager Southeast Asia Klook, Sarah Wan, menyoroti fenomena unik wisatawan modern yang kerap merancang agenda kunjungan secara mendadak, meski tiket pesawat telah dipesan sejak jauh hari. Dinamika inilah yang ditangkap oleh perusahaan sebagai sebuah peluang emas. “Kami hadir untuk memenuhi kebutuhan wisatawan saat mereka siap menjelajahi destinasi,” kata Sarah.
Lebih jauh, Sarah menilai sinergi lintas sektor ini didasari oleh satu fondasi pemikiran yang sangat kuat tentang bagaimana menyambut wisatawan. “Garuda Indonesia menghubungkan wisatawan ke Indonesia dan dunia dengan pelayanan terbaik. Peran Klook adalah memastikan ketika wisatawan tiba, pengalaman eksplorasi langsung dimulai,” ujarnya. Ia pun meyakini bahwa langkah strategis ini adalah medium yang tepat untuk menggaungkan narasi kekayaan Nusantara ke telinga audiens global. “Kami tidak hanya mempromosikan destinasi, tetapi juga membagikan cerita tentang Indonesia kepada dunia,” kata Sarah.

Kendati demikian, pengalaman liburan yang sempurna di sebuah destinasi tak akan pernah terwujud tanpa adanya infrastruktur dan layanan pendukung yang solid sejak wisatawan menginjakkan kaki di bandara. Di titik inilah InJourney, selaku holding BUMN aviasi dan pariwisata, mengambil peran krusial.
Sementara, VP Commercial Partnership & Ecosystem InJourney, Veronica Misako Abimanyu, menegaskan bahwa kolaborasi monumental ini adalah jawaban mutlak atas kebutuhan pelancong modern yang menuntut kepraktisan dari ujung ke ujung.
“Wisatawan saat ini mencari pengalaman perjalanan yang lengkap dan tanpa hambatan. Karena itu, kolaborasi dalam ekosistem pariwisata menjadi sangat relevan,” katanya. Melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini, InJourney memastikan bahwa seluruh mata rantai pelayanan miliknya mulai dari operasional bandara, keramahtamahan di sektor perhotelan, hingga tata kelola destinasi wisata dan ritel yang dapat berjalan dalam satu ritme yang harmonis.

Bagi Veronica, pintu gerbang suatu negara memegang peranan paling vital dalam mengukir impresi di benak wisatawan internasional maupun domestik. “Bandara menjadi gerbang pertama wisatawan saat tiba di Indonesia. Karena itu, pengalaman pelanggan harus dibangun sejak awal kedatangan,” ujarnya.
Melalui kolaborasi lintas ekosistem bersama Garuda dan Klook, InJourney membidik lonjakan angka kunjungan sembari mengerek indeks kepuasan pelanggan secara komprehensif. “Kami ingin memastikan wisatawan mendapatkan pengalaman terbaik sejak tiba di bandara, menginap di hotel, mengunjungi destinasi wisata, hingga menikmati berbagai layanan pendukung lainnya selama berada di Indonesia,” tutup Veronica Misako Abimanyu./ JOURNEY OF INDONESIA | Yayo


















