JAKARTA – Rivalitas panas antara pendukung Manchester United dan FC Barcelona seketika mencair di bawah lampu Triboon Mini Soccer, Cilandak, Jakarta Selatan. Tidak ada ketegangan khas Big Match, yang ada justru gemuruh tepuk tangan dan senyum sumringah dari anak-anak yang tengah berjuang melawan kanker.
Sabtu malam itu, Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia sukses mempertemukan United Indonesia dan Indobarca dalam sebuah laga amal bertajuk Cepak Bola. Mengusung spirit “Because Every Goal is Everyone’s Victory”, pertandingan ini bukan sekadar mengejar skor di papan petunjuk, melainkan sebuah gerakan kolektif untuk menyalakan kembali harapan hidup anak-anak penyintas kanker dari keluarga prasejahtera.
Atmosfer pertandingan langsung terasa emosional sejak awal. Penyanyi muda Shanna Shannon membuka acara dengan lagu Indonesia Raya yang dibawakan begitu khidmat. Namun, momen paling menyentuh terjadi saat para pemain memasuki lapangan. Anak-anak dampingan Pita Kuning berjalan tegap sebagai player escort, mendampingi para pemain dengan langkah ceria. Di punggung jersey setiap pemain, tertulis nama-nama anak pejuang kanker tersebut jadi sebuah simbol bahwa malam itu, para pesepak bola sedang berlari membawa impian mereka.

Laga amal ini kian hidup dengan kehadiran para bintang tamu yang turun langsung sebagai special player. Mantan penggawa Tim Nasional Indonesia, Atep, tampak mengenakan jersey kebanggaan United Indonesia. Sementara itu, sang legenda Ismed Sofyan berduet dengan konten kreator sekaligus komika Afif Xavi untuk memperkuat barisan Indobarca.
Kehadiran para tokoh ini sukses menyedot perhatian penonton yang memadati tribun. Di luar lapangan, tensi kompetisi berubah menjadi aksi solidaritas yang masif. Indobarca akhirnya keluar sebagai pemenang fun match sekaligus menyabet penghargaan sebagai “Fans Klub Paling Dermawan 2026” berkat pengumpulan donasi tertinggi.
Di sisi lain, United Indonesia menunjukkan komitmennya dengan cara yang unik. Selain menggalang dana, sejumlah anggota komunitas ini rela mencukur habis rambut mereka di pinggir lapangan sebagai bentuk empati nyata terhadap anak-anak yang kehilangan rambut akibat proses kemoterapi.
Dari seluruh aksi yang melebur malam itu, total donasi yang terkumpul mencapai Rp 26.344.398,-. Seluruh dana yang masuk dipastikan mengalir langsung untuk membiayai program sosial serta pendampingan psikososial anak-anak pejuang kanker di bawah naungan Pita Kuning.
Bagi para atlet yang terbiasa dengan atmosfer kompetisi profesional, atmosfer di Cepak Bola memberikan kesan mendalam yang sangat personal. Ismed Sofyan tidak bisa menyembunyikan rasa harunya setelah peluit panjang berbunyi. Ia melihat langsung bagaimana sepak bola bisa menjadi ruang gembira yang langka bagi anak-anak tersebut.
“Bukan hanya atlet, konten kreator atau stand-up comedian saja, saya berharap semua kalangan, baik di bidang olahraga maupun bidang lainnya, dapat lebih peduli terhadap anak-anak pejuang kanker karena mereka membutuhkan dukungan dari kita.
Acara seperti ini membuat mereka senang dan bersemangat karena selama masa pengobatan mereka hanya pergi dari rumah ke rumah sakit. Melalui acara ini, mereka dapat merasakan dukungan yang diberikan oleh orang-orang yang terlibat di dalamnya,” ujar Ismed Sofyan seusai laga.

Gerakan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda satu malam. Ketua Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia, Tyas Amalia, menegaskan bahwa esensi dari Cepak Bola adalah pemantik awal agar masyarakat luas menyadari beban berat yang dipikul oleh keluarga prasejahtera yang anaknya didiagnosis kanker.
“Kami percaya bahwa setiap dukungan, sekecil apa pun, dapat memberikan harapan besar bagi anak-anak pejuang kanker. Melalui Cepak Bola, kami ingin mengajak lebih banyak masyarakat untuk terlibat, bukan hanya komunitas dan publik figur, agar bersama-sama menunjukkan kepedulian dan menciptakan dampak positif bagi anak-anak pejuang kanker serta keluarga mereka,” kata Tyas Amalia.
Langkah nyata membantu para pejuang kecil ini dipastikan terus bergulir. Sebagai kelanjutan dari penggalangan dana, jersey bersejarah yang basah oleh keringat Ismed Sofyan, Atep, dan Afif Xavi selama pertandingan akan dilelang secara terbuka.
Proses lelang dijadwalkan berlangsung mulai 25 Mei 2026 hingga 29 Mei 2026 melalui akun Instagram resmi @cepak_bola dan @pita_kuning, dengan pengumuman pemenang pada 1 Juni 2026. Seluruh hasil dari lelang jersey ini akan langsung dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan medis dan logistik darurat anak-anak dampingan yayasan.
Keberhasilan perhelatan yang memadukan hiburan dan misi kemanusiaan ini tidak lepas dari sokongan penuh para mitra strategis seperti MILLS, Primaya Hospital, RON 88, Yellow Fit Kitchen, BSM, dan Nara Juice, serta AmbilHati yang merancang strategi kreatif di balik layar. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti konkret bahwa ketika sepak bola berbicara tentang kemanusiaan, semua orang berada di tim yang sama./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk
Atep, Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia, United Indonesia, Indobarca,Laga Amal Kanker,Kanker Anak Indonesia,Donasi Pita Kuning
Title Tag (Judul SEO): Laga Amal Cepak Bola Pita Kuning: Ismed Sofyan-Atep Masuk Lapangan
















