JAKARTA – Pameran KRISTAInterFOOD 2026 dipastikan tetap berlangsung pada 4–7 November 2026 di NICE (Nusantara International Convention Exhibition), PIK 2, Tangerang, Banten. Penyelenggaraan tahun ini menjadi momentum khusus karena bertepatan dengan 27 tahun perjalanan platform pameran makanan dan minuman yang dibangun sepenuhnya oleh Krista Exhibitions, perusahaan nasional yang telah berdiri sejak 1994.
Kepastian tersebut disampaikan langsung dalam konferensi pers di di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa, (23/6/2026). Di hadapan media dan mitra industri, manajemen Krista Exhibitions menegaskan bahwa ajang yang sebelumnya dikenal sebagai InterFOOD itu akan tampil dengan identitas baru, KRISTAInterFOOD, sembari memperkuat posisinya sebagai salah satu pameran F&B terbesar di Indonesia.
Chief Executive Officer Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengatakan keputusan untuk tetap menggelar pameran tahun ini merupakan bentuk konsistensi perusahaan terhadap para pelaku usaha di sektor makanan, minuman, hotel, restoran, dan kafe (HoReCa). “KRISTAInterFOOD 2026 tetap akan digelar sebagai bentuk komitmen kepada para pelaku industri sektor makanan, minuman, HoReCa, dan industri pendukung terkait yang menjadi peserta pameran,” ujar Daud dalam konferensi pers di Jakarta.
Perjalanan panjang menuju identitas baru ini sejatinya sudah dirintis sejak lebih dari tiga dekade lalu. Krista Exhibitions mulanya masuk ke industri pameran pada 1995 lewat ajang yang berfokus pada percetakan, kertas, dan kemasan. Potensi besar industri pangan nasional kemudian mendorong perusahaan memperluas cakupan bisnisnya melalui penyelenggaraan Food n Pack pada 2000, sebelum akhirnya bertransformasi dan resmi memakai nama InterFOOD pada 2003.
Bagi Daud, identitas KRISTAInterFOOD yang kini melekat bukan sesuatu yang didapat begitu saja, melainkan hasil kerja panjang perusahaan yang telah berusia 32 tahun. “InterFOOD bukan warisan yang kami terima dari siapa pun. Ini adalah platform yang kami bangun dari ide, keyakinan, dan kerja keras selama 27 tahun. Sejak awal, tujuan kami sederhana: menghadirkan panggung yang mumpuni bagi industri makanan dan minuman Indonesia agar dapat tumbuh, berinovasi, dan terhubung dengan dunia,” ujar Daud.
Pandangan tersebut diperkuat oleh Chief Marketing Officer sekaligus Founder Krista Exhibitions, Christina Sudjie. Menurutnya, kekuatan sebuah pameran tidak semata ditentukan oleh nama, melainkan oleh kepercayaan yang dibangun bersama seluruh pemangku kepentingan selama bertahun-tahun.
“Kekuatan sebuah platform tidak ditentukan oleh nama semata, melainkan oleh kepercayaan yang dibangun bersama komunitasnya. Selama bertahun-tahun, exhibitor, asosiasi, mitra industri, dan media telah menjadi bagian penting dari perjalanan InterFOOD. KRISTAInterFOOD adalah refleksi dari komitmen kami untuk terus tumbuh bersama industri,” kata Christina.
Sementara itu Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Krista InterFOOD 2026 mendatang. Pameran ini dinilai tidak sekadar menjadi ajang bisnis dan promosi produk makanan-minuman, tetapi juga berperan penting dalam membangun ekosistem gastronomi Indonesia dari hulu hingga hilir.

Plt Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani Mustafa, saat membuka Launching Krista InterFOOD 2026 mengatakan, “Atas nama Menteri Pariwisata, kami menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya dan memberikan dukungan penuh atas penyelenggaraan Krista InterFOOD 2026. Kami melihat pameran ini bukan sekadar exhibition atau MICE event, tetapi telah berkembang menjadi platform yang membentuk dan memperkuat ekosistem pariwisata, khususnya gastronomi,” ujar Rizki.
Menurutnya, Krista Exhibition berhasil menghadirkan kolaborasi multipihak yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media. Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan tersebut menjadikan InterFOOD sebagai pameran yang komprehensif karena mencakup rantai pasok pangan secara menyeluruh, mulai dari bahan baku, teknologi, sumber daya manusia, hingga produk makanan dan minuman siap konsumsi.
Rizki juga menilai penguatan sektor gastronomi menjadi salah satu strategi penting dalam upaya meningkatkan kualitas pariwisata Indonesia. Gastronomi memiliki keterkaitan erat dengan budaya yang menjadi identitas bangsa dan pembeda Indonesia dibandingkan negara lain.
Penyelenggaraan tahun ini digadang-gadang menjadi yang terbesar sepanjang sejarah pameran tersebut. Berdasarkan data penyelenggara, KRISTAInterFOOD 2026 menargetkan kehadiran lebih dari 1.500 peserta pameran dari berbagai negara, dengan proyeksi pengunjung profesional mencapai sekitar 95.000 orang. Capaian ini membuat gelaran ini diproyeksikan sebagai salah satu pameran makanan dan minuman terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Pemilihan NICE PIK 2 sebagai lokasi penyelenggaraan bukan tanpa alasan. Venue tersebut dipilih karena memiliki fasilitas konvensi dan pameran berskala internasional yang dinilai mampu menampung pertumbuhan jumlah peserta dan pengunjung dari tahun ke tahun. Dengan kapasitas yang lebih besar dan standar fasilitas yang lebih modern, kawasan ini turut diproyeksikan menjadi salah satu pusat penyelenggaraan event bisnis terbesar di Indonesia.
Cakupan produk yang ditampilkan dalam pameran juga akan lebih luas dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain produk makanan dan minuman secara umum, KRISTAInterFOOD 2026 akan menghadirkan sektor bakery, confectionery, food ingredients, hospitality, kopi dan teh, seafood, frozen food, produk halal dan organik, hingga peluang waralaba serta lisensi usaha.
Keberagaman subsektor ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri nasional sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.
Selain area pameran utama, sejumlah program unggulan turut disiapkan untuk memeriahkan rangkaian acara tahun ini. La Cuisine Cooking Competition 2026, misalnya, diproyeksikan diikuti hampir 1.000 chef dari dalam dan luar negeri bekerja sama dengan ACP Indonesia. Ada pula Indonesia Coffee Art Battle (ICAB) dan kompetisi roasting yang digelar bersama Dewan Kopi Indonesia, ditambah rangkaian program pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi para pelaku industri.
Krista Exhibitions sendiri bukan pemain baru di industri pameran nasional. Sejak berdiri pada 1994, perusahaan ini telah konsisten menyelenggarakan lebih dari 30 pameran internasional setiap tahun di berbagai sektor industri, melibatkan ribuan peserta dari dalam dan luar negeri serta dihadiri ratusan ribu pelaku usaha setiap tahunnya.
Selain Kementerian Pariwisata, dukungan terhadap kelanjutan KRISTA INTERFOOD juga datang dari sejumlah pihak, mulai dari Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Asosiasi Chef Profesional (ACP) Indonesia, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), hingga Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO).
Rangkaian dukungan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa pameran ini telah berkembang menjadi platform strategis bagi pertumbuhan industri makanan dan minuman nasional./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk
















