JAKARTA – Jakarta Utara dan Jakarta Barat kini menjadi wilayah dengan laju penurunan muka tanah tercepat di Ibu Kota. Riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencatat rata-rata penurunan mencapai 5,71 sentimeter per tahun, sebuah angka yang, jika dibiarkan, akan mempercepat abrasi dan memperluas jangkauan banjir rob di kawasan pesisir.
Di tengah tekanan itu, ekosistem mangrove yang selama ini berfungsi sebagai benteng alami sekaligus penyerap karbon yang justru menghadapi ancaman kerusakannya sendiri.
Data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta tahun 2024 memperlihatkan gambaran yang tidak terlalu menggembirakan. Dari total 608,22 hektare luas mangrove di Jakarta, sebanyak 36,54 hektare masuk kategori jarang. Hasil pemantauan di 25 lokasi bahkan menunjukkan 9,95 persen tegakan mangrove mengalami kerusakan, dipicu sampah kiriman laut, limbah domestik, gangguan fisik, hingga terjangan banjir rob yang datang berulang.
Bertepatan dengan momentum Hari Mangrove Sedunia, Prudential Indonesia bersama organisasi lingkungan CarbonEthics kembali turun ke Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, untuk menanam 5.500 bibit mangrove pada Kamis, 7 Agustus 2026. Bukan sekadar seremoni tahunan, penanaman ini diproyeksikan mampu menyerap hingga 181,5 ton Setara Karbon Dioksida (CO₂e) secara kumulatif dalam kurun 20 tahun ke depan. Ini sebuah kontribusi kecil namun terukur di tengah upaya nasional menekan emisi dari sektor kehutanan dan tata guna lahan.

Aksi ini bukan yang pertama. Sejak 2022, perusahaan asuransi jiwa itu telah menanam total 30.800 pohon mangrove di kawasan pesisir, menjadikan penanaman kali ini sebagai kelanjutan dari komitmen yang sudah berjalan empat tahun.
Untuk menandai dimulainya rangkaian aksi tahun ini, lebih dari 50 karyawan dan tenaga pemasar Prudential Indonesia mengikuti sesi edukasi sekaligus seremoni penanaman di Taman Wisata Alam Angke Kapuk, Jakarta Utara. Ini menjadi sebuah cara perusahaan memastikan komitmen keberlanjutan tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi juga menyentuh langsung orang-orang di dalamnya.
Direktur Kepatuhan sekaligus Chief Risk & Compliance Officer Prudential Indonesia, Maria Rosalinda, mengapresiasi kolaborasi dengan CarbonEthics yang memungkinkan kegiatan ini terlaksana. Ia menegaskan keberlanjutan bukan sekadar jargon perusahaan, melainkan tanggung jawab jangka panjang yang sejalan dengan bisnis inti Prudential sebagai penyedia perlindungan.
“Sebagai perusahaan asuransi jiwa yang memberikan perlindungan jangka panjang, kami percaya bahwa keberlanjutan juga berarti menjaga lingkungan tempat masyarakat hidup dan bertumbuh. Melalui penanaman mangrove ini, kami ingin mengajak karyawan dan tenaga pemasar untuk berkontribusi langsung dalam menjaga ekosistem pesisir. Langkah sederhana yang dilakukan bersama dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan generasi mendatang, sejalan dengan semangat kami yakni ‘Dari Prudential Untuk Bumi’,” jelas Maria.

Proyeksi serapan karbon dari penanaman ini pun tidak berdiri sendiri. Angka 181,5 ton CO₂e selaras dengan arah kebijakan iklim nasional lewat program Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030, yang menargetkan sektor kehutanan dan penggunaan lahan mencapai tingkat emisi bersih sebesar -140 juta ton CO₂e pada 2030. Dengan kata lain, setiap hektare mangrove yang dipulihkan di Kepulauan Seribu turut menyumbang, sekecil apa pun porsinya, pada target besar itu.
Co-Founder sekaligus Chief Executive Officer CarbonEthics, Bimo Soewadji, menilai kolaborasi lintas pihak menjadi kunci agar dampak restorasi mangrove tidak berhenti di angka simbolis semata. Mangrove memberikan manfaat yang dirasakan dalam jangka panjang, baik bagi lingkungan maupun masyarakat pesisir.
“Upaya restorasi akan memberikan hasil yang lebih luas ketika dijalankan melalui kolaborasi berbagai pihak. Kami mengapresiasi Prudential Indonesia yang terus mendukung pelestarian ekosistem mangrove melalui langkah yang konsisten dan melibatkan partisipasi karyawan secara langsung,” ujar Bimo.
Penanaman mangrove hanyalah satu dari beberapa inisiatif lingkungan yang tengah dijalankan Prudential Indonesia secara paralel. Selain 30.800 pohon mangrove sejak 2022, perusahaan mencatat penurunan konsumsi air operasional hingga 67 persen di dua gedung kantornya, serta berhasil mengumpulkan dan mendaur ulang 0,2 ton sampah selama ajang PRUActive Family. Rangkaian capaian ini, menurut perusahaan, merupakan bagian dari strategi keberlanjutan yang lebih luas dan didokumentasikan dalam Laporan Keberlanjutan Prudential Indonesia 2025.
Bagi warga pesisir Jakarta yang tinggal berdampingan dengan ancaman abrasi dan rob setiap tahun, aksi semacam ini barangkali tidak akan langsung menghentikan laju penurunan muka tanah. Tapi ribuan akar mangrove yang ditanam hari ini setidaknya menjadi ikhtiar kecil untuk memperlambatnya./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk

















