Sunday, June 28, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Abadikan 16 Lagu Original, GCN Resmi Rilis Album Original Cast Keumalahayati The Musical di Platform Digital

by Redaksi
28/06/2026
Reading Time: 5 mins read
Abadikan 16 Lagu Original, GCN Resmi Rilis Album Original Cast Keumalahayati The Musical di Platform Digital

Para pendukung yang terlibat dipeluncuran “Keumalahayati - Original Cast Recording” (iBonk)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Setelah lima kali dipentaskan dan selalu disambut antusias penonton, musik-musik yang menjadi nyawa Teater Musikal Keumalahayati akhirnya tidak lagi terkurung di atas panggung. Gema Citra Nusantara (GCN) bersama BSS Records resmi meluncurkan album “Keumalahayati: Original Cast Recording” dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung di Paviliun Raden Saleh, Hotel ARTOTEL Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Album tersebut memuat 16 lagu orisinal yang selama ini hanya bisa dinikmati penonton saat pertunjukan berlangsung. Seluruh komposisi digarap oleh Leodet, dengan lirik karya Andi Hidayat, dan kini bisa diakses publik secara digital tanpa harus menunggu jadwal pementasan berikutnya.

Baca juga :

Perkuat Pariwisata RI-Korea, Rute Baru Jakarta-Incheon Jadi Sorotan Seminar KTO 

Tandai 26 Tahun Berkarya, Andien Rilis Album “Sehidup Semusik”

Paviliun Raden Saleh Hadirkan “Matahari dan Bayangan”, Menyelami Sunyi di Tengah Dunia yang Bising

Mira M. Arismunandar selaku Executive Producer Teater Musikal Keumalahayati (iBonk)

Bagi Executive Producer Teater Musikal Keumalahayati, Mira M. Arismunandar, keinginan merekam ulang musik-musik itu ke dalam sebuah album sudah lama tertanam, jauh sebelum proyek ini benar-benar terealisasi. Menurutnya, respons penonton terhadap aransemen musikal sepanjang pertunjukan menjadi alasan utama yang mendorong proyek ini terus berjalan. “Setiap kali menyaksikan pertunjukan, saya selalu melihat bagaimana musik-musik ini mampu menyentuh emosi penonton. Banyak yang menyampaikan bahwa lagunya sangat bagus dan membekas. Dari situlah muncul keinginan agar karya-karya ini bisa dinikmati masyarakat lebih luas, tidak hanya saat pertunjukan berlangsung,” ujarnya.

Mira menambahkan, peluncuran album ini juga menjadi cara GCN memberi sorotan yang selama ini lebih banyak tertuju pada pertunjukan di atas panggung, sementara para kreator di baliknya, komposer, penulis lirik, hingga musisi, kerap luput dari perhatian. “Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa Indonesia memiliki komposer dan penulis lirik yang luar biasa. Musik-musik ini terlalu sayang jika hanya hidup di panggung. Sudah saatnya bisa didengarkan lebih luas,” kata Mira.

Bagi Leodet yang dipercaya menggarap keseluruhan musik Teater Musikal Keumalahayati merupakan kehormatan tersendiri. Ia mengaku proses kreatif bersama tim penulis lirik berlangsung intens sejak tahap awal pengembangan cerita, di mana setiap lagu lahir dari kebutuhan dramatik adegan demi adegan. “Merupakan kehormatan bagi saya dipercaya menjadi komposer dalam Teater Musikal Keumalahayati. Saya berharap lagu-lagu ini dapat terus hidup, dinikmati masyarakat luas, dan menjadi bagian dari perjalanan seni pertunjukan Indonesia,” ujar Leodet.

Leodet dan Andi Hidayat (iBonk)

Tantangan justru datang dari sisi penulisan lirik. Andi Hidayat mengungkapkan, ia harus menyelaraskan kekuatan cerita dengan struktur musik yang sudah dibuat lebih dulu, sekaligus menjaga nuansa sejarah agar tidak tercampur diksi modern yang bisa merusak konteks zaman Keumalahayati. “Yang paling menantang adalah menjaga agar setiap kalimat tetap puitis, sesuai cerita, dan pas dengan struktur musik yang sangat ketat. Semua harus berjalan seimbang,” jelas Andi.

Dari sisi produksi, proses pembuatan album ini ternyata sudah berjalan sejak tahun 2021. Bagian orkestra direkam secara live saat pertunjukan berlangsung, melibatkan sekitar 40 musisi yang memadukan instrumen tradisional dan modern, sementara bagian vokal direkam ulang khusus untuk kebutuhan album. Karena setiap pementasan, dari lima kali yang sudah digelar, memiliki perbedaan dan pengembangannya sendiri, album ini disebut bukan sekadar potongan highlight, melainkan representasi orisinal dari keseluruhan pertunjukan yang juga merangkum perpaduan seni peran, seni vokal, dan seni tari di dalamnya.

Album Original Cast Recording ini dibawakan langsung oleh para pemeran asli Teater Musikal Keumalahayati, di antaranya Karissa Soerjanatamihardja, Haikal Baron, Teuku Rifnu Wikana, Junio Fernandes, Kamal Nasuti, Dimas Amboro, Beyon Destiano, Yan Wibisono, Nanda Dian Utami, Kartika Desma, Marcella Azzahra, Kyrana Soerjanatamihardja, Karina Abelinda, Tirta Permadi, Kaifa Untsa Demir, La Tanha, bersama anggota Gema Citra Nusantara lainnya.

Karissa Soerjanatamihardja sang pelakon Keumalahayati saat membawakan satu lagu secara live (iBonk)

Sebagai pemeran utama Keumalahayati, Karissa Soerjanatamihardja mengaku proses panjang mulai dari audisi, pelatihan vokal, hingga pendalaman karakter memberinya pengalaman yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. “Ini pengalaman yang sangat baru buat saya. Saya belajar banyak hal, mulai dari akting, memahami karakter, sampai bagaimana menghubungkan emosi dengan lagu yang dinyanyikan. Prosesnya tidak mudah, tetapi sangat berkesan,” ungkap Karissa.

Teuku Rifnu Wikana, yang selain berperan sebagai Sultan juga menjadi sutradara pertunjukan, menilai kekuatan Keumalahayati terletak pada kerja kolektif seluruh tim kreatif. “Yang membuat pertunjukan ini terasa kuat adalah karena semua elemen bekerja bersama. Musiknya luar biasa, liriknya kuat, dan para pemain tumbuh bersama prosesnya. Karena itu saya merasa karya ini memang layak untuk terus hidup melalui album rekaman ini,” kata Teuku Rifnu Wikana.

Teuku Wisnu Wikana dan beberapa pendukung Teater Musikal Keumalahayati (iBonk)

Menariknya, di sela peluncuran, Mira juga membuka kemungkinan membawa pertunjukan ini ke panggung internasional, mengingat sosok Keumalahayati sendiri sudah mendapat pengakuan lintas negara. Saat disinggung soal kemungkinan tersebut, Mira menjawab dengan antusias. “Yaa justru sebenarnya ingin sekali. Sosok Kemalahayati kan sudah diakui juga secara internasional. Apalagi tanggal lahir beliau sudah dinyatakan sebagai hari internasional. Sangat bagus kalau kita bisa bawa. Hanya saja kita harus menyiapkan tenaga dan segala macamnya. Kalau saya berpikir, mungkin kita bisa berkolaborasi dengan orang-orang Indonesia setempat di negara tersebut untuk ikut juga di pementasan ini. Tentu mereka juga akan senang ya,” tutupnya.

Peluncuran album ini sekaligus menjadi momen mengenang almarhum Bens Leo, yang semasa hidupnya menjabat Dewan Penasihat Yayasan Gema Citra Nusantara dan dikenal luas memberikan dukungan besar bagi perkembangan karya seni yang diproduksi GCN. Pihak GCN yang diwakili Dewan Penasihat GCN, Dicky Suryanatamihardja dengan rasa haru menyerahkan Piagam Penghargaan kepada mendiang Bens Leo yang diwakili oleh Pauline Endang sang Istri.

Pemberian Penghargaan kepada Bens Leo oleh Pauline Endang (Isri) oleh Mira M. Arismunandar dan Dicky Soerjanatamihardja, MA (iBonk)

Dicky mengenang sosok Bens Leo sebagai sahabat yang selalu hadir membuka jejaring dan memberi masukan bagi perjalanan organisasi. “Beliau selalu siap membantu kapan pun dibutuhkan. Dukungan dan kepeduliannya terhadap perkembangan seni dan musik Indonesia sangat besar. Kami merasa kehilangan, tetapi semangat yang beliau tinggalkan akan terus kami lanjutkan,” ujarnya.

Seluruh lagu dalam album Keumalahayati: Original Cast Recording resmi tersedia di berbagai platform musik digital sejak Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 00.00 WIB, termasuk Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan layanan streaming lainnya yang didistribusikan oleh BSS Records. Lewat album ini, GCN berharap karya musik yang lahir dari panggung teater tidak berhenti ketika pertunjukan usai, melainkan terus hidup, didengar, dan menginspirasi masyarakat luas./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk

Tags: Album Musikal IndonesiaBSS RecordsGema Citra NusantaraJourney of IndonesiaKarissa SoerjanatamihardjaKeumalahayati The MusicalLeodetMira M. ArismunandarOriginal Cast RecordingTeater Musikal IndonesiaTeuku Rifnu Wikana
Share114Tweet71

Related Posts

Tandai 26 Tahun Berkarya, Andien Rilis Album “Sehidup Semusik”
Music

Tandai 26 Tahun Berkarya, Andien Rilis Album “Sehidup Semusik”

28/06/2026
Jakarta Fusion Jazz Festival 2026, Saat Ritme 80-an Memikat Gen Z di Kemang
Music

Jakarta Fusion Jazz Festival 2026, Saat Ritme 80-an Memikat Gen Z di Kemang

24/06/2026
Menjaga Denyut Musik Independen di Buitenstage Vol. 9 Bogor
Events

Menjaga Denyut Musik Independen di Buitenstage Vol. 9 Bogor

23/06/2026
Roni Joni, Rycko Ria, dan Naomi Ivo Satukan Genre Lewat Single ‘Dopamine (Bukan Haluuu)’
Music

Roni Joni, Rycko Ria, dan Naomi Ivo Satukan Genre Lewat Single ‘Dopamine (Bukan Haluuu)’

22/06/2026
Jelang 25 Tahun Berkarya, The Rain Luncurkan Single ‘Semoga Dia Bahagia’
Music

Jelang 25 Tahun Berkarya, The Rain Luncurkan Single ‘Semoga Dia Bahagia’

22/06/2026
ADVERTISEMENT

Recomended

Perkuat Pariwisata RI-Korea, Rute Baru Jakarta-Incheon Jadi Sorotan Seminar KTO 
News

Perkuat Pariwisata RI-Korea, Rute Baru Jakarta-Incheon Jadi Sorotan Seminar KTO 

28/06/2026
Abadikan 16 Lagu Original, GCN Resmi Rilis Album Original Cast Keumalahayati The Musical di Platform Digital
Music

Abadikan 16 Lagu Original, GCN Resmi Rilis Album Original Cast Keumalahayati The Musical di Platform Digital

28/06/2026
Tandai 26 Tahun Berkarya, Andien Rilis Album “Sehidup Semusik”
Music

Tandai 26 Tahun Berkarya, Andien Rilis Album “Sehidup Semusik”

28/06/2026
Paviliun Raden Saleh Hadirkan “Matahari dan Bayangan”, Menyelami Sunyi di Tengah Dunia yang Bising
Hotels

Paviliun Raden Saleh Hadirkan “Matahari dan Bayangan”, Menyelami Sunyi di Tengah Dunia yang Bising

27/06/2026
Poster dan Trailer “Andai Waktu Bisa Diulang Kembali” Resmi Dirilis
FIlm

Poster dan Trailer “Andai Waktu Bisa Diulang Kembali” Resmi Dirilis

27/06/2026
Rindu yang Tak Pernah Selesai, Cinta Lama Abi dan Sita Hidup Lagi di CLBK
FIlm

Rindu yang Tak Pernah Selesai, Cinta Lama Abi dan Sita Hidup Lagi di CLBK

27/06/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.