Monday, July 6, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Foufo, Upaya Bayu Skak Angkat Wajah Baru Madura di Layar Lebar

by Redaksi
06/07/2026
Reading Time: 5 mins read
Foufo, Upaya Bayu Skak Angkat Wajah Baru Madura di Layar Lebar

Para pendukung film Foufo setelah Press Screening (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Saat sebagian besar rumah produksi tanah air masih berkutat di ranah horor dan komedi, Bayu Skak memilih jalan berbeda. Lewat Foufo, film produksi Skak Studios bersama Sinemart yang tayang serentak di bioskop mulai Kamis, 9 Juli 2026, ia menghadirkan genre fiksi ilmiah yang jarang disentuh sineas Indonesia, dengan budaya Madura sebagai jantung ceritanya.

Keputusan itu bukan tanpa alasan. Bayu Skak, yang merangkap peran sebagai sutradara, produser, sekaligus aktor dalam proyek ini, mengakui bahwa minimnya produksi film sci-fi lokal banyak dipicu oleh mahalnya biaya efek visual. Meski genre horor komedi terbukti selalu ramai penonton, ia enggan menjadikan Skak Studios sekadar pengikut tren yang sudah ada.

Baca juga :

Grab Gandeng Hansaplast, Hadirkan Perawatan Luka Halal Lewat GrabMart Kilat

The Palace Jeweler Gelar Kilau Perayaan 2026, Angkat Tema Cahaya Timur

Ginklin Jadi Solusi Manjur Atasi Penyakit Batu Ginjal

“Kalau dari kami di Skak Studios harapannya dalam berkarya itu harus ada yang baru. Karena pada dasarnya di atas kreatif kami harus inovatif. Kalau bisa kami upayakan harus bisa disruptif,” ujar Bayu Skak pada saat press screening .

Dari semangat itulah premis Foufo lahir. Jika film-film alien pada umumnya memilih kota besar seperti Los Angeles atau New York sebagai lokasi pendaratan, Bayu Skak justru menjatuhkan makhluk luar angkasanya di Madura. Benturan budaya antara sosok alien dan keseharian masyarakat Madura inilah yang menurutnya menjadi sumber komedi sekaligus pembeda utama film ini dari karya sejenis.

Adegan Muslim dan Foufo di film Foufo (Skak Studios & SinemArt)

Foufo mengikuti kisah Muslim, diperankan oleh Tretan Muslim, seorang pengepul barang rongsokan di kawasan Surabaya Utara yang menanggung beban sebagai anak tertua setelah sang ayah meninggal dunia. Sebagai keluarga Madura yang taat beragama, memberangkatkan sang ibu, Saiqonah, untuk naik haji menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar yang harus ia penuhi.

Dengan susah payah Muslim berhasil mengumpulkan uang muka sebesar 15 juta rupiah, namun pelunasan sisa biaya haji terus mengejar tenggat waktu. Ketika permohonan pinjaman ke bank berjalan tersendat, seorang temannya menyarankan jalan pintas mencuri besi rel kereta dari jalur yang sudah tidak beroperasi, sebuah ide yang ditolak keras oleh Muslim karena bertentangan dengan keyakinannya.

Titik balik cerita muncul ketika sebuah benda asing jatuh dari langit setelah tertabrak batu di angkasa. Dari reruntuhan pesawat itu, Muslim menemukan sosok alien yang kemudian ia beri nama Foufo, mengikuti kebiasaan dialek Madura yang gemar membalik suku kata terakhir ke depan, seperti sate menjadi te-sate.

Kehadiran Foufo perlahan mengubah nasib keluarga Muslim, mulai dari menyembuhkan katarak sang ibu hingga membantu memulihkan kondisi kesehatan iparnya.

Bagi Bayu Skak, tema perjuangan seorang anak membahagiakan ibunya sengaja dipilih karena sifatnya yang universal dan bisa menyentuh penonton lintas negara maupun latar belakang budaya. “Nilai yang sangatlah universal, dan bisa dinikmati oleh kalangan manapun, orang Amerika juga punya ibu kan, orang Eropa juga punya ibu kan,” ujarnya.

Sementara produser eksekutif David Suwarto mengatakan bahwa kolaborasi SinemArt bersama Skak Studios di film Foufo adalah melanjutkan kolaborasi sukses kami sebelumnya. Bayu Skak datang dengan ide yang out of the box dan saya yakin film ini akan sangat menghibur dengan komedi-komedi yang aneh, receh, namun juga ceritanya yang membumi dan menyentuh tentang anak
yang ingin membahagiakan ibunya,” tambahnya

Salah satu adegan di film Foufo (Skak Studios & SinemArt)

Alur cerita kian rumit ketika uang tabungan haji yang telah susah payah terkumpul justru raib sebagian akibat ulah salah satu anggota keluarga sendiri. Di tengah keterbatasan itu, kondisi Foufo pun kian melemah dan hanya bisa diselamatkan jika pesawatnya kembali dapat diaktifkan, dengan kunci utama berupa keris peninggalan mendiang ayah Muslim.

Situasi ini akhirnya memaksa Muslim dihadapkan pada dilema besar, antara mengutamakan keberangkatan haji sang ibu atau menyelamatkan nyawa sahabat luar angkasanya. Pilihan sulit inilah yang oleh sejumlah pengamat disebut menjadi lapisan drama yang membuat Foufo tak sekadar tampil sebagai komedi ringan, melainkan turut menyisipkan momen mengharukan di tengah tawa penonton.

Bagi Tretan Muslim, memerankan karakter Muslim di film Foufo menjadi tantangan baru. Selama ini, Tretan selalu bermain di ranah komedi. Namun, di film ini ia dituntut untuk menampilkan karakter yang serius dan memiliki lapisan drama yang dalam.

“Di sini aku malah tidak boleh berkomedi, malahan aku harus nangis. Jadi ini sangat menantang bagiku, diberikan tanggung jawab dengan karakter yang sangat berbeda, dan pertama kalinya menjadi pemeran utama. Film Foufo ini juga menjadi kebanggaan saya, sebagai orang Madura, bisa menjadi bagian dari film berbudaya Madura pertama di Indonesia,” ujar Tretan Muslim dihadapan para jurnalis.

Salah satu nilai jual terbesar Foufo terletak pada komitmennya menghadirkan Madura secara otentik, bukan sekadar latar tempelan. Proses produksi melibatkan casting terbuka terhadap sekitar 2.500 calon pemain baru di Surabaya, dengan hasil akhir sekitar 80 persen pemeran film ini berasal dari kalangan lokal Madura maupun Jawa Timur. Dialog dalam film pun mengalir dalam tiga bahasa sekaligus, yakni Indonesia, Jawa, dan Madura, sesuai konteks masing-masing adegan.

Pendekatan ini juga membawa misi tersendiri bagi rumah produksi, yaitu meluruskan stigma negatif yang kerap melekat pada masyarakat Madura, khususnya terkait citra sebagai pencuri besi tua. Foufo ingin menegaskan bahwa perilaku menyimpang semacam itu hanyalah persoalan oknum, bukan representasi masyarakat Madura secara keseluruhan.

Dari sisi visual, film berdurasi 120 menit dengan rating usia 13 tahun ke atas ini mengandalkan teknologi CGI garapan tim lokal Surabaya untuk menghidupkan karakter alien Foufo, sebuah upaya yang oleh sejumlah pihak dinilai cukup ambisius mengingat keterbatasan anggaran dibandingkan produksi sci-fi Hollywood.

Selain menjadi ajang comeback Bayu Skak di genre baru, Foufo juga menandai debut Tretan Muslim sebagai pemeran utama di layar lebar, setelah sebelumnya lebih dikenal lewat konten komedi digital. Ia didampingi jajaran pemain lain seperti Habib Jafar, Benedictus Siregar, Mieke Shahir, dan Siti Kamariyah yang berperan sebagai Saiqonah, ibu dari tokoh Muslim.

Foufo dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai Kamis, 9 Juli 2026, menandai upaya Bayu Skak dan Skak Studios menghadirkan warna baru di tengah industri perfilman nasional yang selama ini masih didominasi genre horor dan komedi./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk

Tags: Bayu SkakBudaya MaduraFilmFilm IndonesiaFilm Sci-Fi IndonesiaFoufoJourney of IndonesiaNewsSinemArtSkak StudiosTretan Muslim
Share114Tweet71

Related Posts

Reza Arap Debut Jadi Sutradara Lewat Film Harusnya Horror, Ajak Geng Marapthon ke Layar Lebar
FIlm

Reza Arap Debut Jadi Sutradara Lewat Film Harusnya Horror, Ajak Geng Marapthon ke Layar Lebar

06/07/2026
Poster dan Trailer “Andai Waktu Bisa Diulang Kembali” Resmi Dirilis
FIlm

Poster dan Trailer “Andai Waktu Bisa Diulang Kembali” Resmi Dirilis

27/06/2026
Rindu yang Tak Pernah Selesai, Cinta Lama Abi dan Sita Hidup Lagi di CLBK
FIlm

Rindu yang Tak Pernah Selesai, Cinta Lama Abi dan Sita Hidup Lagi di CLBK

27/06/2026
Cek Khodam, Krisis Dunia Gaib dan Debut Jirayut di Layar Lebar
FIlm

Cek Khodam, Krisis Dunia Gaib dan Debut Jirayut di Layar Lebar

26/06/2026
Foufo, Film Komedi Sci-Fi Pertama Berbahasa Madura Garapan Bayu Skak
FIlm

Foufo, Film Komedi Sci-Fi Pertama Berbahasa Madura Garapan Bayu Skak

24/06/2026
Next Post
Ginklin Jadi Solusi Manjur Atasi Penyakit Batu Ginjal

Ginklin Jadi Solusi Manjur Atasi Penyakit Batu Ginjal

ADVERTISEMENT

Recomended

Grab Gandeng Hansaplast, Hadirkan Perawatan Luka Halal Lewat GrabMart Kilat
News

Grab Gandeng Hansaplast, Hadirkan Perawatan Luka Halal Lewat GrabMart Kilat

06/07/2026
The Palace Jeweler Gelar Kilau Perayaan 2026, Angkat Tema Cahaya Timur
Fashion

The Palace Jeweler Gelar Kilau Perayaan 2026, Angkat Tema Cahaya Timur

06/07/2026
Ginklin Jadi Solusi Manjur Atasi Penyakit Batu Ginjal
Health

Ginklin Jadi Solusi Manjur Atasi Penyakit Batu Ginjal

06/07/2026
Foufo, Upaya Bayu Skak Angkat Wajah Baru Madura di Layar Lebar
FIlm

Foufo, Upaya Bayu Skak Angkat Wajah Baru Madura di Layar Lebar

06/07/2026
Reza Arap Debut Jadi Sutradara Lewat Film Harusnya Horror, Ajak Geng Marapthon ke Layar Lebar
FIlm

Reza Arap Debut Jadi Sutradara Lewat Film Harusnya Horror, Ajak Geng Marapthon ke Layar Lebar

06/07/2026
Musikal Senja Teduh Pelita Resmi Dipentaskan di TIM
Show

Musikal Senja Teduh Pelita Resmi Dipentaskan di TIM

05/07/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.