KULON PROGO — Kawasan Pantai Glagah, Kulon Progo, kedatangan satu lagi wajah baru di jajaran kafe tepi pantai yang belakangan menjamur di sepanjang garis pesisirnya. Memory Senja Coffee & Resto, yang dikelola PT NATTA Hospitality Management, resmi membuka pintunya bagi pengunjung yang ingin menikmati kopi sekaligus panorama matahari tenggelam di pantai selatan Yogyakarta.
Kehadiran Memory Senja menambah warna geliat bisnis kuliner berkonsep sunset di Glagah, sebuah tren yang mulai terbentuk sejak akhir 2025 setelah beberapa kafe serupa lebih dulu membuka lapak menghadap laut. Bedanya, Memory Senja masuk dengan modal berbeda, yakni pengalaman NATTA dalam mengelola sejumlah properti hospitality di Yogyakarta, mulai dari hotel hingga kini merambah bisnis Food & Beverage.
Lokasinya menghadap langsung ke hamparan Pantai Glagah, dengan panorama laut lepas sebagai daya tarik utama. Pengunjung bisa memilih duduk santai di atas bean bag sembari ditemani semilir angin laut, menyesap kopi, atau berkumpul bersama keluarga dan pasangan menanti langit berubah warna menjelang senja.

CEO NATTA Hospitality Management, Thomas Matantu, menyebut langkah ini sebagai bagian dari ekspansi bisnis perusahaan yang tidak lagi terbatas pada pengelolaan hotel. “NATTA Hospitality Management tidak hanya bergerak di bidang manajemen hotel, tetapi juga terus mengembangkan bisnis di industri Food & Beverage. Melalui Memory Senja Coffee & Resto, kami ingin menghadirkan destinasi yang memberikan pengalaman menikmati kuliner sekaligus menikmati keindahan alam Pantai Glagah dengan standar pelayanan hospitality yang profesional,” ujarnya.
Thomas menilai, wisatawan masa kini tidak lagi sekadar mencari tempat makan yang nyaman. Ada nilai emosional yang turut dicari, sebuah pengalaman yang membekas dan layak dikenang. Argumen inilah yang mendasari konsep besar Memory Senja: “Coffee, Resto & Sunset Experience”, di mana momen menjadi produk utama, bukan semata soal isi piring atau cangkir.
Dari sisi menu, Memory Senja menyediakan pilihan makanan, kopi, minuman segar, hingga camilan untuk menemani waktu santai pengunjung. Selain fungsi sebagai kafe harian, tempat ini juga disiapkan untuk menampung kebutuhan acara seperti gathering, community event, hingga perayaan intim berskala kecil.

Fenomena kafe tepi pantai di Glagah sendiri sebelumnya sempat ramai dibicarakan lantaran dianggap mengubah wajah kawasan yang tadinya kurang terawat menjadi lebih tertata dan diminati wisatawan. Pertumbuhan bisnis serupa di kawasan ini turut menyumbang aktivitas ekonomi warga setempat, sekaligus menambah pilihan bagi wisatawan yang berburu spot sunset di selatan Yogyakarta.
Bagi NATTA, Memory Senja menjadi penanda babak baru perusahaan yang sebelumnya lebih dikenal lewat pengelolaan hotel seperti NUEVE Malioboro dan NAYANIKA.
Dengan lokasi yang berada di kawasan wisata yang tengah berkembang, perusahaan berharap Memory Senja bisa menjadi salah satu destinasi favorit, baik bagi wisatawan lokal Kulon Progo maupun mereka yang datang dari luar daerah./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk


















