JAKARTA — Industri musik Indonesia kembali diramaikan oleh kehadiran penyanyi pendatang baru, Uty, yang memilih jalan berbeda dalam mengukuhkan identitasnya. Ia tidak menjual paras, melainkan menyembunyikan wajahnya di balik topeng yang menjadi simbol sekaligus identitas panggung yang kuat. Kini, ia resmi merilis EP perdana bertajuk “Pacar Virtual” bersamaan dengan single jagoan yang mengusung judul serupa.
Bagi Uty, topeng bukan sekadar aksesori untuk menciptakan efek misterius atau gimmick pemasaran semata. Sebaliknya, ia memandang ini sebagai upaya untuk mendobrak batasan dalam berekspresi. Di tengah gempuran industri musik yang kerap kali menjadikan penampilan fisik sebagai komoditas utama, Uty memilih untuk membiarkan pendengar berfokus pada substansi karyanya tanpa distorsi citra visual.
“Saya menggunakan topeng bukan untuk menyembunyikan siapa saya, tapi untuk membiarkan musik saya berbicara lebih jujur. Saya ingin orang-orang lebih fokus untuk mengenal karya-karya saya”, ungkap Uty mengenai konsep artistiknya.
Dalam EP ini, Uty menyajikan empat lagu yang merefleksikan kedewasaan musikalnya, mulai dari materi baru hingga aransemen ulang dari karya debutnya. ‘Pacar Virtual’ menjadi episentrum dari album mini tersebut. Lagu yang diciptakan oleh Lilik Astuti, pemilik label WYG Production yang menaunginya, ini mengangkat realitas romansa modern yang kian lazim ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Uty menjelaskan bahwa narasi lagu ini sangat relevan dengan dinamika hubungan antarpribadi di era digital, di mana interaksi intens sering kali berawal dari layar gawai. “Lagu ini ditulis oleh Lilik Astuti yang kebetulan owner dari WYG Production, label rekaman yang menaungi saya. Lagu ini tentang sepasang kekasih yang dipertemukan lewat gawai dan ini rasanya relate dengan kondisi perkembangan jaman digital di saat ini. Di era sekarang banyak orang mencari pasangan hidupnya melalui chat, sosial media, aplikasi kencan dan sejenisnya”, jelas Uty.
Secara musikal, EP ini menawarkan warna yang lebih kaya dibandingkan karya-karya sebelumnya. Untuk single ‘Pacar Virtual’, musisi muda Raditya Ibrahim didapuk sebagai penata musik. Ia menyuntikkan elemen pop manis dengan sentuhan ritme Amerika Latin, lengkap dengan petikan gitar bernuansa Spanyol yang mengajak pendengar untuk larut dalam suasana. Transisi genre ini diakui Uty sebagai tantangan tersendiri bagi kemampuannya dalam bernyanyi.
“Pengerjaan lagu ini butuh waktu 2 minggu dari musik digarap hingga take vocal. Kesulitannya karena ini berbeda dari lagu-lagu saya sebelumnya yang lebih ballad. Saya belum terbiasa dengan lagu bertempo cepat, ini jadi tantangan baru buat saya”, ucap Uty.
Selain ‘Pacar Virtual’, EP ini juga merangkum berbagai spektrum emosi melalui lagu lain. Terdapat ‘Entah Kapan’ yang mengusung nuansa dream pop dengan teknik vokal husky, ‘Berat Yang Indah’ yang memadukan elemen pop ballad, serta versi live session akustik dari single debut ‘Panggil Namaku’. Melalui keseluruhan materi ini, Uty berharap dapat membangun koneksi emosional dengan para penikmat musik tanah air.
“Saya ingin pendengar musik Indonesia ikut merasakan pesan cinta yang saya sampaikan, yang tersembunyi di balik lagu-lagu dan topeng misteri saya. Semoga karya saya ini bisa memberikan kesan tersendiri di kuping dan hati penikmat musik Indonesia”, tutur Uty./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk


















