JAKARTA – Sejak mulai berkarya pada 2024, Broadwayang Production dikenal publik lewat racikan khasnya yakni memadukan panggung ala Broadway dengan kekayaan budaya Indonesia, mulai dari wayang orang, cerita rakyat, hingga sejarah bangsa. Nama Broadwayang sendiri lahir dari gagasan menggabungkan pendekatan pertunjukan Broadway di New York dengan unsur wayang orang, sebelum akhirnya berkembang menjelajahi berbagai kisah lain.
Setelah sembilan kali naik panggung, mulai dari pertunjukan skala kecil hingga tampil di GKJ dan Teater Jakarta, kelompok ini kembali membawa gebrakan baru lewat konser musikal bertajuk “Melodi Cinta” yang digelar pada Minggu, 9 Agustus 2026 di Ra Suite Simatupang, Jakarta.
Kali ini Broadwayang Production keluar dari kebiasaan. Jika selama ini mereka lebih dikenal lewat format teater musikal, “Melodi Cinta” justru menjadi eksperimen pertama mereka menggarap konser musikal yang menggabungkan atmosfer konser pada umumnya dengan kekuatan elemen teatrikal.

“Kami mencoba mengambil konsep pertunjukan Broadway, tetapi dikemas dengan nuansa yang sangat Indonesia. Biasanya kami membuat pertunjukan dalam bentuk teater musikal. Namun kali ini kami ingin mencoba sesuatu yang baru, yaitu konser musikal,” kata Project Manager sekaligus salah satu pendiri Broadwayang Production, Mikail Edwin Rizki, yang akrab disapa Mika.
Konsep tersebut membawa “Melodi Cinta” mengangkat lagu-lagu dari era 1970-an hingga 1980-an, dikemas ulang dalam bentuk pertunjukan yang tidak sekadar dinyanyikan, melainkan dibangun lewat prolog, dialog, dan monolog yang menghidupkan cerita di balik setiap lirik.
Pendekatan itu pula yang membuat Broadwayang Production memilih ballroom, bukan gedung teater konvensional, sebagai venue. Mika menjelaskan format panggung teater biasanya menciptakan jarak antara penonton dan pertunjukan sehingga penonton cenderung pasif. “Di ballroom ini, meskipun tetap ada sitting plan, kami ingin penonton bisa lebih menikmati suasana seperti konser. Mereka bisa berdiri, ikut bernyanyi, bahkan dance along dengan musik yang dibawakan. Jadi konsepnya lebih fun dan interaktif,” ujarnya.

Untuk menghidupkan nostalgia era tersebut, Broadwayang Production menggandeng Ikang Fawzi sebagai talent utama. Mika mengaku sempat mempertimbangkan sejumlah nama lain sebelum akhirnya memilih Ikang. “Sebenarnya sebelumnya kami sempat mempertimbangkan beberapa nama lain, termasuk Om Iwan Fals dan beberapa musisi lainnya.
Namun karena ini masih merupakan proyek eksperimental dan pertama kalinya kami membuat konsep konser musikal seperti ini, kami harus menyesuaikan dengan budget dan jadwal talent,” jelas Mika. Kedekatan yang sudah terjalin sebelumnya, ditambah karakter musik Ikang yang lekat dengan era 1980-an, membuat namanya dipilih sebagai representasi generasi tersebut.
Selain Ikang kekuatan lain pertunjukan ini melibatkan Ensamble Broadwayang, Afrilia Shinta Dewi, Fediano Hammam Akhyar, Aera Alexandra, Mikail Edwin Rizki, Ganeshauman Taqwa, Nisrina Amalie Pisxesta, Furqonez Azamsyah, dan Fadhilah Utami Zahra. Pertunjukan turut diperkuat oleh Tommy and Friends Band, sementara acara dipandu oleh Elmo Hilyawan dan Soraya Haque sebagai host.

Malam itu, Ikang Fawzi tampil membawakan hits nya ‘Catatan Si Boy’, sebuah lagu yang merepresentasikan budaya pop dan kehidupan anak muda pada masanya. Susunan lagu kemudian berkembang secara spontan dengan hadirnya sepenggal lagu ‘Preman’, sebelum Ikang melanjutkan penampilan lewat ‘Salam Terakhir’ yang diperkaya tarian dan elemen teatrikal. Ia menutup penampilannya malam itu dengan lagu ‘Rumah Kita’, lagu yang menjadi puncak nostalgia sekaligus penutup rangkaian penampilannya.
Bagi Ikang, panggung “Melodi Cinta” terasa berbeda dari pertunjukan musik pada umumnya. “Buat saya, ini sesuatu yang berbeda. Ini bukan hanya pertunjukan musik biasa, tetapi sebuah pertunjukan yang menghadirkan sudut pandang generasi muda terhadap gaya pertunjukan dan kehidupan di era tersebut,” ujarnya.
Ia turut mengapresiasi anak-anak muda di balik konsep ini yang mencoba mengangkat kembali budaya pop generasi sebelumnya lewat cara pandang mereka sendiri.
Semaraknya pertunjukan malam itu tak lepas dari antusiasme penonton yang memadati ballroom, bahkan sampai membuat panitia harus menambah kursi karena permintaan tiket melampaui kapasitas awal. “Awalnya kami menyiapkan sekitar 250 kursi sesuai dengan seating plan. Namun setelah dilakukan penghitungan ulang, ternyata ada permintaan yang cukup tinggi sehingga kami oversold,” ungkap Mika.
Suasana riuh itu turut dirasakan Ikang, yang menyampaikan rasa syukurnya atas sambutan penonton. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Buat saya, ramainya penonton malam ini adalah hadiah tersendiri,” tambahnya. Belum lagi tektokan Elmo Hilyawan dan Soraya Haque sebagai host cukup mampu menghangatkan suasana. Obrolan khas 80 an serta melibatkan para penonton untuk naik kepanggung menghasilkan gelak tawa yang mengocok perut.

Suksesnya acara malam itu lahir dari persiapan yang terbilang singkat, hanya sekitar dua setengah minggu dengan tujuh kali latihan intensif. Proses itu bisa berjalan mulus karena para talent dan kru produksi sudah terbiasa menggarap berbagai pertunjukan sebelumnya.
Di balik layar, Mikail Edwin Rizki bertindak sebagai penata konsep, Rendy Foster Silitonga mengisi posisi penata musik, Imanuel Christian Galih menangani tata tari, sementara Dhira Ramadhani S Kinanty bertanggung jawab atas kostum di lima segmen visual berbeda, mulai dari nuansa disko, kehidupan remaja, anak jalanan, hingga fantasi bergaya princess.
Sukses menggelar “Melodi Cinta” membuka jalan bagi Broadwayang Production untuk melangkah lebih jauh. Mika mengungkapkan timnya tengah menyiapkan pertunjukan berskala lebih besar pada September mendatang, dengan konsep yang masih dikembangkan dari evaluasi pertunjukan kali ini. “Konsep ini masih dalam tahap awal. Kami juga masih melakukan trial and error. Kami menyadari bahwa pertunjukan kali ini mungkin belum 100 persen sempurna. Tetapi dari sini kami berharap bisa terus melakukan inovasi dan menghasilkan karya-karya baru,” pungkasnya./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk
















