YOGYAKARTA – Pemandangan matahari terbenam di pesisir selatan Kulon Progo menjadi latar hangat pertemuan para pelaku industri perjalanan wisata Yogyakarta. Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Perusahaan Menjual Tiket Penerbangan Indonesia (DPD ASTINDO) DI Yogyakarta baru saja merampungkan agenda gathering bulanan mereka. Kali ini, lokasi yang dipilih adalah Memory Senja Coffee & Resto by NATTA, sebuah tempat singgah kuliner di kawasan Pantai Glagah.
Sejak petang merayap, para anggota asosiasi berkumpul melepas penat di tepi pantai. Pemilihan lokasi di luar ruangan ini sengaja dirancang untuk membangun atmosfer yang lebih leluasa ketimbang ruang rapat formal. Sapuan warna jingga di ufuk barat beradu dengan denting petikan gitar akustik yang menemani jalannya acara.
Perpaduan suasana pesisir dan hidangan laut segar menjadi daya tarik utama dalam pertemuan tersebut. Aneka olahan seafood disajikan hangat untuk menyela obrolan santai antaranggota.
Seorang perwakilan DPD ASTINDO DIY menegaskan pentingnya suasana cair dalam agenda berkala ini. “Gathering seperti ini bukan hanya menjadi kesempatan untuk berkumpul, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan dan menikmati waktu bersama dalam suasana yang lebih santai,” ujarnya di sela kegiatan.
Langkah ASTINDO DIY memanfaatkan resto di tepi laut ini sekaligus membuka kacamata baru bagi pemanfaatan kawasan Pantai Glagah. Destinasi yang selama ini dikenal sebagai tempat rekreasi umum ternyata menyimpan potensi kuat untuk titik kumpul kegiatan kelompok, reuni, maupun agenda internal institusi.
Pihak pengelola Memory Senja Coffee & Resto by NATTA menilai kehadiran ragam komunitas menjadi dorongan positif bagi geliat ruang kuliner di pesisir Kulon Progo. Lewat perpaduan panorama laut, hidangan olahan laut yang segar, serta sajian musik hidup, titik ini menawarkan pengalaman singgah yang berkesan bagi para pelancong maupun rombongan acara./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk

















