YOGYAKARTA – Sirkuit Lanud Gading, Wonosari, berubah menjadi arena adu kecepatan sepanjang akhir pekan ini. Sabtu dan Minggu, 29–30 Agustus 2026, tempat itu menjadi tuan rumah Putaran 4 Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drag Race 2026 yang dikemas dalam Pertamax Turbo Drag Fest 2026. Sebanyak 479 starter dari berbagai daerah turun ke lintasan, menjadikan putaran kali ini salah satu yang paling ramai peserta sepanjang musim.
Kompetisi dibagi dalam dua kategori jarak, yakni 201 meter dan 402 meter, ditambah kelas-kelas khusus Kejurnas. Di kategori 201 meter, delapan kelas dipertandingkan yakni Bracket, Bracket 9 Non Diesel, Bracket 9 Diesel, Bracket 10 Non Diesel, Bracket 10 Diesel, Bracket 10,5, Bracket 11, dan Kelas FFA. Kategori 402 meter menyusul dengan lima kelas, yaitu Bracket 14, Bracket 15, Bracket 16, Bracket 17, dan Kelas FFA.
Sementara untuk jalur Kejurnas sendiri, panitia melombakan enam kelas: Bracket 8, Bracket 9 Non Diesel, Bracket 9 Diesel, Bracket 10 Non Diesel, Bracket 10 Diesel, dan Bracket 11. Semakin banyak kelas berarti semakin luas ruang bagi dragster dengan latar belakang kendaraan dan mesin berbeda untuk ikut bersaing, mulai dari mobil harian yang dimodifikasi ringan hingga kendaraan built up khusus lintasan lurus. Format ini yang membuat Kejurnas Drag Race terus menarik starter dalam jumlah besar dari musim ke musim.
Di tengah hiruk-pikuk lintasan, SIMPATI hadir dengan dukungan jaringan Hyper 5G dari Telkomsel. Kehadiran operator ini tidak berhenti pada sekadar branding di pinggir sirkuit. SIMPATI membuka booth di area festival yang dirancang untuk aktivitas interaktif, memberi pengunjung sesuatu untuk dilakukan di luar menonton mobil melesat di lintasan lurus.
Bagi penyelenggara, kombinasi konektivitas digital dan hiburan fisik semacam ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman festival yang lebih utuh, bukan cuma tontonan balap semata.

Pendekatan itu sejalan dengan arah besar Pertamax Turbo Drag Fest yang tahun ini naik kelas. Drag Race roda empat resmi masuk kalender Kejuaraan Nasional untuk pertama kalinya, sebuah status yang otomatis mengerek gengsi setiap putaran, termasuk yang berlangsung di Wonosari ini. Pergeseran status ini turut menjelaskan mengapa jumlah starter membengkak dan mengapa dukungan sponsor seperti SIMPATI kian terasa signifikan bagi ekosistem penyelenggaraan.
Drag race, dalam bingkai yang lebih luas, sudah lama bergeser dari sekadar ajang adu kecepatan semata. Sirkuit Lanud Gading akhir pekan ini menjadi bukti bahwa lintasan lurus sepanjang ratusan meter itu kini menjadi titik temu berbagai kalangan yakni komunitas modifikasi, pelaku industri otomotif, generasi muda pencinta kecepatan, hingga masyarakat umum yang datang untuk merasakan atmosfer festival. Booth interaktif, musik, dan aktivitas sampingan lain melengkapi apa yang sebelumnya hanya berupa deretan start dan garis finis.
Panitia berharap Putaran 4 ini mampu melahirkan catatan waktu dan prestasi baru, sekaligus menjaga atmosfer festival tetap hidup sepanjang dua hari perlombaan. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk SIMPATI Hyper 5G, disebut menjadi salah satu faktor yang menopang keberlangsungan ajang ini sebagai bagian dari kalender kompetisi drag race nasional 2026. Bagi pelaku dan penikmat olahraga otomotif Indonesia, Wonosari akhir pekan ini bukan cuma soal siapa yang tercepat, tapi juga soal bagaimana sebuah ajang balap bisa tumbuh menjadi festival yang dinikmati lintas kalangan./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk

















