Saturday, July 18, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Rilis Wijayakusuma, Ardhito Pramono Hadirkan Ruh Chrisye Didalam Lagunya

by Ibonk
08/07/2022
Reading Time: 3 mins read
Rilis Wijayakusuma, Ardhito Pramono Hadirkan Ruh Chrisye Didalam Lagunya
Share on FacebookShare on Twitter

Ardhito Pramono, telah resmi merilis single terbaru “Wijayakusuma” pada Kamis (7/7) kemarin. Lagu ‘Wijayakusuma’ ini sebenarnya sudah diciptakannya sejak awal 2021, ketika ia menjadi saksi penggusuran kawasan asri di Canggu, Bali, demi vila yang akan dibangun oleh warga negara asing.

Awalnya, ia ingin mengritik peristiwa tersebut lewat sebuah lagu, sebelum Oomleo membalas kritik Ardhito sebab karya-karyanya yang minim sentuhan Indonesia. Merespon kritik tersebut, ia menggeser perspektif idenya dan melahirkan ‘Wijayakusuma’, sebuah tembang pop Indonesiana dua babak bercerita seputar eksistensial diri.

Baca juga :

DJ Stroo x Gugun Bersatu Hadirkan Single ‘Spaceman’

Efah Aaralyn Hadirkan Single Baru “Crush”, Kisah Cinta Diam-Diam yang Universal

Ivan Nestorman Gaungkan Bahasa Daerah Lewat Lagu Jawa ‘Life Goes On (Ora Usah Mlayu)’

Pada babak pertama, Ardhito mempertanyakan makna hidup dengan iringan khidmat piano, orkestrasi yang lirih, juga adakalanya sahut paduan suara. “Laju senja, pasrah gelap tiba. Tertunduk, termenung, terkulai, terlunta. Cemas akan guna,” begitu penggalan liriknya yang ia tuliskan dengan padanan aksara autentik, dinyanyikan melalui lekuk pop Indonesia kala 50 tahun silam.

“Banyak kecemasan gue akan … ‘guna gue apa, ya? Gue musisi, main film, penyiar juga. Terus apa?’ Malah jadi mempertanyakan fungsi diri gue. Gue cerita banyak ke Oomleo, untuk itu akhirnya gue sertakan dalam lirik,” jelas Ardhito tentang bagian awal “Wijayakusuma”.

Liriknya kemudian berkembang seiring lagunya melaju mencapai babak kedua, ketika ia mengaitkan makna hidup dengan alam semesta yang digambarkan oleh kekayaan alam maupun budaya Indonesia. Aransemennya pula tumbuh selaras dengan semakin megahnya bagian orkestrasi maupun paduan suara, serta diramaikan oleh komposisi gamelan dan nyanyian sinden dari Peni Candra Rini, pelaku macapat asli Solo.

Ardhito Pramono (Ilsa Nimpoeno)

Lengkap sudah! Jika digambarkan, ‘Wijayakusuma’ selayaknya luapan energi eksploratif mendiang Chrisye yang terpantik berkat sejawatnya seperti Eros Djarot, mendiang Yockie Suryoprayogo, Keenan Nasution, hingga Guruh Soekarnoputra. Dalam ciptanya ini, Ardhito bukan berusaha mereplika zaman emas itu, namun menjembatani semangatnya untuk masa ini.

Ardhito menerangkan bahwa pada awalnya lagu ini tidak bisa direkam karena dirinya tidak tahu cara menyanyikannya. “Di-take pertama, Oomleo merasa gue tidak nyaman dan terengah-engah. Jadi yang sudah dalam versi lagunya, itu setelah melalui take ke-100 sekian.”

Akhirnya lewat metode satu kali rekam, demi menuai esensi olah vokal yang maksimal dalam situasi terbatas, selayaknya periode rekaman menggunakan pita. “Gue memang mencoba balik ke zaman dulu untuk proses A sampai Z-nya,” aku Ardhito.

“Meski sudah banyak teknologi yang mendukung, metode yang gue gunakan masih bersemangat lawas. Meski sudah tersedia jasa orkestrasi yang lebih praktikal di Budapest, gue lebih memilih untuk merekamnya di Indonesia, dengan pemain-pemain dari Indonesia, dan beberapa alat rekamnya pun asli dari Indonesia.”

Ardhito Pramono (Ilsa Nimpoeno)

Ternyata, konsep pop Indonesiana yang diusung Ardhito menjadi salah satu pemicu untuk Hanindito Sidharta, co-founder Aksara Records, membangkitkan kembali label rekaman tersebut. “Dulu, Aksara Records berdiri karena kami ingin mendokumentasikan band-band Jakarta yang tidak berpatokan kepada musik pop atau rock yang ada di pasar pada saat itu. Seperti The Brandals, The Upstairs, The Adams, dan masih banyak lagi.”

Kebangkitan Aksara Records sendiri ditunjukkan dengan membangun dan telah memiliki infrastruktur lebih mumpuni, khususnya di spektrum digital. “Sekarang, Aksara Records kembali karena kancah musik pop Tanah Air hari ini sangat seru, dengan sentuhan pop 80’an atau 70’an. Musik-musik seperti ini bahkan digemari anak-anak gen Z dan milenial,” jelas Hanin.

Aksara Records juga bakal merilis album penuh terbaru Ardhito Pramono yang direncanakan terjadi pada pertengahan Juli ini. Selayaknya “Wijayakusuma”, warna musik Ardhito dalam album tersebut pun akan bernafas ala pop Indonesia lama.

Lagu ‘Wijayakusuma’ ini adalah karya perdana Ardhito pasca menyelesaikan masa rehabilitasi, sekaligus penanda kembalinya label rekaman Aksara Records setelah hampir 13 tahun tidak beroperasi. Lagu ini diproduseri oleh Gusti Irwan Wibowo dan ditulis bersama Narpati ‘Oomleo’ Awangga./ JOURNEY OF INDONESIA

Tags: Aksara RecordsArdhito PramonoLagu IndonesiaSingle ReleaseWijayakusuma
Share116Tweet73

Related Posts

DNANDA Rilis ‘Tiba-Tiba Kau’, Angkat Kisah Soal di Ghosting
Music

DNANDA Rilis ‘Tiba-Tiba Kau’, Angkat Kisah Soal di Ghosting

15/07/2026
Andai Waktu Bisa Diulang Kembali, Kisah Luka Tak Terobati
FIlm

Andai Waktu Bisa Diulang Kembali, Kisah Luka Tak Terobati

14/07/2026
Lasisi Pictures Siap Syuting “Sofia”, Sebuah Film Bergenre Psychological Horor
FIlm

Lasisi Pictures Siap Syuting “Sofia”, Sebuah Film Bergenre Psychological Horor

13/07/2026
Misteri di Balik Topeng Uty dalam EP “Pacar Virtual”
Music

Misteri di Balik Topeng Uty dalam EP “Pacar Virtual”

13/07/2026
Lewat Kolaborasi Musisi Lintas Generasi, MTJung Production Rilis Single Warna-Warni Indonesia Sambut HUT RI ke-81
Music

Lewat Kolaborasi Musisi Lintas Generasi, MTJung Production Rilis Single Warna-Warni Indonesia Sambut HUT RI ke-81

12/07/2026
Next Post
Sharp Indonesia Kembali Dukung Peningkatan Kompetensi Siswa SMK

Sharp Indonesia Kembali Dukung Peningkatan Kompetensi Siswa SMK

ADVERTISEMENT

Recomended

Nueve Malioboro Gulirkan Promo JULIET, Nginap Cuma Rp539 Ribu Semalam
Hotels

Nueve Malioboro Gulirkan Promo JULIET, Nginap Cuma Rp539 Ribu Semalam

17/07/2026
Frank & co. Sulap Gerai Summarecon Mall Serpong Jadi Lebih Elegan
Fashion

Frank & co. Sulap Gerai Summarecon Mall Serpong Jadi Lebih Elegan

16/07/2026
Indonesia Energy Week Surabaya 2026 Dibuka, Satukan Energi, Air, dan Manufaktur Jatim
Events

Indonesia Energy Week Surabaya 2026 Dibuka, Satukan Energi, Air, dan Manufaktur Jatim

16/07/2026
MG Pangkas Harga MGS5 EV Magnify Max Jadi Rp399,9 Juta Sampai September
Automotive

MG Pangkas Harga MGS5 EV Magnify Max Jadi Rp399,9 Juta Sampai September

15/07/2026
Cegah Kantong Jebol ke Dokter Gigi, usmile Hadirkan Inovasi Enzim Alami
Health

Cegah Kantong Jebol ke Dokter Gigi, usmile Hadirkan Inovasi Enzim Alami

15/07/2026
MG ZS Hybrid+ Resmi Meluncur, Bawa Semangat “Outclass the Mainstream” ke Indonesia
Automotive

MG ZS Hybrid+ Resmi Meluncur, Bawa Semangat “Outclass the Mainstream” ke Indonesia

15/07/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.