JAKARTA – Langkah kaki di atas lantai marmer Gedung A.A. Maramis membawa suasana berbeda sejak 23 hingga 26 April 2026 lalu. Bayangkan saja, di balik dinding kokoh bangunan bersejarah yang menjadi saksi bisu perjalanan Jakarta, terpancar kilau yang tak kalah abadi yakni Frank & co. Brand yang telah tiga dekade menjadi sinonim bagi pernyataan cinta di Indonesia, memilih ruang-ruang klasik ini untuk merayakan hari jadinya yang ke-30.
Tak hanya sekadar pameran perhiasan biasa, hajatan bertajuk “30 Years of Real Love: When You Know, You Know” ini adalah sebuah perjalanan emosional yang mengajak pengunjung menyelami relung terdalam dari sebuah komitmen.
Gedung A.A. Maramis dengan arsitektur peninggalan masa kolonial yang megah seolah menjadi personifikasi dari nilai yang diusung Frank & co.: timelessness atau keabadian. Di gedung ini, , narasi tentang bagaimana karbon dari perut bumi bertransformasi menjadi simbol cinta yang paling murni diceritakan melalui pengalaman imersif. Setiap sudut ruangan dirancang untuk membawa kita pada satu kesadaran bahwa cinta sejati, seperti halnya berlian alami, memiliki kejernihan yang tidak menyisakan ruang bagi keraguan.

Keputusan untuk menggelar eksibisi di lokasi yang sarat sejarah ini memang memiliki landasan filosofis yang kuat. Keanggunan bangunan lama yang tetap tegak berdiri selaras dengan heritage yang dibangun Frank & co. selama tiga puluh tahun terakhir. Petronella Soan, Chief Operating Officer dari Central Mega Kencana, mengungkapkan bahwa perayaan ini adalah bentuk dedikasi bagi perjalanan panjang yang telah ditempuh.
“Tiga dekade Frank & co. berkarya, kami ingin merayakan legacy ini di tempat yang memiliki jiwa dan sejarah. Eksibisi ini merupakan sebuah narasi imersif tentang perjalanan, ketangguhan, makna, dan cinta yang kami persembahkan selama 30 tahun ini untuk Indonesia,” ujar Petronella Soan.
Narasi besar yang diusung dalam perayaan ini, “When You Know, You Know”, berbicara tentang sebuah kepastian emosional. Rolly Soesanto, General Manager Frank & co., menjelaskan bahwa tema tersebut menggambarkan bagaimana kualitas terbaik tidak perlu banyak penjelasan untuk bisa dikenali. Ada sebuah insting yang muncul saat seseorang bertemu dengan cinta yang tulus maupun perhiasan dengan standar tertinggi.

“Melalui tema ‘When You Know, You Know’, kami ingin menyoroti sebuah kepastian yang tak tergoyahkan. Sama seperti cinta sejati yang dapat dirasakan seketika tanpa perlu banyak penjelasan, kualitas berlian alami Frank & co. pun bicara dengan sendirinya. Exhibition ini adalah cara kami mengajak masyarakat untuk memahami bahwa saat Anda dihadapkan pada kualitas terbaik dan cinta yang tulus, hati Anda akan langsung mengetahuinya. When you know the quality, you know it’s Frank & co.,” jelas Rolly Soesanto.
Di dalam eksibisi ini, pengunjung dibawa melintasi lorong waktu. Dimulai dari proses geologis pembentukan berlian hingga masuk ke ruang-ruang yang memamerkan kemahiran tangan para pengrajin dalam membentuk koleksi ikonik. Salah satu yang mencuri perhatian tentu saja Frank Fire. Ini bukan sekadar berlian; ia adalah hasil kurasi yang sangat ketat di mana hanya kurang dari satu persen dari populasi berlian alami terbaik di dunia yang bisa menyandang nama tersebut.
Ketelitian Frank & co. dalam menjaga standar kualitas terlihat dari parameter evaluasi yang melampaui standar umum. Setiap butir Frank Fire dinilai berdasarkan 12 parameter dan mengantongi sertifikasi ganda dari Gemological Institute of America (GIA) serta Sarine Technologies. Kehadiran laser inscription pada bagian girdle berlian menjadi identitas eksklusif yang menjamin bahwa apa yang melingkar di jemari adalah mahakarya yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain koleksi teknis seperti Frank Fire, eksibisi ini juga menampilkan sisi artistik melalui berbagai kolaborasi. Ada koleksi See the Light yang digarap bersama Maudy Ayunda, hingga Love Poetry Collection yang lahir dari tangan kreatif desainer Monica Ivena. Tak ketinggalan, arsip koleksi masa lalu juga dipamerkan, memberikan gambaran bagaimana brand ini berevolusi namun tetap setia pada standar edukasi 4C yang mereka pelopori.
Melalui perayaan tiga dekade ini, Frank & co. seolah ingin mengingatkan kembali bahwa perhiasan bukan sekadar aksesori pelengkap penampilan. Ia adalah penyimpan memori, simbol pencapaian, dan saksi dari janji-janji yang diucapkan. Di tengah riuhnya tren yang datang dan pergi, Frank & co. tetap berdiri pada prinsip keaslian dan hubungan emosional yang mendalam dengan pelanggannya. Karena pada akhirnya, ketika Anda menemukan yang terbaik, hati Anda akan berbisik dengan sendirinya bahwa inilah pilihan yang tepat./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk

















