<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jerome Kurnia Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<atom:link href="https://journeyofindonesia.com/tag/jerome-kurnia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/jerome-kurnia/</link>
	<description>Journey of Indonesia fokus pada perkembangan pariwisata Indonesia, meng-explore budaya, hiburan, life style, kesehatan, hiburan di tanah air</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Jan 2026 05:18:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Jerome Kurnia Archives | Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</title>
	<link>https://journeyofindonesia.com/tag/jerome-kurnia/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198252186</site>	<item>
		<title>&#8220;Penerbangan Terakhir&#8221; Ketika Karisma di Balik Kokpit Menjadi Jerat Manipulasi</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/penerbangan-terakhir-ketika-karisma-di-balik-kokpit-menjadi-jerat-manipulasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2026 05:15:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[Benni Setiawan]]></category>
		<category><![CDATA[Bioskop]]></category>
		<category><![CDATA[Drama]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Jerome Kurnia]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Manipulatif]]></category>
		<category><![CDATA[Nadya Arina]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Penerbangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[Pilot]]></category>
		<category><![CDATA[Pramugari]]></category>
		<category><![CDATA[Tony Ramesh]]></category>
		<category><![CDATA[VMS Studio]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=21289</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Dunia penerbangan yang identik dengan prestise dan ketegasan menjadi latar belakang yang mencekam dalam karya terbaru sutradara Benni Setiawan. Film bertajuk &#8220;Penerbangan Terakhir&#8221; persembahan VMS Studio ini bukan sekadar menyuguhkan skandal di angkasa, melainkan sebuah refleksi mendalam mengenai fenomena hubungan toksik yang kerap menghantui perempuan. Dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 15 Januari [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/penerbangan-terakhir-ketika-karisma-di-balik-kokpit-menjadi-jerat-manipulasi/">&#8220;Penerbangan Terakhir&#8221; Ketika Karisma di Balik Kokpit Menjadi Jerat Manipulasi</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>JAKARTA &#8211; Dunia penerbangan yang identik dengan prestise dan ketegasan menjadi latar belakang yang mencekam dalam karya terbaru sutradara Benni Setiawan. Film bertajuk &#8220;<a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/penerbangan-terakhir-ungkap-sisi-kelam-dan-manipulasi-dunia-aviasi/">Penerbangan Terakhir</a>&#8221; persembahan <a href="https://www.instagram.com/vmstudioid/">VMS Studio</a> ini bukan sekadar menyuguhkan skandal di angkasa, melainkan sebuah refleksi mendalam mengenai fenomena hubungan toksik yang kerap menghantui perempuan. Dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 15 Januari 2026, film ini membawa pesan kuat tentang pentingnya mengenali taktik &#8220;ganteng-ganteng manipulatif&#8221; yang dibalut dengan kemapanan profesi.</p>



<p>Sentral cerita berfokus pada Tiara, seorang pramugari baru yang diperankan oleh <strong>Nadya Arina</strong>. Melalui sudut pandang Tiara yang masih minim pengalaman dalam dinamika percintaan, penonton diajak menyelami bagaimana rayuan halus dan karisma bisa berubah menjadi jerat emosional yang mematikan. Tiara menjadi representasi dari kerentanan banyak perempuan saat berhadapan dengan sosok seperti Kapten Deva, pilot muda yang diperankan oleh <strong>Jerome Kurnia</strong>.</p>



<p>Nadya Arina mengungkapkan bahwa dinamika karakter dalam film ini memiliki relevansi yang sangat kuat dengan realitas sosial saat ini. Meski dibungkus dalam profesi yang spesifik, esensi ceritanya dapat terjadi pada siapa saja dan di mana saja. Menurutnya, karakter Tiara adalah simbol kemenangan bagi setiap perempuan yang berani untuk bangkit dari keterpurukan.</p>



<p>“Meski latar belakang dunia di film ini adalah dunia penerbangan, tetapi menurutku secara cerita dan dinamika karakter akan banyak relate ke penonton. Karena cerita yang dialami Tiara itu bisa terjadi di mana saja dan oleh siapa saja. Ini sering terjadi di sekitar kita,” ujar Nadya Arina saat memberikan gambaran mengenai kedalaman cerita film ini. </p>



<p>Ia juga menekankan pentingnya intuisi dalam menjalin hubungan, terutama saat seseorang mulai memberikan perhatian yang terasa tidak wajar. “Kalau ada laki-laki yang sudah kasih pujian berlebihan, nah itu sudah waktunya untuk mundur perlahan. Jangan sampai nantinya terjebak di hubungan yang manipulatif,” tambah Nadya Arina.</p>



<p>Di sisi lain, Jerome Kurnia yang memerankan Kapten Deva harus berjibaku dengan kompleksitas emosi yang naik turun. Memerankan sosok yang manipulatif menuntut Jerome untuk mengeksplorasi sisi gelap dari seorang pria yang tampak sempurna di luar namun rapuh dan destruktif di dalam. Salah satu tantangan terberatnya adalah saat harus memerankan adegan yang menunjukkan keputusasaan Deva dalam mempertahankan kendali atas korbannya.</p>



<p>“Kapten Deva ini memang sangat kompleks orangnya. Tapi satu yang paling sulit adalah ada satu adegan pertengkaran antara Deva dan Tiara, di mana Deva itu ingin mengambil kembali cintanya si Tiara dan di situ ada pertengkaran hebat yang terjadi dan naik turunnya secara emosi susah sekali. Karena emosinya susah, kamera angle-nya susah,” ungkap Jerome Kurnia mengenai pengalaman syutingnya yang penuh tekanan emosional.</p>



<p>Produksi yang melibatkan produser Tony Ramesh dan produser eksekutif Shalu T.M. ini telah menarik perhatian publik bahkan sebelum perilisan resminya. &#8220;Penerbangan Terakhir&#8221; berhasil masuk dalam daftar Hot Picks oleh media internasional Variety, sebuah pengakuan yang mempertegas kualitas sinematografi dan narasinya. Antusiasme ini terbukti nyata dengan ludesnya tiket di 10 kota saat sesi pemutaran spesial pada 10–11 Januari lalu, meliputi Jakarta, Tangerang, Palembang, hingga Makassar.</p>



<p>Bagi pihak studio, film ini mengemban misi edukasi yang lebih besar daripada sekadar hiburan layar lebar. Melalui perjalanan hidup Tiara dan keterlibatannya dengan Aghni Haque dalam pusaran konflik tersebut, penonton diharapkan dapat belajar dari kesalahan dan menemukan kekuatan untuk memulihkan diri.</p>



<p>“Bagi kami di VMS Studio, cerita ini penting untuk diceritakan, sebagai bagian dari edukasi. Belajar dari pengalaman, apapun kesalahan kita, kita bisa bangkit dari kesalahan itu, dan karakter Tiara menunjukkannya,” ujar<em> produser</em> <strong>Tony Ramesh</strong> menegaskan visi di balik layar film ini.</p>



<p>&#8220;Penerbangan Terakhir&#8221; menjanjikan sebuah tontonan yang tidak hanya mengaduk emosi, tetapi juga memberikan keberanian bagi mereka yang merasa terjebak dalam situasi serupa. Pastikan Anda menyaksikan bagaimana Tiara menavigasi turbulensi hidupnya di bioskop-bioskop kesayangan Anda mulai 15 Januari 2026./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | Nuhaa</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/penerbangan-terakhir-ketika-karisma-di-balik-kokpit-menjadi-jerat-manipulasi/">&#8220;Penerbangan Terakhir&#8221; Ketika Karisma di Balik Kokpit Menjadi Jerat Manipulasi</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">21289</post-id>	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Penerbangan Terakhir&#8221; Ungkap Sisi Kelam dan Manipulasi Dunia Aviasi</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/penerbangan-terakhir-ungkap-sisi-kelam-dan-manipulasi-dunia-aviasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2025 06:03:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[Aghniny Haque]]></category>
		<category><![CDATA[Benni Setiawan]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Jerome Kurnia]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Nadya Arina]]></category>
		<category><![CDATA[Nadya Arina & Aghniny Haque Tampil Emosional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[official trailer]]></category>
		<category><![CDATA[Penerbangan Terakhir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=21081</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Dunia penerbangan yang kerap dicitrakan dengan kemewahan dan profesionalisme tinggi menyimpan sisi lain yang penuh dengan dinamika emosional. VMS Studio mencoba membedah narasi tersebut melalui film terbaru mereka berjudul &#8220;Penerbangan Terakhir&#8220;. Lewat peluncuran cuplikan resmi (official trailer) pada Senin (22/12/2025), film ini menjanjikan sebuah drama intens yang melibatkan persilangan takdir antara seorang pilot [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/penerbangan-terakhir-ungkap-sisi-kelam-dan-manipulasi-dunia-aviasi/">&#8220;Penerbangan Terakhir&#8221; Ungkap Sisi Kelam dan Manipulasi Dunia Aviasi</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>JAKARTA &#8211; Dunia penerbangan yang kerap dicitrakan dengan kemewahan dan profesionalisme tinggi menyimpan sisi lain yang penuh dengan dinamika emosional. VMS Studio mencoba membedah narasi tersebut melalui film terbaru mereka berjudul &#8220;<a href="https://m.21cineplex.com/id/movies/16PTER">Penerbangan Terakhir</a>&#8220;. Lewat peluncuran cuplikan resmi (official trailer) pada Senin (22/12/2025), film ini menjanjikan sebuah drama intens yang melibatkan persilangan takdir antara seorang pilot dan dua pramugari dalam pusaran skandal yang provokatif.</p>



<p>Film yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop pada 15 Januari 2026 ini menempatkan <strong><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Jerome_Kurnia">Jerome Kurnia</a></strong> sebagai Kapten Deva, pusat dari segala konflik. Deva digambarkan sebagai sosok kapten pilot yang kharismatik namun menyimpan lapisan manipulasi yang tebal. Kehadirannya menjadi awal dari kerumunan emosi yang melibatkan Tiara (<strong>Nadya Arina</strong>), seorang pramugari muda yang baru mengenal dunia dirgantara, serta Nadia (<strong>Aghniny Haque</strong>), pramugari senior yang memiliki sejarah kelam bersama sang kapten.</p>



<p>Sutradara <strong>Benni Setiawan</strong> membawa penonton menyelami bagaimana sebuah hubungan profesional bisa berubah menjadi jeratan obsesi. Produser VMS Studio, Tony Ramesh, mengungkapkan bahwa ide cerita ini berangkat dari fenomena sosial yang kerap menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat namun jarang tervisualisasikan secara jujur di layar lebar. </p>



<p>“Penerbangan Terakhir menjadi film pertama <a href="https://www.instagram.com/vmstudioid/">VMS Studio</a> yang akan tayang di bioskop pada tahun 2026. Kami selalu menghadirkan cerita-cerita yang beragam, dan yang terbaru adalah Penerbangan Terakhir. Kisah ini terinspirasi dari kejadian yang ada di sekitar masyarakat, lalu sempat jadi perbincangan yang ramai lagi belakangan ternyata. Untuk itu kami mempertimbangkan merilis film ini di awal tahun, untuk memberikan sesuatu ke penonton tentang cerita yang sering kita dengar tapi tidak pernah dilihat oleh masyarakat,” kata produser <strong><strong>Tony Ramesh</strong></strong> menjelaskan visi di balik produksi ini.</p>



<p>Hal menarik yang ditonjolkan dalam film ini adalah kedalaman karakter yang tidak diposisikan secara dikotomis antara baik dan jahat. Jerome Kurnia, yang melakukan observasi mendalam melalui workshop bersama pilot aktif demi mendalami perannya, menekankan bahwa film ini adalah sebuah refleksi kemanusiaan yang sangat jujur.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/Aghniny-Haque-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-21082" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/Aghniny-Haque-Ist.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/Aghniny-Haque-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/12/Aghniny-Haque-Ist-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Aghniny Haque (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>Bagi Jerome, dinamika antara Deva, Tiara, dan Nadia adalah cerminan dari pilihan-pilihan sulit dalam hidup. “Antara Kapten Deva, Tiara, dan Nadia, itu berada dalam sebuah situasi yang rumit. Ketiganya tidak benar-benar diposisikan sebagai siapa yang paling baik atau yang paling jahat. Mereka bertiga punya sudut pandang masing-masing yang akan membuat penonton berefleksi, masing-masing punya sisi negatif dan positifnya. Sangat human dramanya,” ujar Jerome Kurnia.</p>



<p>Keterlibatan Jerome dan Nadya Arina yang merupakan pasangan di kehidupan nyata memberikan tantangan tersendiri dalam membangun chemistry sebagai pasangan yang baru memulai perjalanan cinta. Nadya Arina menggambarkan karakter Tiara sebagai sosok yang bertumbuh lewat kepedihan. “Aku memerankan Tiara, yang sebenarnya adalah pramugari baru. Jadi dunia penerbangan itu baru baginya. Begitu pula dengan kisah percintaan, Tiara cukup baru. Ketika bertemu dengan Kapten Deva, Tiara akan menemukan masalah-masalah yang nantinya akan menjadi besar dan mengubah kehidupannya,” kata Nadya Arina.</p>



<p>Sisi kontroversial film ini diprediksi akan bertumpu pada karakter Nadia yang dimainkan oleh Aghniny Haque. Aktris yang biasanya akrab dengan peran fisik di genre aksi ini kini harus mengeksplorasi emosi yang lebih dalam dan cenderung obsesif. Karakter Nadia hadir sebagai pengganggu sekaligus korban dari sebuah sistem hubungan yang toksik.</p>



<p>Aghniny mengaku bahwa proses pendalaman karakter ini sangat menguras energi karena sifat karakter yang bertolak belakang dengan pribadinya. “Karakter Nadia itu bisa sangat membuat penonton antara membenci atau menaruh empati dengannya. Karena ada sisi obsesif dan kegilaan di dirinya. Proses pendalaman karakternya sangat intens. Nadia dan aku sangat bertolak belakang, dan aku bersyukur berada di film ini yang memberikan aku ruang untuk bereksplorasi di ruang drama dengan emosi yang sangat dalam,” ungkap Aghniny Haque.</p>



<p>Diproduseri oleh Tony Ramesh dan Shalu T.M., Penerbangan Terakhir juga turut diperkuat oleh penampilan Nasya Marcella dan Vintha Devina Bertha. Dengan jajaran pemain yang solid dan narasi yang berani, film ini diharapkan tidak hanya menjadi tontonan yang menghibur, tetapi juga memicu diskusi tentang batasan moralitas dan kejujuran dalam sebuah komitmen. Seluruh misteri di balik kabin pesawat ini akan terungkap sepenuhnya di bioskop-bioskop Indonesia mulai pertengahan Januari mendatang./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA </em></strong>| Ismed Nompo</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/penerbangan-terakhir-ungkap-sisi-kelam-dan-manipulasi-dunia-aviasi/">&#8220;Penerbangan Terakhir&#8221; Ungkap Sisi Kelam dan Manipulasi Dunia Aviasi</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">21081</post-id>	</item>
		<item>
		<title>“Perang Kota”, Sebuah Drama Cinta, Perjuangan, dan Pengkhianatan di Tengah Jakarta Pasca-Kemerdekaan</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/perang-kota-sebuah-drama-cinta-perjuangan-dan-pengkhianatan-di-tengah-jakarta-pasca-kemerdekaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2025 07:48:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[Ariel Tatum]]></category>
		<category><![CDATA[Chand Parwez Servia]]></category>
		<category><![CDATA[Chicco Jerikho]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Tak Ada Ujung]]></category>
		<category><![CDATA[Jerome Kurnia]]></category>
		<category><![CDATA[Perang Kota]]></category>
		<category><![CDATA[Roy Lolang]]></category>
		<category><![CDATA[Starvision]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=18158</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Sutradara kenamaan Indonesia, Mouly Surya, kembali hadir dengan karya terbarunya berjudul “Perang Kota”, sebuah film drama sejarah berlatar tahun 1946 yang mengangkat kisah cinta segitiga penuh gejolak di tengah kota Jakarta yang porak-poranda setelah kemerdekaan. Diadaptasi dari novel klasik Jalan Tak Ada Ujung karya Mochtar Lubis, film ini menyuguhkan perpaduan emosi, konflik batin, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/perang-kota-sebuah-drama-cinta-perjuangan-dan-pengkhianatan-di-tengah-jakarta-pasca-kemerdekaan/">“Perang Kota”, Sebuah Drama Cinta, Perjuangan, dan Pengkhianatan di Tengah Jakarta Pasca-Kemerdekaan</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>JAKARTA &#8211; Sutradara kenamaan Indonesia, <a href="https://www.instagram.com/moulysurya/?hl=en">Mouly Surya</a>, kembali hadir dengan karya terbarunya berjudul “<a href="https://www.youtube.com/watch?v=ud2aSOdY2f0">Perang Kota</a>”, sebuah film drama sejarah berlatar tahun 1946 yang mengangkat kisah cinta segitiga penuh gejolak di tengah kota Jakarta yang porak-poranda setelah kemerdekaan. Diadaptasi dari novel klasik Jalan Tak Ada Ujung karya Mochtar Lubis, film ini menyuguhkan perpaduan emosi, konflik batin, serta perjuangan melawan penjajahan dengan pendekatan sinematik yang kuat dan segar.</p>



<p>Film ini menggambarkan kehidupan Jakarta setahun setelah Indonesia merdeka, ketika Belanda, melalui Sekutu, berusaha kembali merebut kekuasaan. Di tengah pertempuran dan krisis, kita diajak menyelami kehidupan Isa (diperankan oleh Chicco Jerikho), seorang pejuang yang menghadapi trauma berat; Fatimah (Ariel Tatum), istrinya yang kesepian; dan Hazil (Jerome Kurnia), pemuda idealis yang menjadi pelarian batin Fatimah.</p>



<p>Konflik dalam “Perang Kota” tak hanya terjadi di medan pertempuran, tetapi juga di ruang-ruang pribadi yang rapuh: rumah tangga, relasi, dan jiwa manusia yang tengah mencari arti dan pegangan hidup.</p>



<p>Mouly Surya sengaja memilih latar gang-gang sempit kota Jakarta untuk menunjukkan bahwa perjuangan bukan hanya terjadi di jalan besar, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari rakyat biasa. Dengan menggunakan rasio layar 4:3, film ini menciptakan kesan klasik yang intim, memperkuat kedekatan emosional antara penonton dan karakter.</p>



<p>Sinematografi garapan Roy Lolang yang telah beberapa kali dinominasikan di FFI menghadirkan kontras visual yang unik: Jakarta tahun 1940-an digambarkan sebagai kota penuh warna sekaligus suram—menampilkan atmosfer kacau yang hidup namun penuh harap.</p>



<p>“Perang Kota” merupakan proyek kolaboratif lintas negara antara Indonesia, Singapura, Belanda, Prancis, Norwegia, Filipina, dan Kamboja. Diproduksi oleh Cinesurya, Starvision, dan Kaninga Pictures, film ini juga didukung oleh studio-studio ternama dunia seperti Giraffe Pictures, Volya Films, dan Shasha &amp; Co.</p>



<p>Film ini menggunakan teknologi audio Dolby Atmos untuk memberikan pengalaman menonton yang imersif, dengan tata suara dikerjakan oleh Vincent Villa di Kamboja dan desain suara foley oleh Yellow Cab Studio di Paris—studio yang juga terlibat dalam film-film pemenang Oscar seperti Fight Club dan Emilia Perez.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/04/Press-Conference-film-22Perang-Kota22-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-18160" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/04/Press-Conference-film-22Perang-Kota22-Ist.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/04/Press-Conference-film-22Perang-Kota22-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2025/04/Press-Conference-film-22Perang-Kota22-Ist-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Press Conference film Perang Kota (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>Karakter Isa digambarkan sebagai pria flamboyan yang tengah bergulat dengan ketidakberdayaan di ranjang dan tekanan sebagai pejuang. Sementara Fatimah hadir sebagai representasi perempuan tangguh yang tak hanya menghadapi konflik rumah tangga, tetapi juga tekanan sosial sebagai ibu rumah tangga pada masa itu. “Fatimah bukan antagonis,” kata Ariel Tatum. “</p>



<p>Ia adalah perempuan kuat yang mencoba bertahan di tengah perang, dan Mouly menampilkan sosok perempuan yang kompleks serta relevan hingga hari ini,” ungkapnya.</p>



<p>Melalui tema cinta di masa perang, krisis identitas, hingga isu gender, “Perang Kota” menawarkan nuansa baru dalam sinema Indonesia. Para produser menekankan bahwa film ini merupakan bentuk komitmen untuk mendukung eksplorasi cerita yang mendalam, berani, dan jarang diangkat oleh sineas Indonesia.</p>



<p>“Film ini membuka jalan baru bagi perfilman kita,” kata Chand Parwez Servia dari Starvision. “Kami percaya bahwa eksplorasi seperti ini akan memperkaya ragam cerita dan memberikan warna baru bagi industri film nasional”, tutupnya./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | Denny Natanael Pohan</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/perang-kota-sebuah-drama-cinta-perjuangan-dan-pengkhianatan-di-tengah-jakarta-pasca-kemerdekaan/">“Perang Kota”, Sebuah Drama Cinta, Perjuangan, dan Pengkhianatan di Tengah Jakarta Pasca-Kemerdekaan</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">18158</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kuasa Gelap: Film Horor Eksorsisme Pertama di Indonesia, Tayang 3 Oktober 2024</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/kuasa-gelap-film-horor-eksorsisme-pertama-di-indonesia-tayang-3-oktober-2024/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Sep 2024 00:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[Andi Boediman]]></category>
		<category><![CDATA[Eksorsisme]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Ideosource Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[Jerome Kurnia]]></category>
		<category><![CDATA[Kuasa Gelap]]></category>
		<category><![CDATA[Paragon Pictures]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=15246</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA – Kuasa Gelap, film horor eksorsisme pertama yang diproduksi di Indonesia, siap menggetarkan layar bioskop mulai 3 Oktober 2024. Film ini menampilkan Jerome Kurnia sebagai Romo Thomas, seorang imam muda yang menghadapi ujian iman melalui ritual eksorsisme untuk menyelamatkan seorang remaja perempuan dari kuasa gelap. Disutradarai oleh Bobby Prasetyo, Kuasa Gelap mengisahkan Romo Rendra [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/kuasa-gelap-film-horor-eksorsisme-pertama-di-indonesia-tayang-3-oktober-2024/">Kuasa Gelap: Film Horor Eksorsisme Pertama di Indonesia, Tayang 3 Oktober 2024</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>JAKARTA – <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/ideosource-entertainment-dan-paragon-pictures-segera-produksi-film-genre-horor-kuasa-gelap/">Kuasa Gelap</a>, film horor eksorsisme pertama yang diproduksi di Indonesia, siap menggetarkan layar bioskop mulai 3 Oktober 2024. Film ini menampilkan Jerome Kurnia sebagai Romo Thomas, seorang imam muda yang menghadapi ujian iman melalui ritual eksorsisme untuk menyelamatkan seorang remaja perempuan dari kuasa gelap.</p>



<p>Disutradarai oleh Bobby Prasetyo, Kuasa Gelap mengisahkan Romo Rendra (diperankan oleh Lukman Sardi) dan Romo Thomas (Jerome Kurnia) yang harus bersatu melawan kekuatan jahat dalam upaya menyelamatkan Kayla (Lea Ciarachel). Film ini mengungkapkan sisi kelam dari ritual eksorsisme Katolik, yang jarang terekspos di Indonesia, dengan pendekatan realistis dan atmosfer yang mencekam.</p>



<p>Jerome Kurnia mengungkapkan tantangan yang ia hadapi dalam memerankan Romo Thomas. “Peran ini memberi saya pemahaman mendalam tentang eksorsisme, dari tata cara ritual hingga doa-doanya. Saya belajar banyak tentang kekuatan iman dalam menghadapi ancaman yang luar biasa,” kata Jerome.</p>



<p>Produser <em>Robert Ronny</em>, menekankan bahwa film ini tidak hanya menampilkan ketegangan horor, tetapi juga menggali sisi emosional dan spiritual yang kuat. “Kami ingin menyajikan horor yang berakar pada riset mendalam, dengan cerita yang penuh makna dan spiritualitas,” jelas Robert.</p>



<p>Produser eksekutif Andi Boediman menambahkan, “Kuasa Gelap merupakan upaya kami untuk mempersembahkan sesuatu yang berbeda bagi perfilman Indonesia. Film ini tidak hanya menakutkan, tetapi juga menawarkan kedalaman emosional yang jarang ditemui dalam film horor.”</p>



<p>Diproduksi oleh <em><a href="https://paragonpictures.id">Paragon Pictures</a></em> dan <em><a href="https://ideosourceentertainment.com">Ideosource Entertainment</a></em>, dengan dukungan dari Anami Pictures, Netzme, Nuon Digital Indonesia, KMIF, dan Legacy Pictures, Kuasa Gelap menghadirkan aktor-aktor papan atas seperti Jerome Kurnia, Lukman Sardi, Astrid Tiar, Lea Ciarachel, Freya JKT48, dan Delia Husein.</p>



<p>Film ini menjanjikan pengalaman horor yang tak terlupakan, dibalut dengan riset mendalam mengenai eksorsisme Katolik yang memberikan perspektif baru bagi penonton Indonesia. Jangan lewatkan film yang mulai tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 3 Oktober 2024ini.</p>



<p>Untuk informasi lebih lanjut, ikuti akun Instagram resmi @kuasagelap.id dan @paragonpictures.id. Kuasa Gelap tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 3 Oktober 2024!/ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | Ismed Nompo</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/kuasa-gelap-film-horor-eksorsisme-pertama-di-indonesia-tayang-3-oktober-2024/">Kuasa Gelap: Film Horor Eksorsisme Pertama di Indonesia, Tayang 3 Oktober 2024</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">15246</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dalami Peran di &#8220;Luka Cinta&#8221;, Dinda Kirana Bikin Observasi dan Jerome Kurnia Jajal Kemampuan di Dunia Sinetron</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/dalami-peran-di-luka-cinta-dinda-kirana-bikin-observasi-dan-jerome-kurnia-jajal-kemampuan-di-dunia-sinetron/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Sep 2024 00:46:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[Anjani Dina]]></category>
		<category><![CDATA[Billy Davidson]]></category>
		<category><![CDATA[Dinda Kirana]]></category>
		<category><![CDATA[Jerome Kurnia]]></category>
		<category><![CDATA[Journey of Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Luka Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[SCTV]]></category>
		<category><![CDATA[SinemArt]]></category>
		<category><![CDATA[Sinetron]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://journeyofindonesia.com/?p=15024</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Sinetron terbaru SCTV &#8220;Luka Cinta&#8221; yang dibintangi oleh Dinda Kirana, Jerome Kurnia, Billy Davidson, dan Anjani Dina mampu menyita perhatian pemirsa pada penayangan perdananya. Cerita yang dibangun dari trauma masa kecil yang dialami Salma (Dinda Kirana), yang berkesinambungan dengan jalinan kisah persahabatannya bersama Argo (Jerome Kurnia) dan Dinda (Anjani Dina), serta William (Billy [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/dalami-peran-di-luka-cinta-dinda-kirana-bikin-observasi-dan-jerome-kurnia-jajal-kemampuan-di-dunia-sinetron/">Dalami Peran di &#8220;Luka Cinta&#8221;, Dinda Kirana Bikin Observasi dan Jerome Kurnia Jajal Kemampuan di Dunia Sinetron</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>JAKARTA &#8211; Sinetron terbaru <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/sinetron-my-heart-jadi-ajang-comebacknya-immanuel-cesar-hito-setelah-vakum-selama-2-tahun/">SCTV</a> &#8220;Luka Cinta&#8221; yang dibintangi oleh Dinda Kirana, Jerome Kurnia, Billy Davidson, dan Anjani Dina mampu menyita perhatian pemirsa pada penayangan perdananya.</p>



<p>Cerita yang dibangun dari trauma masa kecil yang dialami Salma (Dinda Kirana), yang berkesinambungan dengan jalinan kisah persahabatannya bersama Argo (Jerome Kurnia) dan Dinda (Anjani Dina), serta William (Billy Davidson) yang terus menaruh perhatian kepada Salma, menjadi rangkaian kisah menarik untuk terus disimak di sinetron &#8220;Luka Cinta&#8221; ini.</p>



<p>Sebagai pemeran utama di sinetron produksi <em><a href="https://www.google.com/search?client=safari&amp;rls=en&amp;q=SinemArt&amp;ie=UTF-8&amp;oe=UTF-8">SinemArt</a></em> ini, <strong>Dinda Kirana</strong> mengakui harus melakukukan observasi mendalam untuk memahami karakternya sebagai Salma. &#8220;Karakter ini luar biasa menantang, aku benar-benar harus memahami trauma dan kompleksitas emosional yang dialami Salma,” ungkap Dinda dalam sesi wawancara eksklusif yang dilakukan secara daring pada Kamis (5/9/2024) lalu.</p>



<p>“Dari kecil Salma menyaksikan ibunya disiksa oleh ayahnya, bahkan ketika tertidur pun, mimpi buruk selalu menghantui tentang kekerasan itu,” ungkap Dinda Kirana lagi.</p>



<p>Tak hanya itu, Salma juga mengalami pelecehan dari atasannya di tempatnya bekerja. Sebagai staf HRD dirinya menghadapi masalah ketika bosnya, Airlangga (Bizael Tanasale) mencoba mendekatinya dan membuat traumanya semakin buruk.</p>



<p>Namun sebagai gadis yang terbilang mandiri, Salma mencoba menjalani hidupnya. Di tengah situasi sulit, akhirnya Salma bertemu dengan William, yang ternyata secara diam-diam juga dicintai oleh Dinda, sahabatnya.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="740" height="370" src="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2024/09/Sinetron-Luka-Cinta-Ist.jpg" alt="" class="wp-image-15026" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2024/09/Sinetron-Luka-Cinta-Ist.jpg 740w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2024/09/Sinetron-Luka-Cinta-Ist-300x150.jpg 300w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2024/09/Sinetron-Luka-Cinta-Ist-360x180.jpg 360w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em>Sinetron Luka Cinta (Ist)</em></figcaption></figure>
</div>


<p>Selanjutnya aktor <strong>Jerome Kurnia</strong> yang banyak membintangi film layar lebar kini terjun ke dunia sinetron. Pilihannya jatuh di sinetron “Luka Cinta” yang tayang di SCTV sejak 2 September 2024 lalu.</p>



<p>Disinggung soal kenapa dirinya mau bermain di sinetron, Jerome mengungkapkan sebagai aktor dirinya tidak merasa puas dimana berawal dari teater dan dirinya berkesempatan bermain film.</p>



<p>“Dari film aku bertemu dengan orang-orang yang berbeda, dan akhirnya berkesempatan main series. Sebetulnya aku dapat tawaran untuk sinetron dari tahun lalu dan sudah tertarik pada saat itu tapi entah kenapa saat itu belum merasa pas. Sampailah di awal tahun ini, aku ditawari oleh Sinemart berjudul ‘Luka Cinta’. Mengetahui jalan ceritanya aku jadi sangat tertarik,” urainya.</p>



<p>Ketika ditanya perbedaan antara film dan sinetron, Jerome menyebutkan bahwa perbedaannya lumayan banyak. &#8220;Berbeda pastinya, aku suka berfikir perumpamaan yang aku gunakan. Perumpamaan pelukis, di film kita melukis pakai cat air sedangkan disini aku pakai cat minyak. Jadi aku harus belajar ulang lagi, walaupun aku bisa melukis, tapi aku harus belajar lagi gimana teknik melukis dengan cat minyak,” akunya.</p>



<p>Bagi para penggemar drama yang penuh konflik emosional, jangan lewatkan Luka Cinta yang hadir setiap hari di layar SCTV. Alur cerita yang semakin menarik dan penuh kejutan membuat sinetron ini layak untuk ditonton./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong> | iBonk</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/dalami-peran-di-luka-cinta-dinda-kirana-bikin-observasi-dan-jerome-kurnia-jajal-kemampuan-di-dunia-sinetron/">Dalami Peran di &#8220;Luka Cinta&#8221;, Dinda Kirana Bikin Observasi dan Jerome Kurnia Jajal Kemampuan di Dunia Sinetron</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">15024</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dilan 1991, Kembalinya si Raja Gombal Yang Berujung Perpisahan</title>
		<link>https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/dilan-1991-kembalinya-si-raja-gombal-yang-berujung-perpisahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yulia Dewi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Mar 2019 08:43:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[FIlm]]></category>
		<category><![CDATA[Dilan 1991]]></category>
		<category><![CDATA[Fajar Bustomi]]></category>
		<category><![CDATA[Falcon Pictures]]></category>
		<category><![CDATA[Giulio]]></category>
		<category><![CDATA[Iqbaal Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Jerome Kurnia]]></category>
		<category><![CDATA[Max Pictures]]></category>
		<category><![CDATA[Pidi Baiq]]></category>
		<category><![CDATA[Vanesha Priscilla]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wp.journeyofindonesia.com/?p=732</guid>

					<description><![CDATA[<p>Romantika kisah sepasang remaja Dilan dan Milea menjadi sebuah kisah manis di tahun 2018 lalu. Film produksi Falcon Pictures dan Max Pictures ini berhasil meraup jumlah penonton terbanyak di tahun 2018. Selama 45 hari penayangannya Dilan 1990 berhasil memperoleh sekitar 6.250.000 penonton. Sebuah prestasi yang membanggakan bagi film bernuansa roman remaja era 90 an. Film [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/dilan-1991-kembalinya-si-raja-gombal-yang-berujung-perpisahan/">Dilan 1991, Kembalinya si Raja Gombal Yang Berujung Perpisahan</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Romantika kisah sepasang remaja Dilan dan Milea menjadi sebuah kisah manis di tahun 2018 lalu. Film produksi <em>Falcon Pictures</em> dan <em>Max Pictures</em> ini berhasil meraup jumlah penonton terbanyak di tahun 2018. Selama 45 hari penayangannya Dilan 1990 berhasil memperoleh sekitar 6.250.000 penonton. Sebuah prestasi yang membanggakan bagi film bernuansa roman remaja era 90 an.</p>



<p>Film yang diangkat dari novel karya <strong>Pidi Baiq</strong> inipun kemudian dibuatkan sekuelnya yang berjudul Dilan 1991. Rasa penasaran akan kelanjutan kisah sepasang remaja SMA ini pun kemudian menjadi sebuah rekor baru di industri film Tanah Air. Dilan 1991 sanggup meraih penonton tercepat dalam meraih jumlah penonton pada 5 hari penayangannya. Dilan 1991 yang resmi tayang sejak 28 Februari 2019 ini memperoleh pencapaian yang luar biasa.</p>



<p>Lalu apakah kisah kasih mereka masih mempesona? Berikut <em>JourneyOfIndonesia</em> mencoba mengulasnya.</p>



<p>Jika dalam cerita Dilan 1990 Dilan (<strong>Iqbaal Ramadhan</strong>) masih berusaha PDKT kepada Milea (<strong>Vanesha Priscilla</strong>), di sekuelnya kali ini kita akan melihat bagaimana Dilan dan Milea berpacaran.</p>



<p>Kalau di Dilan 1990 rayuan Dilan sanggup membuat cewek manapun <em>klepek klepek</em>, di sekuelnya kali ini Dilan hanya mampu menghadirkan gombalan-gombalan yang terasa &#8216;<em>garing</em>&#8216; ketika di dengar. Sutradara terlihat memaksakan karakter Dilan yang tadinya puitis jadi biasa saja bagi yang mendengar, karena selalu diulang-ulang.</p>



<p>Kisah berawal dari adegan manis Dilan dan Milea yang baru saja merajut cinta. Hari-hari mereka lalui layaknya sepasang remaja yang berpacaran. Ibarat coklat, manis, apapun yang mereka lakukan selalu berdua.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" width="640" height="359" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/Dilan_1991_Ist.jpg" alt="" class="wp-image-734" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/Dilan_1991_Ist.jpg 640w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/Dilan_1991_Ist-300x168.jpg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption><em>Adegan Dilan 1991 (Ist)</em></figcaption></figure></div>



<p>Namun kebahagian mereka tidak berlangsung lama, di sekuel kali ini penonton disuguhi dengan sikap Milea yang bingung dengan sikap Dilan. Dilan yang di cap <em>bad boy</em> ini masih jalan bersama geng motornya. Berkali-kali Milea ngambek, namun Dilan seakan cuek dengan kekhawatiran Milea.</p>



<p>Dalam satu momen, ulah Dilan berujung penangkapan oleh kepolisian terhadap dirinya. Konflik pada Dilan 1990 dilanjutkan di sini, Dilan pun terlibat kembali perkelahian dengan Anhar (<strong>Giulio</strong>). Namun Milea sadar kalau perkelahian Dilan adalah karena membela dirinya yang pernah ditampar Anhar pada episode sebelumnya.</p>



<p>Milea yang khawatir dengan Dilan akhirnya berujung pertengkaran mewarnai kisah cinta mereka. Sifat cuek Dilan membuat Milea patah hati, lalu munculah sosok baru dalam kisah cinta mereka berdua.</p>



<p>Milea yang memang sedang berjarak dengan Dilan akhirnya didekati Yugo (<strong>Jerome Kurnia</strong>). Hubungan mereka pun renggang, Dilan emosi. Apalagi ditambah dengan Milea yang mengancam akan memutuskan Dilan jika masih bergabung dengan geng motornya.</p>



<p>Pada Dilan 1991 berbagai cobaan pun merintangi kisah cinta mereka. Belum lama mereka kembali merajut kasih, Milea kembali mendengar aksi kebrutalan geng motor, Akew sahabat Dilan meninggal karena dikeroyok geng motor. Hubungan mereka akhirnya diujung tanduk, Milea kembali memutuskan Dilan. Padahal di hatinya masih ada perasaan cinta, Milea pun galau.</p>



<p>Seperti kisah remaja pada umumnya, putus nyambung putus nyambung nggak jelas, mulai di sini adegan terasa lambat. Kegalauan yang digambarkan Milea pun jadi hambar, alih-alih menguras air mata kenyataannya malah jadi membosankan.</p>



<p>Jika pada Dilan 1990 banyak adegan dan momen manis antara Milea dan Dilan, di sini justru lebih banyak menghadirkan konflik antara mereka berdua. Kehadiran beberapa pemain baru seperti Hyugo seharusnya lebih bisa membuat jalan cerita lebih menarik, tapi kehadiran sosok Hyugo tidak dimanfaatkan dengan baik. Sayangnya kehadiran Hyugo hanya sekedar sempilan di tengah kegalauan hati Milea.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" width="640" height="359" src="https://wp.journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/Adegan_Dilan_1991_Ist.jpg" alt="" class="wp-image-735" srcset="https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/Adegan_Dilan_1991_Ist.jpg 640w, https://journeyofindonesia.com/wp-content/uploads/2021/06/Adegan_Dilan_1991_Ist-300x168.jpg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption><em>Adegan Dilan 1991 (Ist)</em></figcaption></figure></div>



<p>Begitu juga dengan kehadiran Pak Dedi, guru Bahasa Indonesia baru di sekolah Milea yang terpikat dengan Milea. Kehadiran keduanya pun tidak sanggup menggantikan porsi Milea terhadap Dilan.</p>



<p>Jika pada Dilan 1990 gombalan-gombalan manis Dilan kepada Milea sanggup membuat penonton tertawa geli, tidak terjadi di sekuelnya kali ini. Gombalan Dilan hanya sekedar ditampilkan mengingat sebelumnya Dilan dikenal dengan gombalannya yang romantis. Pada Dilan 1991 sama sekali tidak membekas di hati. Milea pun hanya mengungkapkan perasaan rindunya yang terus diulang-ulang. Terkesan <em>lebay </em>kali ini.</p>



<p>Romantisme Dilan memang terlihat sebagai daya jual di film ini. Tapi efeknya yang sekarang malah hambar dan membosankan. Apalagi ditambah dengan kemunculan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang hadir sebagai cameo pada kali ini. Adegan yang seharusnya bisa mendulang tawa, malah semakin aneh dan dipaksakan kehadirannya. Buyar ekspektasi tentang Dilan sebelum menontonnya.</p>



<p>Dari sisi visual, seperti sebelumnya menghadirkan momen di tahun 1990 an, sutradara <strong>Fajar Bustomi</strong> masih detail dalam menangkap momen tersebut. Dengan ditampilkannya beberapa pernah pernik tahun 90 an, begitupun uang yang dipegang Milea. Tapi tetap saja masih tidak sedetail Dilan 1990, pada Dilan 1991 hanya terkesan sekedar dihadirkan agar tampak nuansa tahun 1990 an.</p>



<p><em>Overall</em>, akting Iqbaal Ramadhan lebih bagus kali ini, beda halnya dengan Vanesha Priscilla yang masih terlihat canggung terutama pada adegan menangis.</p>



<p>Meskipun ada beberapa kekurangan dalam kisah Dilan 1991, namun rasa penasaran rupanya yang lebih memikat film ini. Dilan sanggup membangkitkan memorable kala masa SMA yang telah mengakar di benak penonton. Dilan sebelumnya lebih menampilkan bahasa-bahasa dialog verbal berupa gombalan manis terhadap Milea. Pada kali ini Dilan menampilkan sisi humanisnya yang tidak mau di kekang.</p>



<p>Kehidupan Dilan yang relatable dengan kondisi remaja saat itu, katanya sih. Dilan 1991 hanya sebuah cerita standar film roman remaja, meski dari sisi cerita cukup melelahkan. Namun <em>gesture </em>keduanya sanggup memunculkan sebuah ikonik baru dalam hubungan percintaan remaja. Seperti adegan ciuman yang diwakilkan oleh tangan masing-masing misalnya, atau suapan roti Milea kepada Dilan. Cukup membuat sebagian penonton terkoyak-koyak hatinya. Apalagi saat Milea menangis dan mengucapkan &#8220;Aku Sayang Kamu Dilan&#8221; siapapun yang melihatnya pasti jadi <em>baper</em>.</p>



<p>Dibalik kekurangan yang ada, lagi-lagi film ini mampu menyulut penggemar Dilan berbondong-bondong ke bioskop dan melahirkan tokoh remaja baru dalam industri film Indonesia. Meski tampil tidak sefenomenal Dilan 1990, Dilan 1991 mampu menghadirkan sebuah romansa cinta yang sederhana dan tidak kebablasan.</p>



<p>Dilan hanyalah sebuah kisah fiktif, yang sebetulnya tidak sepenuhnya relate dengan remaja tahun 1990an. Dilan hanya kisah fiktif dari si penulis yang akhirnya menghadirkan sosok yang penuh imajinasi dalam balutan film romantis yang sebetulnya sama sekali tidak terjadi pada remaja dikala itu. Jangankan memberi anak izin pacaran, keluar malampun harus diberondong dengan beragam pertanyaan.</p>



<p>Dilan yang mampu &#8216;<em>menghasut</em>&#8216; penonton dengan gombalan-gombalannya kemudian dihempaskan ke dalam skenario yang manis. Bagi penonton dewasa Dilan hanyalah sekedar hiburan dalam melepaskan penat setelah seminggu bekerja./ <strong><em>JOURNEY OF INDONESIA</em></strong></p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="jeg_video_container jeg_video_content"><iframe loading="lazy" title="Official Trailer Dilan 1991 | 28 Februari 2019 di Bioskop" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/nwhB2Hb7g5c?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
<p>The post <a href="https://journeyofindonesia.com/entertainment/film/dilan-1991-kembalinya-si-raja-gombal-yang-berujung-perpisahan/">Dilan 1991, Kembalinya si Raja Gombal Yang Berujung Perpisahan</a> appeared first on <a href="https://journeyofindonesia.com">Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">732</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
