Tuesday, May 12, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Menelusuri Wangi Daun Jati di Nasi Jamblang Mang Dul, Sebuah Simpul Rasa yang Melintasi Zaman

by Redaksi
11/05/2026
Reading Time: 4 mins read
Menelusuri Wangi Daun Jati di Nasi Jamblang Mang Dul, Sebuah Simpul Rasa yang Melintasi Zaman

Nasi Jamblang Mang Dul, Cirebon (iBonk)

Share on FacebookShare on Twitter

CIREBON – Cirebon selalu punya cara tersendiri untuk menyambut siapa pun yang datang melintasi batas kotanya. Bukan hanya melalui hembusan angin lautnya yang khas, namun melalui aroma harum daun jati yang menyelinap dari balik bungkus-bungkus nasi yang tersusun rapi. Di sudut Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, sebuah nama tetap berdiri tegak di tengah gempuran tren kuliner modern yang datang dan pergi. Nasi Jamblang Mang Dul bukan sekadar tempat makan; ia adalah altar bagi mereka yang mencari kemurnian rasa di “tanah suci” kuliner Kota Udang.

Memasuki tahun 2026 ini, wajah Mang Dul memang tampak lebih segar. Bangunan dua lantai yang kini berdiri kokoh memberikan kenyamanan lebih bagi para pelancong. Namun, begitu kaki melangkah masuk, memori sejarah seolah ditarik kembali ke masa lampau.

Baca juga :

Plesiran, Titik Temu Hangat Kolaborasi Fashion Lokal di Dwangsa9

Ambisi ESG Xiaomi 2025, Integrasi Teknologi Pintar dan Ekosistem Rendah Karbon

Latih Soft Skill, Artotel Harmoni Gelar Kelas Etiket dan Public Speaking Anak

Penggunaan daun jati sebagai alas nasi bukan sekadar estetika, melainkan warisan fungsional yang konon berakar sejak zaman pembangunan Jalan Raya Pos era Daendels. Pori-pori daun jati yang mampu menjaga nasi tetap awet dan memberikan aroma khas menjadi benang merah yang menghubungkan masa lalu dengan lidah generasi masa kini.

Sepiring nasi jamblang Mang Dul (iBonk)

Perjalanan panjang ini dimulai oleh sosok Muhammad Abdullah, atau yang lebih dikenal sebagai Mang Dul, pada tahun 1970. Dari sebuah usaha kecil yang dijajakan secara berkeliling, kini tongkat estafet kepemimpinan berada di tangan generasi kedua, Ibu Fitri. Meski zaman telah bertransformasi ke arah digital, prinsip dasar di dapur Mang Dul tidak pernah bergeser satu inci pun. Dedikasi terhadap keaslian rasa inilah yang membuat pelanggan rela mengantre panjang demi seporsi nasi jamblang yang autentik.

“Kami tetap menjaga resep asli dari bapak (Mang Dul). Meskipun sekarang zamannya serba cepat, proses masak tetap tradisional supaya rasanya nggak berubah. Di hari libur, kami bisa menghabiskan lebih dari 4 kuintal beras. Kuncinya cuma satu, yakni ikhlas melayani dan konsisten pada bumbu,” ujar Fitri dengan nada penuh syukur.

Daya tarik utama di sini terletak pada meja prasmanannya yang sanggup memantik fenomena “lapar mata”. Lebih dari 20 jenis lauk berjejer rapi, menanti untuk dipilih. Di barisan terdepan, cumi hitam atau balakutak selalu menjadi primadona yang tak tergoyahkan. Teksturnya yang empuk berpadu dengan tinta hitam yang gurih dan sedikit sentuhan manis, menciptakan harmoni rasa yang begitu dalam di lidah. Tak jauh dari sana, paru goreng yang diiris tipis menawarkan sensasi garing di luar namun tetap juicy di dalam, menjadi pendamping sempurna bagi sambal goreng iris yang pedasnya terasa segar karena tidak diulek halus.

Lupakan program diet sejenak, segera santap jeroan yang super enak ini (iBonk)

Pengalaman bersantap di Mang Dul juga memberikan perspektif menarik mengenai bagaimana sebuah tradisi beradaptasi. Bagi para wisatawan, tantangan terbesar bukanlah menemukan lokasi restoran ini, melainkan menahan diri agar tidak mengambil terlalu banyak lauk.

Hendra, seorang wisatawan asal Jakarta yang berkunjung pada Mei 2026, membagikan pengalamannya dengan antusias. “Makan di sini itu tantangan buat diet. Niatnya ambil satu nasi, pas lihat cumi hitam sama parunya, eh tiba-tiba di piring sudah ada lima macam lauk. Harganya juga masih sangat masuk akal buat ukuran tempat legendaris, sekitar Rp30 ribuan sudah kenyang bego!” tuturnya sembari menikmati suapan terakhirnya.

Sementara itu, bagi penikmat kuliner yang lebih mengutamakan kenyamanan, lantai dua restoran ini menjadi pelarian yang tepat. Dengan fasilitas pendingin ruangan, suasana di atas terasa lebih tenang dan cocok untuk keluarga. Walaupun bagi mereka yang baru pertama kali berkunjung lantai dua memang lebih nyaman, tetapi lantai bawah memiliki magnet tersendiri yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Beragam menu pilihan siap di pilih (iBonk)

“Aku lebih suka lantai dua karena ber-AC dan lebih tenang. Tapi kalau mau dapet ‘feel’ Cirebon banget, ya antre di bawah sambil lihat mbak-mbaknya ngitung lauk pake kecepatan cahaya!” ungkap Ira asal Jakarta yang beerkesempatan hadir besama keluarga.

Jika berencana mampir, ada baiknya mengatur strategi kunjungan. Restoran yang buka sejak pukul lima pagi hingga tengah malam ini memiliki jam-jam sibuk, terutama saat waktu sarapan. Datanglah sebelum pukul delapan pagi agar pilihan lauk masih dalam kondisi lengkap.

Mengingat ukuran nasi jamblang yang relatif kecil, jangan ragu untuk mengambil dua atau tiga bungkus nasi sejak awal agar tidak perlu kembali mengantre. Walaupun kini sistem pembayaran sudah mendukung QRIS dan teknologi digital lainnya, suasana tradisional Mang Dul tetap menjadi roh utama yang dicari oleh setiap pengunjung.

Nasi Jamblang Mang Dul adalah bukti nyata bahwa ketika kualitas rasa dijaga dengan hati, waktu tidak akan pernah mampu menggerusnya. Ia tetap menjadi destinasi wajib di Cirebon, tempat di mana aroma daun jati dan gurihnya balakutak bercerita tentang kesetiaan pada sebuah warisan keluarga./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk

Tags: Balakutak CirebonDestinasiJourney of IndonesiaKulinerKuliner CirebonKuliner Jawa BaratMakanan LegendarisNasi Jamblang Mang DulSejarah Nasi JamblangWisata Cirebon
Share114Tweet71

Related Posts

Raja Soto Lama Pak H. Suradi, Legenda Kuliner Sokaraja yang Menjaga Takhta Rasa Sejak 1978
Culinary

Raja Soto Lama Pak H. Suradi, Legenda Kuliner Sokaraja yang Menjaga Takhta Rasa Sejak 1978

05/05/2026
Hangatnya Aroma Roti Sourdough di Sudut BSD, Humble Baker Hadirkan Konsep ‘Homy’ untuk Semua Kalangan
Culinary

Hangatnya Aroma Roti Sourdough di Sudut BSD, Humble Baker Hadirkan Konsep ‘Homy’ untuk Semua Kalangan

25/04/2026
Tenya Tempura Tendon Ekspansi ke Jakarta Barat, Gerai Ketiga Resmi Hadir di Central Park Mall
Culinary

Tenya Tempura Tendon Ekspansi ke Jakarta Barat, Gerai Ketiga Resmi Hadir di Central Park Mall

01/03/2026
Lan Zhou Mee Tarik Hadirkan Kehangatan Mi Tarik Legendaris Lanzhou di Pesisir Jakarta
Culinary

Lan Zhou Mee Tarik Hadirkan Kehangatan Mi Tarik Legendaris Lanzhou di Pesisir Jakarta

08/01/2026
Sentuhan Birds of Paradise di Meja Makan, Menyesap Narasi Nusantara dalam Kolaborasi SEMAJA dan Purana
Culinary

Sentuhan Birds of Paradise di Meja Makan, Menyesap Narasi Nusantara dalam Kolaborasi SEMAJA dan Purana

18/12/2025
Next Post
Latih Soft Skill, Artotel Harmoni Gelar Kelas Etiket dan Public Speaking Anak

Latih Soft Skill, Artotel Harmoni Gelar Kelas Etiket dan Public Speaking Anak

ADVERTISEMENT

Recomended

Plesiran, Titik Temu Hangat Kolaborasi Fashion Lokal di Dwangsa9
Fashion

Plesiran, Titik Temu Hangat Kolaborasi Fashion Lokal di Dwangsa9

12/05/2026
Ambisi ESG Xiaomi 2025, Integrasi Teknologi Pintar dan Ekosistem Rendah Karbon
Gadget

Ambisi ESG Xiaomi 2025, Integrasi Teknologi Pintar dan Ekosistem Rendah Karbon

12/05/2026
Latih Soft Skill, Artotel Harmoni Gelar Kelas Etiket dan Public Speaking Anak
Hotels

Latih Soft Skill, Artotel Harmoni Gelar Kelas Etiket dan Public Speaking Anak

11/05/2026
Menelusuri Wangi Daun Jati di Nasi Jamblang Mang Dul, Sebuah Simpul Rasa yang Melintasi Zaman
Culinary

Menelusuri Wangi Daun Jati di Nasi Jamblang Mang Dul, Sebuah Simpul Rasa yang Melintasi Zaman

11/05/2026
Peringati Hari PMI, Dafam Express Jaksa Gelar Donor Darah
Hotels

Peringati Hari PMI, Dafam Express Jaksa Gelar Donor Darah

11/05/2026
Fleksibilitas Tanpa Batas, Nikmati Mewahnya Menginap 24 Jam Penuh di Kalibata
Hotels

Fleksibilitas Tanpa Batas, Nikmati Mewahnya Menginap 24 Jam Penuh di Kalibata

11/05/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.