JAKARTA – Bayangkan jika kita baru saja mendarat di Jakarta pada pukul dua dini hari setelah perjalanan bisnis yang melelahkan, atau mungkin tiba dengan kereta cepat Whoosh saat matahari baru saja terbit. Di banyak hotel konvensional, bisa jadi kita harus menunggu hingga siang hari hanya untuk mendapatkan akses kamar. Namun, kakunya aturan jam check-in dan check-out perlahan mulai ditinggalkan demi mengikuti ritme hidup masyarakat urban yang kian dinamis.
Membaca celah kebutuhan tersebut, Swiss-Belresidences Kalibata melakukan terobosan dengan meluncurkan program bertajuk “24 Hours Stay”. Inisiatif ini bukan sekadar promo biasa, melainkan sebuah redefinisi kenyamanan bagi para pelancong modern. Konsepnya sederhana namun sangat berdampak: tamu diberikan kebebasan untuk menentukan sendiri waktu kedatangan mereka dan berhak menikmati fasilitas kamar selama 24 jam penuh sejak kunci diterima.
Terletak di titik strategis Jakarta Selatan, hotel ini seolah menjadi oase bagi mereka yang mengutamakan efisiensi. Kedekatannya dengan Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Stasiun Whoosh, hingga akses Commuter Line, menjadikan durasi menginap 24 jam ini sebagai solusi logis bagi para pelancong transit maupun pebisnis yang memiliki jadwal padat namun tetap menginginkan istirahat berkualitas tanpa merasa “terburu-buru” oleh waktu check-out keesokan harinya.
Nungrudin Sukmawati selaku General Manager Swiss-Belresidences Kalibata menyampaikan “Kami melihat adanya perubahan pola perjalanan di mana fleksibilitas menjadi prioritas utama. Melalui program ‘24 Hours Stay’, kami ingin memberikan pengalaman menginap yang lebih relevan, di mana tamu dapat menikmati waktu mereka secara maksimal tanpa terbatas oleh aturan konvensional. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam menghadirkan layanan yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan tamu.”

Dengan harga yang ditawarkan mulai dari Rp850.000 net per malam, program ini memberikan nilai lebih dibandingkan dengan tarif standar yang biasanya membatasi gerak tamu pada jadwal kaku pukul 14.00 hingga 12.00 siang. Fleksibilitas ini tentu menjadi daya tarik kuat, terutama di tengah kompetisi industri perhotelan Jakarta yang mulai jenuh dengan penawaran fasilitas fisik semata namun kurang menyentuh aspek kenyamanan durasi.
Meski menawarkan kebebasan waktu, kenyamanan fisik tetap menjadi prioritas utama di hotel bintang empat ini. Swiss-Belresidences Kalibata tidak hanya dikenal karena fasilitas ballroom dan ruang pertemuannya yang mumpuni untuk kebutuhan korporasi, tetapi juga karena filosofi green living yang diusungnya. Adanya ruang terbuka hijau di tengah hiruk-pikuk kawasan Kalibata memberikan nuansa konservasi alam yang menyegarkan bagi para tamu setelah seharian beraktivitas di luar.
Program “24 Hours Stay” ini tersedia melalui pemesanan langsung ke hotel dan bergantung pada ketersediaan kamar pada hari tersebut. Sebagai catatan bagi calon tamu, waktu menginap akan dihitung presisi selama 24 jam sejak konfirmasi check-in dilakukan. Melalui langkah ini, Swiss-Belresidences Kalibata tidak hanya sekadar menyediakan tempat tidur, melainkan memberikan kendali penuh atas waktu kepada para tamunya sebuah kemewahan yang paling dicari oleh masyarakat produktif saat ini./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk


















