JAKARTA – Ritme kerja yang tak pernah benar-benar berhenti, notifikasi yang terus berdenting, dan hiruk-pikuk kota besar membuat banyak wisatawan Indonesia kini mencari sesuatu yang lebih dari sekadar mencentang daftar bucket list saat berlibur. Yang dicari adalah jeda yang benar-benar terasa yakni ruang untuk melambat, mengisi ulang energi, dan kembali terhubung dengan diri sendiri, tanpa harus melepas kenyamanan maupun kemewahan perjalanan itu sendiri.
Dari tren wellness tourism yang terus menanjak inilah nama Australia Barat kembali mencuat sebagai destinasi yang pas untuk pelarian yang menenangkan sekaligus premium.
Garis pantai yang masih murni, hutan Karri yang usianya ratusan tahun, kebun anggur kelas dunia, dan gaya hidup yang serba santai menjadi modal utama kawasan ini dalam menjawab kebutuhan itu.
Semua elemen tersebut dirangkum dalam satu perhelatan besar yakni Pair’d Margaret River Region, yang tahun ini memasuki edisi ketiganya dan dipastikan digelar pada 19 hingga 22 November 2026. Majalah kuliner delicious. bahkan menyebut festival ini “intentionally local and undeniably world-class”, sebuah pengakuan yang menegaskan posisi Pair’d bukan lagi festival kelas daerah, melainkan agenda yang mulai disejajarkan dengan panggung wine dan kuliner dunia.

Reputasi itu bukan tanpa bukti. Dalam usianya yang baru menginjak tahun ketiga, Pair’d sudah diselenggarakan oleh Tourism Western Australia bersama Mellen Events, We Are Gather, dan AHOY Management, dan sempat masuk jajaran lima besar festival terbaik dunia di ajang Eventex Awards, mengalahkan hampir 1.500 peserta dari berbagai negara.
Tahun ini, daftar nama besar yang hadir juga semakin panjang, mulai dari chef bintang Michelin Dave Pynt dari Burnt Ends Singapura, Matt Abé dari Bonheur London, Matt Abergel dari Yardbird Hong Kong, hingga pitmaster asal Amerika Serikat yang juga bintang Netflix, Rodney Scott. Margaret River WineWestern Australian Government
Bagi yang ingin menyusun itinerary Pair’d dengan konsep mindful recharge, pengalaman bisa dimulai dari titik bertemunya laut dan kemewahan: Pair’d Beach Club. Perhelatan ini akan mengambil alih pesisir Meelup Beach, menghadirkan pesta laut mewah racikan alumni Noma, Gus Stieffenhofer-Brandson dan Ben Ing.
Kaki menapak pasir, segelas wine pilihan di tangan, musik saksofon dan DJ set mengalun pelan seiring matahari yang mulai turun ke cakrawala Samudra Hindia yakni momen sederhana yang justru paling sulit didapat di tengah kesibukan kota. Dari pantai, perjalanan bisa berlanjut ke jantung hutan.

Salah satu agenda yang paling banyak dibicarakan tahun ini adalah Nature’s Table, jamuan makan siang yang digelar di tengah rimbunnya Tanah Marah Forest. Konsepnya sederhana namun dalam: melepas gawai sejenak, duduk di bawah kanopi pohon Karri purba, dan menikmati hidangan yang bahan-bahannya diambil langsung dari alam sekitar, dipadukan dengan Cabernet Sauvignon khas kawasan. Ada juga Ngilgi Reverie, sesi musik akustik yang digelar di dalam gua purba Ngilgi lewat pengalaman yang sulit ditemukan padanannya di festival kuliner mana pun.
Bagi pencinta arsitektur dan wine heritage, kunjungan ke kedai anggur legendaris seperti Vasse Felix yani perkebunan anggur pertama di kawasan ini siwktuatau Leeuwin Estate wajib masuk daftar. Selama festival berlangsung, kedua tempat ini menggelar jamuan makan malam eksklusif lewat rangkaian Wine Dinner, termasuk kolaborasi de’sendent dengan Sushi M di Leeuwin Estate, serta jamuan khusus Vasse Felix yang mempertemukan sommelier lokal dengan chef-chef bintang dunia, lengkap dengan koleksi private cellar yang jarang dibuka untuk umum.
Bagi yang ingin menjelajah lebih jauh dari area perkebunan anggur, Wills Domain menawarkan menu tasting yang disusun serapi karya seni, disantap sambil memandang lembah Gunyulgup Valley. Voyager Estate, dengan arsitektur bergaya Cape Dutch yang megah, menyuguhkan organic wine pairing yang membawa setiap tamu semakin dekat dengan karakter khas Margaret River Region.
Sementara itu, The Grand Tasting di Howard Park Wines menjadi acara puncak festival pesta kebun dua hari penuh dengan tastingan wine tanpa batas, dimeriahkan penampilan musisi lokal Isabella Manfredi hingga nama internasional seperti Kruder & Dorfmeister.
Festival yang kian mendunia ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah Australia Barat. Menteri Pariwisata WA, Reece Whitby, menyebut perkembangan Pair’d terus menguat dari tahun ke tahun dan mendorong publik segera mengamankan tiket mengingat sejumlah sesi kerap ludes hanya dalam hitungan menit sejak dibuka.
Pihak penyelenggara menekankan bahwa program 2026 dirancang seputar seni memadukan mulai dari sesi tasting museum, jamuan berbasis api unggun, hingga musik di dalam gua dan makan malam menghadap laut saat senja. Lebih dari sekadar daftar acara mewah, Pair’d Margaret River Region menawarkan sesuatu yang lebih personal dan ruang untuk benar-benar berhenti sejenak, menikmati rasa, suara, dan pemandangan tanpa terburu-buru.
Bagi wisatawan Indonesia yang lelah dengan ritme kota dan ingin menukarnya dengan deburan ombak, kuliner kelas dunia, serta kemewahan yang terasa effortless, November 2026 di South West Australia bisa jadi jawabannya. Tiket sudah dibuka sejak awal Juli lalu, dan informasi lengkap seputar itinerary bisa diakses melalui www.westernaustralia.com./ JOURNEY OF INDONESIA | Ismed Nompo


















