SEMARANG – Dominasi sempurna dipertontonkan oleh pasangan pereli ayah dan anak, Rifat Sungkar dan El Mayka Sungkar, di ajang balap otomotif nasional. Kehadiran mereka di Sirkuit POJ City, Semarang, berbuah manis kala Team RS–Telkomsel 5G Menjuarai Grup R Pada Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026 dengan performa yang sangat meyakinkan.
Menunggangi kuda besi andalannya, Rifat dan Mayka berhasil menyapu bersih catatan waktu tercepat di empat Special Stage (SS) yang diperlombakan sepanjang akhir pekan. Keduanya menorehkan total waktu 19 menit 1,3 detik, yang tidak hanya mengunci gelar bergengsi di Kelas R3, tetapi juga menempatkan mereka di puncak takhta Grup R. Pasangan ini sukses mengungguli rival terdekatnya, Indie Fiancoko dan Fendi Go yang finis di urutan kedua, disusul oleh duet Iskra Scastia dan Vicky Ramadhan di posisi ketiga.
Namun, di balik perayaan podium tersebut, ada misi regenerasi yang jauh lebih besar. Ajang kejuaraan kali ini menjadi medium krusial bagi program jangka panjang bertajuk The Legend Continues. Rifat secara khusus menjadikan kompetisi ini sebagai kawah candradimuka bagi Mayka untuk mengasah insting dan mentalitasnya sebagai generasi penerus klan Sungkar di kancah motorsport, khususnya reli.
“Secara hasil tentu saya sangat puas. Kami bisa menjadi yang tercepat di seluruh special stage dan menyelesaikan balapan dengan baik. Namun yang paling membuat saya senang adalah perkembangan yang ditunjukkan Mayka selama akhir pekan ini,” ujar Rifat Sungkar.
Proses pematangan sang navigator muda terbukti berjalan pesat. Menghadapi rute Sirkuit POJ City yang berkarakter sangat cepat sekaligus menuntut ketelitian teknis, Mayka dituntut untuk bisa membaca situasi lintasan secara akurat. Rifat memuji kemandirian putranya dalam melakukan orientasi serta menyusun panduan balap secara komprehensif.
“Mayka sudah bisa membuat pace note sendiri, memahami karakter lintasan, bahkan mengoreksi kesalahan yang saya lakukan saat mengemudi maupun kesalahan yang dia lakukan sendiri ketika membaca pace note. Itu adalah proses belajar yang sangat penting dalam rally,” jelas Rifat.

Lebih jauh, kemampuan analisis Mayka benar-benar diuji ketika kendaraan mereka sempat didera masalah suspensi pada hari pertama lomba. Situasi mendesak tersebut justru ditransformasikan menjadi kurikulum lapangan yang esensial. “Ketika mobil mengalami masalah suspensi, Mayka belajar untuk memahami batas kemampuan kendaraan. Dia jadi tahu apakah mobil masih mampu dipacu maksimal atau justru harus menahan diri untuk menjaga performa hingga finis. Pengalaman seperti ini sangat berharga untuk perkembangan seorang pereli maupun navigator,” tambah Rifat.
Filosofi membalap yang diajarkan kepada Mayka tidak sebatas persoalan teknis, tetapi juga penguasaan ritme perlombaan secara utuh. “Saya ingin Mayka punya feeling yang bagus terhadap kendaraan dan mampu merasakan pace balapan. Hal itu penting karena dia harus tahu kapan waktunya menyerang, kapan waktunya menjaga ritme, dan kapan harus bertahan. Pengalaman seperti itu tidak bisa didapat hanya dari teori,” katanya.
Kendati dibebani target penyelarasan dan pembelajaran, tim tetap menjaga atmosfer perlombaan agar terasa menyenangkan. Rifat menyadari sepenuhnya bahwa tekanan yang berlebih justru bisa merusak fokus dan minat sang putra.
“Kami menjalani lomba ini dengan fun. Kami betul-betul menikmati balapan ini. Di satu sisi, suasana gembira menjadi hal penting dalam program ini. Saya tidak ingin Mayka tertekan dan membuat keasyikan balapan menjadi hilang. Apalagi, kegembiraan adalah bagian terpenting untuk anak-anak dalam mencoba sesuatu yang baru,” papar Rifat
Hasil positif di Semarang ini menjadi suntikan moral yang masif serta menebalkan rasa optimisme tim untuk menatap putaran-putaran selanjutnya. Dukungan penuh dari berbagai pihak menjadi faktor kunci atas kelancaran performa mereka di lintasan tanah. “Untuk hasil yang dicapai hari ini, tak lupa Saya ucapkan terima kasih kepada Telkomsel atas kepercayaannya kepada Team RS-Telkomsel 5G, juga tim mekanik, seluruh tim RFT yang sudah bekerja sangat baik hari ini,” ujar Rifat Sungkar./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk


















