JAKARTA – Dunia pop global dan kultur lokal Indonesia baru saja menyaksikan sebuah perkawinan seni yang tidak biasa. Bertempat di MGP Space, SCBD, Jakarta Selatan, lagu legendaris ‘Kopi Dangdut’ ciptaan Fahmi Shahab lahir kembali dalam balutan aransemen modern yang segar. Kali ini, lagu yang melintasi berbagai generasi tersebut dibawakan oleh diva pop Jawa masa kini, Happy Asmara. Namun, daya tarik utama acara peluncuran album ini bukan sekadar aransemen baru, melainkan kehadiran sosok kuning ikonik asal Jepang yang mendampinginya di atas panggung, yaitu Pikachu.
Melalui kampanye bertajuk “Happy Bareng Pikachu”, karakter paling populer dari waralaba Pokémon tersebut kini resmi mencicipi panggung dangdut tanah air. Langkah berani ini menjadi strategi baru dari The Pokémon Company untuk memperkuat posisinya di hati masyarakat Indonesia dengan meleburkan budaya populer dunia ke dalam denyut nadi musik akar rumput lokal.
Kolaborasi ini menonjolkan bagian khusus yang dinamakan “Goyang Hepika”. Karakter Pikachu tidak lagi sekadar tampil sebagai animasi yang lucu, melainkan menjelma menjadi penghibur yang bergerak selaras dengan tabuhan gendang dan petikan gitar dangdut. Bagi Happy Asmara, yang memiliki nama asli Heppy Rismanda Hendranata, proyek ini menjadi pembuktian konsistensi serta kekuatannya dalam membangun personal branding di industri musik nasional, setelah sebelumnya sukses lewat deretan tembang hits seperti ‘Tak Ikhlasno’ dan ‘Dalan Liyane’.

Di sela-sela acara peluncuran tersebut, Happy Asmara membagikan antusiasmenya mengenai pengerjaan proyek unik ini. Ia mengungkapkan rasa syukur yang mendalam karena seluruh tahapan produksi berjalan tanpa hambatan berarti. Menurutnya, proses pengerjaan proyek ini terasa sangat dinamis dan memberikan pengalaman baru yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. “Proses produksi, mulai dari photoshoot, rekaman suara, hingga syuting musik video, berjalan dengan lancar dan sangat menyenangkan,” ujar Happy Asmara dengan wajah berseri-seri.
Penyanyi kelahiran Kediri ini juga mengumumkan bahwa video musik resmi untuk kolaborasi ini dijadwalkan tayang perdana di kanal YouTube resminya tepat pada hari ini pukul 17.00 WIB. Demi memuaskan rasa penasaran para penggemar setia yang sudah memadati area peluncuran, Happy memberikan sebuah kejutan berupa pemutaran cuplikan eksklusif dari video musik tersebut. Bagi masyarakat luas, karya kolaborasi ini juga sudah dapat dinikmati di berbagai platform pemutar musik digital utama, termasuk Spotify, Apple Music, dan YouTube Music.
Di balik layar, proses untuk menyatukan dua dunia yang berbeda ini ternyata memakan waktu yang cukup panjang. Susumu Fukuraga selaku Coorparate Officer Asia Business Division The Pokemon Company memaparkan bahwa ide untuk menggunakan lagu ‘Kopi Dangdut’ muncul karena karya tersebut memiliki kedekatan tersendiri dengan publik di negara asalnya. “Sebenarnya di Jepang, Kopi Dangdut juga terkenal dengan judul Kopi Rumba. Karena kalian tahu, lagu ini sangat disukai oleh orang Indonesia, maka kami memilih Kopi Dangdut,” jelas Fukuraga saat memberikan keterangan mengenai alasan pemilihan lagu.

Ketika ditanya lebih dalam mengenai alasan mendasar di balik pemilihan genre dangdut dibandingkan dengan jenis musik tradisional Indonesia lainnya, Susumu Fukuraga mengaitkannya dengan filosofi dasar dari dunia Pokémon itu sendiri. Ia melihat adanya kesamaan energi yang besar antara musik dangdut dengan petualangan para karakter fiksi tersebut. “Yah, folk music atau genre lainnya juga ada, tapi alasan kami memilih Dangdut adalah karena Pokémon memiliki dunia sendiri, dan seperti dalam animenya, Pokémon selalu bepergian dan bersemangat. Kami ingin menunjukkan semangat itu, dan Dangdut terasa sangat cocok untuk menyampaikan energi tersebut,” ungkapnya lagi.
Proses pengerjaan proyek ambisius ini memakan waktu sekitar setengah tahun dari tahap perencanaan awal hingga produk akhir siap dirilis. Tantangan terbesar yang dihadapi tim produksi adalah bagaimana menyisipkan karakter fantasi global ke dalam realitas sosial masyarakat lokal tanpa terasa janggal atau dipaksakan.
“Untuk perencanaan hingga jadi, kami butuh setengah tahun,” kata Susumu Fukuraga menambahkan. Ia kemudian menjelaskan hambatan utama yang mereka temui selama masa produksi. “Jadi bagian yang cukup sulit adalah menyesuaikan image Pikachu dengan kehidupan sehari-hari warga Indonesia.”
Hambatan tersebut kemudian dipecahkan melalui konsep visual yang matang dalam video musiknya. Tim kreatif memilih untuk menempatkan makhluk-makhluk fiksi tersebut ke dalam latar situasi sosial yang sangat akrab dengan keseharian masyarakat Indonesia. “Konsepnya adalah menunjukkan bahwa Pikachu dan Pokémon itu adalah bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, misalnya saat nongkrong di kafe atau sedang mengobrol, di situ ada Pokémon,” tutur Fukuraga.

Keputusan untuk hanya menampilkan Pikachu sebagai sorotan utama dalam proyek ini, mengesampingkan ratusan karakter lainnya, didasari oleh tingkat popularitas sang karakter yang sudah sangat melekat kuat di benak lintas generasi, serta adanya kecocokan nama dengan tema kebahagiaan yang diusung. “Tentu saja karena Pikachu adalah Pokémon yang paling dikenal dan paling menyatu dengan masyarakat Indonesia. Selain itu, ada Happika (kebahagiaan) yang bisa diasosiasikan dengan lagu dan Pikachu,” tambah Fukuraga.
Meskipun kolaborasi ini secara tidak langsung ikut membawa elemen budaya Indonesia ke ranah global, fokus utama dari pihak Jepang dalam proyek ini adalah murni untuk memberikan pengalaman hiburan yang lebih inklusif dan menyenangkan bagi para penggemar lokal melalui pendekatan seni yang paling dekat dengan telinga mereka. “Tujuan kami yang paling besar adalah untuk membuat orang-orang senang dengan Pokémon. Dengan memasukkan musik tradisional yang dekat dengan masyarakat Indonesia ke dalam dunia Pokémon, kami berharap orang-orang lebih bisa menikmati Pokémon,” papar Fukuraga mengenai target besar perusahaan.
Mengenai kelanjutan dari proyek berbasis budaya ini, pihak manajemen asal Jepang tersebut masih memilih untuk melihat bagaimana respons awal dari pasar Indonesia sebelum merancang langkah strategis berikutnya. Mereka juga belum bisa memastikan apakah akan ada kolaborasi lanjutan dengan musisi lokal lainnya di masa mendatang. “Pertama-tama, melalui video musik ini dan kolaborasi lainnya di masa lalu, kami ingin melihat reaksi teman-teman di Indonesia. Dan ke depannya akan kami pikirkan apa lagi yang bisa kita lakukan,” pungkas Fukuraga saat ditanya mengenai harapan ke depan./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk












