JAKARTA – Panggung musik tanah air bersiap menyambut babak baru. Di tengah dominasi penyanyi solo dan demam dangdut yang masih merajai rating, INDOSIAR melakukan manuver berani dengan membuka ruang bagi formasi grup musik. Melalui program teranyar bertajuk “Band Academy”, stasiun televisi di bawah bendera EMTEK ini berambisi menghidupkan kembali gairah band yang sempat meredup dalam satu dekade terakhir.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan, Direktur EMTEK Media, Harsiwi Achmad, menyoroti adanya kekosongan yang cukup lama dalam hal regenerasi grup musik di Indonesia. Fenomena ini menjadi kegelisahan tersendiri bagi industri. Namun, merumuskan sebuah ajang pencarian bakat yang mampu mencetak band dengan daya tahan tinggi di pasar bukanlah perkara instan.
“Sejak lama INDOSIAR melihat belum adanya regenerasi yang signifikan di segmen musik grup band di Indonesia. Namun, merancang ajang pencarian bakat yang secara khusus mengekspos band-band muda sekaligus memiliki potensi jangka panjang di industri musik bukanlah hal yang mudah. Setelah melalui berbagai pertimbangan dan persiapan yang matang, INDOSIAR siap melahirkan talenta baru band muda yang siap menggebrak industri musik Indonesia. Kami juga melibatkan musisi band senior Tanah Air sebagai Judges dan Coaches, dengan harapan para lulusan “Band Academy’ memiliki bekal yang mumpuni untuk meraih kesuksesan serta mampu menginspirasi generasi muda lainnya untuk terus berkarya,” ujar Harsiwi Achmad.

Animo publik ternyata cukup tinggi. Sejak pintu audisi daring dibuka pada 9 Desember 2025, tercatat lebih dari 1.500 grup band dari berbagai penjuru tanah air mendaftarkan diri. Setelah melalui proses kurasi yang ketat di tahap audisi luring, terpilihlah 30 grup band atau “Academia” yang akan bertarung menunjukkan identitas musik mereka di hadapan pemirsa.
Untuk menjamin kualitas lulusannya, “Band Academy” tidak main-main dalam menyusun barisan mentor. Deretan nama besar yang memiliki rekam jejak panjang di industri musik didapuk sebagai juri, mulai dari Anang Hermansyah, Tantri dan Chua dari Kotak, Ariyo Wahab, hingga Pongki Barata. Kekuatan teknis para peserta juga akan digembleng oleh Badai sebagai Head Coach. Musisi di balik lagu-lagu hits romantis seperti ‘Demi Cinta’ dan ‘Tapi Bukan Aku’ ini akan bahu-membahu bersama Uchie Wiby sebagai pelatih vokal dan Baba untuk urusan aksi panggung.
Struktur kompetisi dirancang sedemikian rupa untuk menyaring bakat-bakat murni. Sebanyak 30 band akan dibagi ke dalam enam grup. Persaingan akan berlangsung sengit karena hanya juara dari masing-masing grup yang berhak melaju ke babak semifinal hingga mengerucut menjadi dua band terbaik di malam Grand Final. Penentuan pemenang pun akan melibatkan peran aktif penonton. Meski di babak eliminasi keputusan berada di tangan juri, namun mulai dari Final Group hingga Malam Kemenangan, dukungan pemirsa melalui Virtual Gift di aplikasi Vidio akan menjadi faktor penentu siapa yang layak menyandang gelar juara.

Kehadiran program ini juga mendapat dukungan dari sektor industri lainnya. Indomie, sebagai sponsor resmi, melihat ajang ini sebagai jembatan untuk berkomunikasi dengan generasi muda. “Melalui kolaborasi dengan Band Academy, Indomie ingin semakin dekat dengan Gen Z melalui platform yang relevan, ekspresif, dan dekat dengan passion mereka di bidang musik. Ke depannya, Indomie berkomitmen untuk terus mendukung perjalanan talenta muda Indonesia dan menjadi bagian dari perkembangan mereka di industri kreatif,” ungkap perwakilan brand tersebut.
“Dengan adanya band akademi ini, gua harap ini sebagai pintu atau akses buat teman-teman yang punya cita-cita yang sama dengan gua. Artinya mereka bisa mewujudkan kesempatan ini dan kapasitas gua sebagai juri,” ungkap Pongki Barata.
Malam pembuka bertajuk “Welcome Band Academy” dijadwalkan tayang secara langsung pada Selasa, 7 April 2026 pukul 19.00 WIB. Panggung perdana ini dipastikan meriah dengan kolaborasi lintas genre. Selain penampilan band-band papan atas seperti The Changcuters, Barasuara, hingga The Dance Company, para jebolan ajang pencarian bakat Indosiar seperti Fildan dan Lady Rara juga turut ambil bagian. Salah satu yang paling dinantikan adalah duet Valen DA7 dan Afan DA yang akan membawakan lagu tema “Meraih Mimpi”.
Dipandu oleh kuartet host Ramzi, Gilang Dirga, Rina Nose, dan Jirayut, “Band Academy” akan menjadi menu reguler setiap hari Rabu hingga Jumat. Akankah ajang ini berhasil melahirkan “The Next Big Thing” di industri musik Indonesia? Publik akan segera menemukan jawabannya saat layar kaca mulai menyala pekan depan./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk

















