JEREZ – Ángel Nieto kembali menjadi saksi bisu betapa kompetitifnya persaingan di kelas premier musim ini. Setelah melewati hari Sabtu yang penuh dengan tantangan dan insiden tak terduga, skuad Aprilia Racing membuktikan mentalitas juara mereka pada balapan utama hari Minggu (26/4/2026). Tidak tanggung-tanggung, pabrikan asal Noale ini sukses menempatkan empat motor RS-GP di jajaran enam besar, sebuah pencapaian kolektif yang mengirimkan sinyal bahaya bagi tim rival.
Aktor utama dari kebangkitan Aprilia akhir pekan ini adalah Marco Bezzecchi. Pembalap asal Italia tersebut tampil begitu solid untuk mengamankan posisi kedua saat bendera finis dikibarkan. Raihan ini bukan sekadar piala tambahan di lemari koleksinya, melainkan sebuah rekor istimewa. Bezzecchi kini mencatatkan enam podium secara beruntun jika ditarik sejak musim 2025, dan sukses meraup empat podium berturut-turut pada empat seri pembuka musim ini. Fakta bahwa ia adalah pembalap pertama yang mampu melakukan rentetan luar biasa ini sejak tahun 2016 membuktikan bahwa ia sedang berada di puncak performanya.
Lebih jauh lagi, hasil di lintasan Andalusia ini merupakan pencapaian personal terbaik Bezzecchi di Jerez, sekaligus mematahkan rekor finis ketiga milik Aleix Espargaró bersama Aprilia pada edisi 2022 silam. “Saya sudah memberikan segalanya akhir pekan ini, namun sayangnya hal itu tidak cukup untuk bersaing memperebutkan kemenangan. Selama balapan, saya berhasil meningkatkan dan mempertahankan ritme yang kompetitif. Tapi saya merasa puas. Tim melakukan pekerjaan yang luar biasa seperti biasanya dan saya berterima kasih kepada mereka. Sekarang kami akan mempersiapkan sesi tes mendatang,” ujar Bezzecchi usai memacu motornya hingga batas maksimal.

Di sisi lain, garasi Aprilia juga dibuat bergemuruh oleh aksi Jorge Martín. Memulai balapan dari posisi kesepuluh bukanlah tugas yang mudah bagi siapa pun di lintasan yang sempit seperti Jerez. Namun, Martín menunjukkan kelasnya lewat start yang sangat eksplosif. Ia langsung menusuk ke barisan depan dan mengamankan posisi keempat, menyamai hasil terbaik yang pernah ia raih di sirkuit ini.
Meski finis di posisi yang memuaskan, Martín mengakui bahwa balapannya jauh dari kata mudah akibat kendala teknis di atas aspal yang mulai panas. “Start-nya sangat bagus. Saya berusaha menjaga kondisi ban, namun sejak lap-lap awal, feeling dengan ban belakang tidak terlalu baik: saya kekurangan grip baik saat pengereman maupun saat akselerasi. Bagaimanapun, saya berusaha memberikan seratus persen dalam balapan ini. Saya tidak sabar menunggu tes pada hari Senin untuk terus melangkah maju,” ungkapnya.
Pesta Aprilia di daratan Spanyol semakin sempurna berkat penampilan impresif dari tim satelit Trackhouse MotoGP. Dua ujung tombak mereka, Ai Ogura dan Raúl Fernández, tampil konsisten tanpa kesalahan berarti. Keduanya secara berurutan menyentuh garis finis di posisi kelima dan keenam, melengkapi dominasi total empat mesin RS-GP di barisan terdepan.
Sayangnya, hasil gemilang ini tidak bisa diikuti oleh pembalap penguji Lorenzo Savadori yang turun sebagai wild card. Efek dari kecelakaan keras saat sprint race sehari sebelumnya ternyata masih sangat mengganggu kondisi fisiknya. Savadori akhirnya terpaksa masuk ke pit dan mundur pada putaran ketujuh demi alasan keselamatan.

“Benturan saat sprint race cukup keras, namun untungnya saya tidak mengalami patah tulang. Akan tetapi, saya tidak bisa memacu motor saat balapan utama. Saya tidak bisa memiringkan motor saat menikung dan menegakkannya kembali. Akibatnya, saya terpaksa mundur dari balapan,” jelas Savadori terkait kondisi yang memaksanya menyudahi balapan lebih awal.
Pemandangan empat pembalap di posisi enam besar jelas menghadirkan kelegaan dan kebanggaan tersendiri bagi jajaran manajemen. Massimo Rivola, sebagai komandan tim, melihat hasil ini sebagai bukti kedewasaan seluruh elemen di dalam garasi Aprilia dalam merespons tekanan.
“Hari ini minggu ini adalah waktu di mana kami menunjukkan konsistensi yang luar biasa, dengan empat Aprilia berada di enam besar. Aspek paling positifnya adalah kami tidak berkecil hati setelah hari Sabtu yang buruk dimana segala sesuatunya terjadi. Hal ini memberikan kami kekuatan lebih untuk menghadapi balapan-balapan mendatang dengan keyakinan bahwa jika kami bekerja setiap hari berusaha memberikan yang terbaik, kami akan meraih hasil maksimal; jadi sekarang kami sudah fokus untuk menjalani tes yang baik pada hari Senin,” tutup Rivola dengan nada optimis.
Dengan dominasi yang ditunjukkan di Jerez, Aprilia Racing kini bukan lagi sekadar kuda hitam, melainkan raksasa penantang gelar yang siap mendikte jalannya kejuaraan dunia MotoGP 2026. Kini, semua mata akan tertuju pada sesi tes resmi hari Senin untuk melihat inovasi apa lagi yang akan mereka bawa ke seri selanjutnya./ JOURNEY OF INDONESIA | eR Bee

















