JAKARTA — Momen Hari Raya Idul Adha selalu menjadi waktu yang paling dinantikan bagi keluarga di Indonesia untuk berkumpul dan menikmati hidangan spesial. Di antara berbagai menu khas bumbu rempah, gulai kambing kerap menjadi primadona yang dinanti di meja makan.
Sayangnya, mengolah daging kurban satu ini sering kali mendatangkan tantangan tersendiri bagi para ibu rumah tangga maupun pencinta kuliner. Masalah klasik seperti aroma prengus daging yang tajam, bumbu yang kurang meresap, hingga kuah santan yang pecah saat dimasak kerap merusak kelezatan hidangan.
Melihat keresahan tersebut, Sasa Santan mengambil langkah nyata untuk menemani masyarakat melalui program bertajuk “Sasa Santan Gulai Kambing Idul Adha 2026”. Inisiatif ini dirancang untuk membagikan rahasia dapur praktis yang menjamin proses memasak gulai kambing menjadi lebih mudah, lezat, dan minim kegagalan, sehingga kehangatan berkumpul bersama keluarga tetap terjaga seutuhnya.
Kunci utama dari kelezatan gulai yang memikat sebenarnya terletak pada pemilihan jenis santan. Menggunakan bahan kelapa asli dengan tingkat kekentalan yang presisi, Sasa Santan bertindak sebagai pengikat rempah alami. Karakteristik ini membuat bumbu-bumbu gulai dapat meresap jauh lebih dalam ke dalam serat-serat daging kambing. Tidak hanya memaksimalkan rasa gurih dan tekstur yang creamy, formula ini juga efektif menekan aroma prengus khas daging kambing sekaligus menjaga stabilitas kuah agar tidak mudah pecah meski dimasak dalam waktu lama.
“Idul Adha bukan hanya tentang tradisi berbagi, tetapi juga momen merawat kebersamaan di rumah lewat sajian yang dinikmati bersama keluarga. Karena itu, Sasa Santan hadir mendampingi masyarakat agar semakin percaya diri dalam menyajikan gulai kambing yang gurih dan kaya rempah tanpa khawatir santan pecah atau aroma prengus,” ungkap Wiwin Winiarti, Marketing Manager PT Sasa Inti.
Untuk menghasilkan gulai kambing yang menggugah selera tanpa kendala, penanganan bahan baku harus dilakukan dengan tepat sejak awal. Langkah pertama dimulai dengan menyiapkan setengah kilogram daging kambing segar serta satu liter Sasa Santan Cair Omega 3. Salah satu rahasia penting agar daging tetap empuk dan tidak mengeluarkan bau prengus yang tajam adalah dengan langsung menyimpannya di dalam lemari es tanpa dicuci terlebih dahulu. Proses pencucian baru dilakukan sesaat sebelum daging siap untuk masuk ke dalam wajan.

Untuk urusan bumbu, kelezatan kuah gulai bertumpu pada perpaduan bumbu halus yang terdiri dari kemiri, ketumbar, jahe, kunyit, sedikit jintan, pala bubuk, bawang putih, bawang merah, serta cabai rawit bagi penyuka sensasi pedas. Seluruh bumbu halus ini kemudian ditumis di dalam minyak panas bersama dengan kelompok bumbu cemplung seperti kayu manis, memaran serai, cengkeh, daun salam, lengkuas, daun jeruk purut, dan kapulaga. Proses menumis harus dipastikan hingga mengeluarkan aroma harum yang kuat agar karakter rempahnya keluar secara maksimal.
Setelah tumisan bumbu matang, daging kambing dimasukkan dan diaduk secara berkala hingga seluruh permukaannya berubah warna. Pada tahapan ini, Anda bisa mulai menambahkan cengkeh, gula, dan garam sesuai dengan preferensi rasa keluarga. Rahasia krusial agar kuah gulai tidak pecah terletak pada proses penuangan Sasa Santan Cair yang dilakukan secara perlahan-lahan sembari mengecilkan api kompor. Kuah harus terus diaduk secara konstan agar konsistensinya tetap stabil, creamy, dan menyatu sempurna dengan minyak rempah. Masaklah dengan sabar hingga tekstur daging benar-benar empuk, lalu sajikan hangat dengan taburan bawang goreng di atasnya.
Edukasi mengenai cara memasak tanpa drama ini tidak hanya berhenti di ruang digital. Sasa Santan membawa semangat kebersamaan ini langsung ke tengah masyarakat melalui aktivasi massal di Masjid At-Tin TMII, Jakarta. Di lokasi tersebut, diadakan kompetisi memasak bertajuk “Kreasi Gulai Kambing Paling Gurih & Nikmat Bersama Sasa Santan” yang memicu kreativitas para peserta, lengkap dengan pembagian 1.000 porsi gulai siap santap kepada para pengunjung.
Jangkauan program ini juga diperluas secara masif ke berbagai penjuru Indonesia. Sasa Santan mendistribusikan sedikitnya 46.000 sampling kit gratis yang dilengkapi dengan buku panduan memasak khusus. Distribusi ini menyasar lebih dari 400 masjid yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Sulawesi. Lewat rangkaian edukasi intensif dan pembagian produk ini, diharapkan semakin banyak keluarga di Indonesia yang dapat merayakan Idul Adha dengan sajian gulai yang lezat, praktis, dan penuh kehangatan./ JOURNEY OF INDONESIA | Nuhaa


















