JAKARTA – Kemacetan ibu kota dan kebijakan ganjil-genap membuat sebagian pengendara di Jakarta mulai menghitung ulang ongkos harian kendaraan, tidak lagi sekadar melihat harga beli di awal. Changan Indonesia menangkap pergeseran pola pikir tersebut dengan merilis simulasi biaya pemakaian dua model listriknya, Changan Lumin dan Deepal S07, yang menurut perhitungan internal perusahaan bisa ditekan hingga di kisaran Rp158 sampai Rp241 per kilometer, jauh lebih murah dibanding kendaraan berbahan bakar minyak di tengah fluktuasi harga BBM belakangan ini.
Bagi Changan, yang berada di bawah naungan Indomobil Group, hitung-hitungan semacam ini menjadi bagian dari edukasi konsumen soal Total Cost of Ownership atau total biaya kepemilikan, sebuah pendekatan yang kini makin dipertimbangkan masyarakat urban dengan mobilitas tinggi. Bukan cuma harga di kertas faktur, melainkan juga biaya energi, perawatan, hingga kemudahan pengisian daya yang akan dijalani pengguna setiap hari selama bertahun-tahun ke depan.

“Banyak konsumen kini mempertimbangkan biaya penggunaan kendaraan secara menyeluruh, bukan hanya harga beli. Karena itu, kami ingin memberikan gambaran mengenai efisiensi penggunaan kendaraan listrik dalam mobilitas sehari-hari. Dengan biaya operasional yang kompetitif serta dukungan layanan purnajual yang komprehensif, baik Changan Lumin maupun Deepal S07 dapat menjadi solusi mobilitas yang praktis dan ekonomis untuk jangka panjang,” tutur Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia.
Hitungan biaya energi ini mengacu pada dua skema pengisian daya yang umum digunakan pemilik mobil listrik di Indonesia. Pengisian di rumah atau home charging menggunakan tarif dasar listrik non-subsidi PLN yang berada di kisaran Rp1.700 per kWh, sementara pengisian di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) mengikuti tarif dasar reguler atau medium charging senilai Rp2.475 per kWh.
Sebagai model entry level, Changan Lumin mengandalkan baterai berkapasitas 28,08 kWh yang sanggup menempuh jarak hingga 301 kilometer berdasarkan pengujian NEDC. Konsumsi energinya tercatat 9,3 kWh per 100 kilometer atau setara 10,75 km/kWh, sehingga biaya energi murninya berada di kisaran Rp158 per kilometer untuk pengisian di rumah dan Rp230 per kilometer bila mengandalkan SPKLU. Dengan hitungan tersebut, mengisi penuh baterai Lumin dari kosong hanya membutuhkan sekitar Rp48.000 di rumah, atau sekitar Rp70.000 jika memanfaatkan fasilitas pengisian cepat DC fast charging di SPKLU.

Sementara itu, Deepal S07 yang menyasar segmen lebih premium membawa baterai berkapasitas jauh lebih besar, yakni 79,97 kWh, dengan daya jelajah hingga 560 kilometer dalam satu kali pengisian penuh berdasarkan pengujian NEDC. Konsumsi energinya berada di angka 14,2 kWh per 100 kilometer atau setara 7,04 km/kWh, yang berujung pada biaya energi sekitar Rp241 per kilometer untuk home charging dan Rp351 per kilometer melalui SPKLU. Untuk mengisi penuh baterainya, pemilik mobil membutuhkan dana sekitar Rp136.000 di rumah atau sekitar Rp200.000 bila mengisi daya di SPKLU.
Keunggulan efisiensi kedua model ini justru semakin terasa saat menghadapi kondisi lalu lintas padat seperti di Jakarta. Berbeda dengan mesin pembakaran internal yang boros bahan bakar ketika stop and go, motor listrik pada Lumin dan Deepal S07 tetap bekerja efisien dalam kondisi macet, dibantu fitur regenerative braking yang mengembalikan sebagian energi pengereman ke dalam baterai.
Soal kecepatan pengisian daya, kedua model sama-sama dibekali fitur fast charging yang mampu mengisi daya dari 30 persen ke 80 persen hanya dalam waktu 35 menit. Durasi ini membuat pengguna bisa mengisi ulang energi sambil singgah di rest area jalan tol atau saat berbelanja di pusat perbelanjaan, tanpa perlu menunggu lama seperti yang sering dikhawatirkan calon pembeli mobil listrik.
Dari sisi perawatan, struktur kendaraan listrik yang tidak memiliki mesin pembakaran internal turut menyederhanakan kebutuhan servis berkala. Tanpa komponen bergerak sebanyak mesin konvensional, biaya perawatan jangka panjang Lumin dan Deepal S07 berpotensi lebih terkendali, faktor yang ikut menentukan besaran Total Cost of Ownership secara keseluruhan.
Untuk memberikan ketenangan selama masa pakai, Changan membekali Lumin dengan garansi baterai hingga 8 tahun atau 120.000 kilometer, garansi kendaraan 6 tahun atau 120.000 kilometer, serta layanan gratis hingga 6 bulan atau 10.000 kilometer.

Deepal S07 mendapat perlindungan baterai yang lebih panjang, yakni 8 tahun atau 240.000 kilometer, garansi kendaraan 6 tahun atau 120.000 kilometer, dan gratis servis selama 5 tahun atau 60.000 kilometer. Seluruh masa berlaku garansi tersebut mengikuti mana yang tercapai lebih dahulu, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Bagi konsumen di Jakarta, kepemilikan mobil listrik juga memberi keuntungan tambahan berupa bebas dari aturan ganjil-genap, sehingga mobilitas harian menjadi lebih fleksibel tanpa terikat jadwal pelat nomor.
Kombinasi antara biaya energi yang rendah, kemudahan pengisian daya, perawatan yang lebih sederhana, dan dukungan garansi jangka panjang itulah yang menjadi argumen utama Changan untuk meyakinkan konsumen bahwa kendaraan listrik bukan sekadar tren, melainkan pilihan mobilitas yang masuk akal secara ekonomi dalam jangka panjang./ JOURNEY OF INDONESIA | eR Bee


















