BSD – Ada kisah yang jarang muncul di balik perayaan Honda Civic, bagaimana satu mobil bisa mengikat tiga generasi dalam satu keluarga sekaligus. Aswin Bahar mula-mula membawa nama Civic ke lintasan balap nasional, pada masa ketika mobil ini baru saja masuk pasar Indonesia.
Kisah itu lantas diteruskan oleh Alvin Bahar, dan kini sampai ke tangan Avila Bahar. Ketiganya sempat merasakan Civic dalam wajah teknologi yang jauh berbeda, namun benang merah yang sama tetap terjaga, gairah berkendara yang membuat Civic dicintai lintas zaman.
Kisah keluarga Bahar menjadi salah satu potongan cerita yang diangkat PT Honda Prospect Motor (HPM) dalam talkshow “50 Years of Civic in Indonesia – Culture. Evolved.” di booth Honda di ajang GIIAS 2026, Minggu (2/8/2026). Momentum ini menandai setengah abad perjalanan Civic di Tanah Air sejak pertama kali dipasarkan pada 1976, sekaligus menjadi pengingat bahwa mobil ini telah melintasi 11 generasi dengan perubahan desain, teknologi, bentuk bodi, hingga sumber tenaga.
Empat narasumber dihadirkan untuk membedah perjalanan itu dari sudut pandang berbeda. Yulian Karfili dari PT Honda Prospect Motor mengulas perkembangan produk dan teknologi, Avila Bahar membawa cerita motorsport dari sisi keluarganya sendiri, Kartika yang dikenal dengan sebutan “Chiro Civic” berbagi pengalaman merestorasi unit-unit klasik, sementara Irsya dari Honda Nouva Community Indonesia mewakili suara komunitas penggemar Civic di Indonesia.
Status sebagai model pertama Honda yang dirakit secara lokal di Indonesia menjadi salah satu fondasi kenapa Civic begitu lekat dengan sejarah otomotif nasional. Bahkan sebelum resmi dipasarkan, Civic sudah punya cerita di lintasan balap, jauh sebelum nama itu dikenal luas di jalan raya.
Sepanjang lima dekade, Civic juga dikenal sebagai model yang kerap membuka jalan bagi teknologi baru Honda. Mesin CVCC, VTEC, turbo, hingga sistem hybrid e:HEV semuanya pernah singgah di Civic sebelum menyebar ke model lain. Civic Ferio tercatat sebagai Civic pertama di Indonesia yang mengusung mesin VTEC, sementara status mesin turbo pertama Honda di Tanah Air juga jatuh ke tangan Civic. Puncaknya, Civic Type R hadir sebagai model Type R pertama yang resmi dipasarkan Honda di Indonesia, tepatnya lewat GIIAS 2017.
Evolusi itu berlanjut ke era elektrifikasi lewat Honda Civic RS e:HEV yang kini dilengkapi teknologi S+ Shift, fitur yang sebelumnya lebih dulu diperkenalkan pada Honda Prelude. Teknologi ini dirancang untuk menghadirkan sensasi perpindahan gigi dan respons berkendara yang lebih engaging pada sistem hybrid, sekaligus menegaskan bagaimana karakter sporty Civic tetap bisa hidup meski sumber tenaganya berubah total. Karakter responsif, seimbang, mudah dikendalikan, dan menyenangkan untuk dikendarai itu pula yang menjadi benang merah semangat “Culture. Evolved.” di seluruh lini produk Honda, bukan cuma pada Civic saja.
Satu hal yang membuat Civic unik di Indonesia adalah deretan nama panggilannya yang justru lebih populer ketimbang nomor generasinya sendiri. Generasi pertama dikenal sebagai Civic Koper karena bentuknya yang kecil dan mengotak. Generasi kedua mendapat julukan Civic Excellent, generasi ketiga disebut Wonder Civic dengan versi hatchback yang akrab dipanggil Wonder Setrikaan.
Generasi keempat melahirkan dua nama sekaligus, Grand Civic untuk versi sedan dan Civic Nouva untuk versi hatchback tiga pintu, sementara generasi kelima dikenal sebagai Civic Genio dan Civic Estilo. Nama-nama itu bukan sekadar julukan iseng, melainkan bukti bagaimana Civic sudah menyatu dengan cara masyarakat Indonesia mengenang mobil kesayangan mereka.
Kelekatan itu pula yang menjaga Civic tetap hidup jauh setelah unit-unitnya berhenti diproduksi. Honda Nouva Community Indonesia, misalnya, baru berdiri pada 2012, puluhan tahun setelah Civic Nouva berhenti dijual. Tidak sedikit pula anggota komunitas yang usianya justru lebih muda dibanding mobil yang mereka rawat sendiri. Bagi mereka, komunitas menjadi ruang berbagi pengetahuan, berburu suku cadang langka, sekaligus membangun pertemanan lintas usia.
Jejak kecintaan itu bahkan pernah melintasi batas negara. Sebuah Civic Estilo bermotif batik karya anak bangsa pernah tampil di Osaka Auto Messe 2025, membawa sentuhan budaya Indonesia kembali ke Jepang, negara asal Honda Civic diciptakan. Setengah abad kemudian, cerita itu menegaskan satu hal: Civic bukan cuma soal mesin dan bodi yang berganti setiap generasi, melainkan tentang DNA yang tetap hidup di tangan orang-orang yang mencintainya, dari lintasan balap keluarga Bahar hingga garasi-garasi komunitas di seluruh Indonesia./ JOURNEY OF INDONESIA | eR Bee


















