BSD – Bagi pelaku usaha yang mengandalkan Gran Max sebagai tulang punggung operasional sehari-hari, kabar dari GIIAS 2026 ini layak disambut. Daihatsu resmi mengumumkan program Commercial Car Lebih Praktis, sebuah skema yang membebaskan pelanggan dari beban biaya jasa, suku cadang, dan bahan servis hingga jarak tempuh 30.000 kilometer atau selama dua tahun penuh. Program ini menyasar unit Gran Max Series yang diproduksi mulai Juli 2026, dengan sejumlah syarat dan ketentuan yang berlaku di lapangan.
Bagi Daihatsu, langkah ini bukan sekadar promosi musiman yang lahir dari hiruk-pikuk pameran otomotif. Gran Max selama bertahun-tahun menjelma menjadi kendaraan niaga andalan pelaku usaha kecil hingga menengah di berbagai daerah, sehingga urusan biaya perawatan kerap menjadi pertimbangan utama sebelum seseorang memutuskan membeli.
“Gran Max telah menjadi salah satu mitra usaha masyarakat Indonesia. Karena itu, kami menghadirkan program Commercial Car Lebih Praktis agar pelanggan dapat lebih fokus menjalankan usahanya tanpa perlu mengkhawatirkan biaya perawatan kendaraan. Melalui layanan gratis jasa, suku cadang, dan bahan hingga 30.000 km atau 2 tahun, kami berharap kendaraan pelanggan selalu dalam kondisi prima sehingga aktivitas usaha dapat terus produktif,” ujar Yanuar Krisna, Deputy Division Head of After Sales Service & Logistic PT Astra International Tbk. – Daihatsu Sales Operation.
Program tersebut hanyalah satu keping dari strategi purnajual yang jauh lebih besar. Di tengah gelaran GAIKINDO Indonesia International Auto Show yang berlangsung di ICE BSD City, Daihatsu memilih menonjolkan sisi yang jarang jadi sorotan utama sebuah pameran otomotif: bukan hanya soal deretan mobil baru yang dipajang mengkilap di atas panggung, melainkan bagaimana kendaraan itu dirawat setelah dibawa pulang pelanggan. Mengusung tema besar “Karena Kamu Ada, Semua Jadi Mudah”, urusan aftersales ditempatkan dalam pilar “Mudah Pakai”, satu dari tiga pilar layanan yang digaungkan Daihatsu tahun ini, berdampingan dengan kemudahan membeli dan kemudahan menjual kembali kendaraan.
Soal jaringan, Daihatsu mengklaim sudah mengantongi modal yang tidak sedikit. Lebih dari 170 bengkel resmi kini tersebar di berbagai wilayah Indonesia, didukung lebih dari 300 unit Daihatsu Mobile Service atau DMS yang bisa didatangkan langsung ke lokasi pelanggan, serta lebih dari 3.000 Partshop yang menyediakan suku cadang tanpa pelanggan harus jauh-jauh mendatangi bengkel resmi. Seluruh titik layanan itu, menurut Daihatsu, dijaga kualitasnya lewat teknisi terlatih dan suku cadang bergaransi, sehingga pelanggan tidak perlu was-was soal keaslian onderdil yang terpasang di kendaraan mereka.
Sementara Imam Edyanto, After Sales Service Management Division Head PT Astra Daihatsu Motor.”Layanan purnajual merupakan bagian penting dalam memberikan pengalaman kepemilikan kendaraan yang terbaik. Karena itu, Daihatsu terus memperkuat jaringan layanan bengkel resmi, meningkatkan kualitas servis, serta menghadirkan biaya perawatan yang terjangkau agar pelanggan merasa lebih mudah, nyaman, dan tenang dalam menggunakan kendaraan Daihatsu di setiap perjalanan,” ujar
Di luar perluasan jaringan fisik, dua terobosan turut diperkenalkan untuk menekan kekhawatiran pelanggan soal biaya dan ketersediaan suku cadang. Pertama, Daihatsu Value Parts, lini suku cadang alternatif dengan harga lebih ramah di kantong tanpa mengorbankan standar kualitas. Kedua, program Service Tanpa Khawatir, yang pada dasarnya adalah jaminan waktu: begitu pelanggan melakukan booking servis, part Periodical Maintenance atau PM wajib tersedia di bengkel dalam tempo maksimal 24 jam sejak booking dilakukan. Jika janji itu tidak ditepati, pelanggan berhak mendapatkan part tersebut secara cuma-cuma, tentu dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
Langkah Daihatsu memperkuat sisi purnajual ini juga tidak lepas dari persaingan yang kian ketat di segmen layanan setelah penjualan. Sejumlah merek lain yang tampil di GIIAS 2026 turut menawarkan paket perawatan gratis dan garansi berjangka panjang untuk menarik hati konsumen yang kini semakin cermat menghitung total biaya kepemilikan, bukan sekadar harga di atas kertas saat transaksi berlangsung. Dalam konteks itu, kombinasi jaringan bengkel yang luas, kepastian waktu ketersediaan part, serta skema gratis biaya untuk kendaraan komersial menjadi senjata Daihatsu untuk membedakan diri dari kompetitor.
Pada akhirnya, seluruh program ini mengarah ke satu tujuan yang sama, yakni memangkas titik-titik kekhawatiran yang biasa muncul sepanjang masa kepemilikan kendaraan, mulai dari antrean suku cadang, membengkaknya biaya servis kendaraan komersial, hingga jaminan kualitas onderdil yang terpasang. Daihatsu menyebut seluruh inisiatif ini sejalan dengan komitmen We Care For You, sekaligus menegaskan posisi layanan purnajual sebagai penopang utama pengalaman pelanggan, bukan sekadar pelengkap dari transaksi jual beli mobil di lantai pameran./ JOURNEY OF INDONESIA | eR Bee

















