JAKARTA – Sebanyak 60 fresh graduate dari berbagai daerah di Indonesia akan menjajal dunia kerja industri ritel perhiasan mulai bulan ini. Mereka tergabung dalam Program MagangHub Batch I Tahun 2026 yang digelar Central Mega Kencana (CMK) bersama Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker), sebuah kolaborasi yang kembali dihidupkan setelah sukses digelar pada 2025.
CMK bukan nama asing di industri perhiasan Tanah Air, perusahaan ini menaungi sejumlah merek ternama seperti MONDIAL, Frank & co., dan The Palace Jeweler, dan selama ini dikenal sebagai salah satu pemain ritel perhiasan terbesar di Indonesia sekaligus Asia Tenggara. Lewat MagangHub, perusahaan tersebut kembali dipercaya Kemnaker sebagai mitra penyedia pengalaman kerja bagi lulusan baru yang tengah mencari pijakan pertama menuju karier profesional.
Para peserta pada batch kali ini akan merasakan langsung bagaimana roda bisnis ritel perhiasan mewah berputar dari hulu ke hilir. Mereka dilibatkan dalam berbagai fungsi bisnis, mulai dari operasional toko hingga proses di balik layar, sembari didampingi mentor-mentor yang sudah malang melintang di industri ini. Bukan sekadar observasi, program ini dirancang agar peserta benar-benar merasakan dinamika kerja sehari-hari.
Yang membedakan program ini dari sekadar magang administratif adalah porsi pengembangan soft skill yang cukup besar. Selain kompetensi teknis, peserta juga digembleng untuk terbiasa berpikir kritis, berkolaborasi lintas divisi, dan memahami secara utuh bagaimana perusahaan ritel terintegrasi beroperasi, mulai dari proses bisnis, operasional, sampai pelayanan kepada pelanggan.
Chief Operating Officer Central Mega Kencana, Petronella Soan, menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam program ini berangkat dari keyakinan soal pentingnya investasi pada manusia. “Di Central Mega Kencana, kami percaya bahwa masa depan industri dibangun melalui investasi pada manusia. Karena itu, kami sangat bangga kembali menjadi bagian dari Program MagangHub bersama Kementerian Ketenagakerjaan,” ujar Petronella.
Petronella juga melanjutkan, “Bagi kami, program ini memberikan pengalaman kerja bagi para peserta serta menghadirkan ruang belajar yang memungkinkan mereka memahami dunia industri secara nyata, mengembangkan kompetensi, serta membangun kesiapan untuk memasuki dunia profesional. Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi lahirnya generasi profesional muda Indonesia yang adaptif, inovatif, dan siap memberikan kontribusi positif bagi industri”.
Keterlibatan CMK dalam MagangHub sejatinya bukan yang pertama, pada Oktober 2025 perusahaan ini pernah merekrut 45 mahasiswa dari berbagai universitas lewat program serupa bertajuk MOELA Internship Program, yang menempatkan peserta ke enam belas posisi berbeda, mulai dari jewellery designer, IT, merchandiser, hingga public relations. Bertambahnya jumlah peserta menjadi 60 orang pada batch teranyar ini menjadi penanda bahwa komitmen perusahaan terhadap pengembangan talenta muda tidak berhenti di satu periode saja, melainkan terus berlanjut dan diperluas.
Senada dengan Petronella, General Manager Human Capital Central Mega Kencana, Denny Tanuwidjaja, menyebut program ini sebagai bagian dari upaya jangka panjang perusahaan membangun ekosistem belajar yang sejalan dengan kebutuhan industri. “Program MagangHub merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Central Mega Kencana dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan industri. Kami percaya bahwa investasi terbaik sebuah perusahaan adalah investasi pada manusia, dan melalui program ini kami ingin menjadi bagian dari perjalanan para talenta muda dalam membangun karier profesional mereka,” ujar Denny.
Program MagangHub sendiri merupakan inisiatif Kemnaker yang jauh lebih besar dari sekadar kemitraan dengan satu perusahaan. Kementerian menargetkan 150 ribu peserta magang nasional sepanjang 2026, yang dibagi ke dalam tiga batch dengan kuota masing-masing 50 ribu peserta. Lulusan diploma, sarjana, maupun pendidikan profesi yang belum lewat setahun sejak kelulusan berhak mendaftar, dengan jaminan berupa uang saku setara upah minimum kabupaten/kota, pendampingan mentor perusahaan, hingga sertifikat resmi di akhir program.
Bagi CMK, partisipasi dalam MagangHub bukan sekadar seremoni tahunan atau ajang publikasi semata. Perusahaan memosisikan program ini sebagai bagian dari visi jangka panjang untuk membangun budaya belajar, kolaborasi, dan inovasi di lingkungan kerja. Fokusnya jelas: menjadikan CMK sebagai wadah bagi para calon profesional muda untuk bertumbuh, mengasah kompetensi, dan memperoleh pengalaman industri yang relevan sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja.
Dengan bertambahnya jumlah peserta dan makin luasnya cakupan fungsi bisnis yang dilibatkan, langkah CMK pada Batch I 2026 ini juga menjadi sinyal bahwa kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dalam mencetak talenta siap kerja semakin mendapat tempat. Sinergi semacam ini diharapkan bisa terus direplikasi oleh perusahaan lain, sehingga makin banyak generasi muda Indonesia yang mendapat akses ke pengalaman industri berkualitas, sekaligus turut mendorong kemajuan industri ritel nasional di masa mendatang./ JOURNEY OF INDONESIA | Nuhaa


















