JAKARTA – Unlimited Production resmi mengumumkan jajaran pemeran utama series “AGASKAR” dalam konferensi pers di kawasan FX Senayan, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2026). Berbeda dari proses casting pada umumnya, pemilihan pemeran untuk adaptasi novel digital ini melalui tahapan yang cukup panjang.
Produser Oswin Bonifanz mengungkapkan bahwa tim produksi lebih dulu berdiskusi dengan penulis novel, penerbit, hingga editor sebelum menentukan sosok yang dianggap paling tepat untuk menghidupkan setiap karakter.
Hasil dari proses tersebut mengerucut pada tiga nama yang akan memikul peran sentral yakni Jeremie Moeremans, Vonzy, dan Fahad Haydra. Ketiganya akan membawa kisah Agaskar, Arazey, dan Wave dari halaman digital ke layar kaca. Sementara sutradara Dinna Jasanti menyatakan optimismenya terhadap hasil casting ini. “Buat aku di sini, pas cast reveal, I trust this team sih,” ujar Dinna.
Jeremie Moeremans didapuk memerankan Agaskar Vakenzo Delvan, ketua geng motor Wolviper yang digambarkan keras dan emosional, namun menyimpan jiwa kepemimpinan serta rasa keadilan yang kuat. Sosok ini nantinya dihadapkan pada pilihan besar yang menguji prinsip hidupnya sendiri. Soal proses membangun chemistry antarpemain, Jeremie mengaku hal itu tidak berjalan sulit. “Kita juga sering ngobrol antar pemain untuk memperdalam keaktoran,” jelas Jeremie.
Arazey, karakter perempuan cerdas dan berani yang terjebak dalam perjodohan yang tidak ia inginkan, dipercayakan kepada Vonzy atau Vonny Felicia. Dalam cerita, Arazey berjuang mempertahankan keyakinannya sekaligus mengungkap kebenaran di balik kasus yang menyeret orang yang ia cintai. Vonzy mengaku ketertarikannya pada peran ini datang dari kedekatan cerita dengan genre yang ia gemari.
“Kalau aku, awal kali ditawarin untuk memainkan karakter Arazey di Agaskar series ini aku tertarik banget karena jujur aku suka banget cerita-cerita enemies to lovers gitu, kayak gemes. Terus juga menurut aku seru banget, aku suka baca ceritanya dan aku tertarik banget sama karakter Arazey karena dia ini kayak berani tapi cukup complicated ya. Kayak banyak sekali layer yang bisa dimainkan dengan Askar dan juga dengan Wave dan dengan ciwi-ciwi, jadi kayak seru banget aku suka sekali,” ungkap Vonzy.
Fahad Haydra kebagian peran Wave, pemimpin geng motor Walerus yang menjadi rival utama Agaskar. Meski berada di kubu berseberangan, karakter ini tidak dibangun semata sebagai lawan. Wave digambarkan memiliki sisi loyalitas dan kerelaan berkorban yang membuat hubungan antarkarakter dalam cerita menjadi lebih kompleks. Fahad sendiri mengakui bahwa dunia geng motor yang ia perankan tidak melulu identik dengan kekerasan seperti stigma yang selama ini berkembang.
Selain tiga nama utama itu, satu sosok lain turut mencuri perhatian dalam pengumuman pemeran, yakni Marsha Lenathea atau Marsha JKT48 yang didapuk memerankan karakter Sonia. Bagi Marsha, kesempatan ini menjadi ruang baru di luar rutinitasnya sebagai idola grup. “Aku pengin banget merasakan experience-nya itu sih. Apalagi masih muda, apalagi masih di JKT48, why not try it?” tutur Marsha.
Sebelum diadaptasi ke layar, “AGASKAR” lebih dulu menjadi cerita yang ramai diperbincangkan di platform baca digital. Jutaan pembaca mengikuti kisah perseteruan dua geng motor yang perlahan berkembang menjadi perjalanan mengungkap kebenaran, menghadapi masa lalu, sekaligus menemukan arti cinta dan pengorbanan. Popularitas itulah yang kemudian membuka jalan bagi novel ini untuk diadaptasi menjadi tontonan layar.
Selain Jeremie Moeremans, Vonzy, Fahad Haydra, dan Marsha, deretan pemeran “AGASKAR” turut diisi oleh Shania Gracia, Ratu Aulia, Adel Reva, Ryan Winter, dan sejumlah pemain lain. Series ini ditulis oleh Cassandra Massardi dan disutradarai Dinna Jasanti, di bawah produksi Unlimited Production bersama Oswin Bonifanz sebagai produser.
“AGASKAR” akan diadaptasi oleh MAXSTREAM TV dan disiapkan menghadirkan atmosfer rivalitas, romansa, dan drama emosional yang selama ini menjadi kekuatan utama ceritanya./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk


















