BATU — Udara dingin yang menyelimuti kawasan lereng pegunungan Kota Batu mendadak hangat oleh riuh kepungan ratusan pelari. Sejak fajar menyingsing, langkah kaki para pencinta olahraga lintas alam memecah keheningan di sekitar area Jambuluwuk Batu Resort, Jawa Timur. Mereka bersiap menaklukkan tantangan fisik dalam gelaran Songgoriti Ridge Run 2026 yang berlangsung pada Minggu (31/5/2026).
Ajang trail running yang diinisiasi oleh Galanesia Indonesia ini bukan sekadar kompetisi adu cepat. Lebih dari itu, rute yang disajikan melintasi kawasan perbukitan subur, vegetasi hutan yang rapat, serta lanskap alam terbuka khas Songgoriti yang selama ini menjadi permata tersembunyi di Kota Batu.
Untuk mengakomodasi keberagaman latar belakang peserta, penyelenggara membagi perlombaan ke dalam tiga kategori utama yang dinamis. Bagi pemula atau mereka yang ingin menikmati suasana santai, kategori 7K Fun Trail menjadi pilihan ideal. Sementara itu, pelari yang membutuhkan tantangan lebih serius dapat menguji ketahanan mereka di kategori 12K Intermediate.
Daya tarik utama berada di kategori 30K Challenge. Jalur terjauh ini tidak main-main karena telah resmi terafiliasi dengan International Trail Running Association (ITRA). Artinya, para pelari profesional yang berlaga di kelas ini tidak hanya mengejar podium, melainkan juga berburu poin internasional untuk meningkatkan peringkat mereka di ranah trail running global. Elevasi yang curam dan tikungan teknis di sepanjang perbukitan Songgoriti memaksa setiap peserta mengeluarkan strategi pengelolaan energi yang matang.

Atmosfer di sepanjang jalur perlombaan terasa begitu hidup. Di beberapa titik strategis, tampak masyarakat lokal berbaur dengan komunitas lari dan perwakilan sponsor untuk memberikan suntikan semangat kepada para atlet yang tengah berjuang melawan keletihan fisik.
Penyelenggaraan event berskala nasional di luar ruangan seperti ini kian menegaskan reposisi Kota Batu. Wilayah yang selama ini populer dengan wisata petik buah dan taman rekreasi keluarga, kini mulai bertransformasi menjadi magnet baru bagi industri sport tourism atau wisata berbasis olahraga di Indonesia. Sinergi antara keindahan topografi alam dengan kesiapan akomodasi premium terbukti menjadi formula ampuh untuk mendatangkan massa dari berbagai penjuru tanah air.
Keberadaan infrastruktur pendukung yang mumpuni seperti Jambuluwuk Batu Resort, yang bertindak sebagai pusat kegiatan (race village), memberikan kenyamanan esensial bagi para pelari luar daerah yang memboyong serta keluarga mereka. Perputaran ekonomi lokal pun bergerak positif seiring tingginya tingkat hunian dan aktivitas belanja wisatawan selama akhir pekan.

Pihak pengelola akomodasi melihat tren positif ini sebagai peluang jangka panjang yang harus terus dirawat secara konsisten. Sinergi antarpemangku kepentingan menjadi kunci utama agar iklim kompetisi yang sehat dan aman tetap terjaga. “Kesuksesan event ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk menghadirkan event olahraga berskala yang lebih besar di masa mendatang serta memperkuat posisi Kota Batu sebagai destinasi unggulan sport tourism di Indonesia,” tegas Manajemen Jambuluwuk Batu Resort.
Ketika seluruh pelari akhirnya berhasil menyentuh garis finis, Songgoriti Ridge Run 2026 tidak sekadar menyisakan medali dan catatan waktu terbaik. Event ini meninggalkan pesan penting mengenai bagaimana olahraga dapat berjalan beriringan dengan promosi wisata alam yang berkelanjutan, sekaligus menumbuhkan gaya hidup aktif di tengah masyarakat modern./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk

















