BSD – Booth Hino di Hall 1 ICE BSD City tampil beda pada gelaran GIIAS 2026. Bukan sekadar mengganti dekorasi tahunan, PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) memperkenalkan identitas visual korporasi yang benar-benar baru kepada publik Indonesia untuk pertama kalinya. Logo, materi komunikasi, hingga seluruh elemen visual di area pameran kompak mengusung wajah baru Hino yang lebih modern namun tetap mudah dikenali.
Perubahan identitas visual di Tangerang, yang diumumkan pada 31 Juli 2026, merupakan kelanjutan dari transformasi global Hino Motors Ltd. setelah logo korporasi barunya resmi diperkenalkan pada April 2026. Dengan kata lain, GIIAS 2026 menjadi panggung debut sekaligus penanda babak baru bagi Hino di tengah industri transportasi nasional yang terus bergerak dinamis.
Presiden Direktur HMSI, Shingo Sakai, menegaskan bahwa perubahan tampilan ini tidak berhenti pada urusan estetika semata. “Hino bukan sekadar menghadirkan logo baru. Lebih dari itu, Hino hadir dengan komitmen untuk menjadi mitra bisnis yang lebih baik bagi pelanggan serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masa depan Indonesia.
“Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa penyegaran visual ini diniatkan sebagai fondasi hubungan bisnis jangka panjang, bukan sekadar strategi pencitraan menjelang pameran otomotif tahunan terbesar di Indonesia.
Meski wajahnya lebih segar, Hino tidak sepenuhnya meninggalkan jejak sejarah pada logonya. Huruf “H” yang telah melekat sebagai identitas merek sejak 1994 tetap dipertahankan sebagai elemen sentral. Bagi HMSI, huruf ini merepresentasikan nilai-nilai perusahaan yang diwariskan secara turun-temurun, sebuah benang merah yang menghubungkan reputasi Hino selama lebih dari tiga dekade dengan arah perusahaan ke depan.
Desain baru ini dirancang lebih sederhana dan fleksibel, sehingga lebih mudah diaplikasikan di berbagai media, baik cetak maupun digital. Penyegaran tersebut juga dimaksudkan untuk memperkuat konsistensi identitas merek Hino di seluruh dunia, sekaligus meningkatkan keterbacaan dan daya tarik visual di tengah lanskap komunikasi yang kian bergeser ke ranah digital.

Setiap garis dan bentuk pada logo baru Hino ternyata menyimpan makna tersendiri. Matahari yang terbit di atas cakrawala digambarkan sebagai simbol semangat Hino dalam menghadapi tantangan zaman sekaligus tumbuh bersama pelanggannya. Sementara itu, bentuk yang saling terhubung ke dua arah merepresentasikan keseimbangan antara kemajuan teknologi dan kepedulian terhadap lingkungan, sebuah pesan yang relevan di tengah tuntutan industri otomotif global menuju keberlanjutan.
Tidak berhenti di situ, garis yang membentang ke kiri dan kanan pada logo melambangkan komitmen Hino menghadirkan operasional truk dan bus yang aman bagi penggunanya. Adapun lengkungan pada kedua sisi logo menggambarkan konektivitas yang menyatukan kendaraan, pelanggan, jaringan layanan, hingga berbagai sektor usaha yang menjadi bagian dari ekosistem transportasi Hino secara keseluruhan.
Kombinasi elemen-elemen tersebut menjadikan logo baru ini bukan sekadar hasil kerja desain grafis, melainkan representasi visual dari arah bisnis Hino ke depan: tetap berakar pada warisan, namun terbuka terhadap perubahan.
Kehadiran identitas baru ini juga tidak lepas dari konteks persaingan pasar kendaraan komersial di Indonesia yang semakin ketat. Sejumlah merek truk dan bus, baik dari Jepang maupun Tiongkok, terus memperbarui strategi pemasaran dan lini produk untuk merebut perhatian pelaku logistik dan transportasi umum. Dalam situasi tersebut, penyegaran identitas visual menjadi salah satu cara Hino menegaskan posisinya sebagai pemain lama yang tetap relevan, tanpa harus melepas jati diri yang sudah dikenal pelanggan selama puluhan tahun.
GIIAS 2026 pun dimanfaatkan HMSI sebagai titik awal memperkenalkan wajah baru tersebut secara masif kepada pengunjung pameran, mulai dari pelaku bisnis logistik, operator transportasi, hingga masyarakat umum yang datang ke ICE BSD City.
Menutup penjelasannya, Sakai kembali menegaskan bahwa perubahan visual ini memiliki bobot makna yang lebih dalam dari sekadar pergantian tampilan. “Memiliki filosofi mendalam, identitas visual baru Hino bukan sekadar penyegaran desain, tetapi menjadi simbol bahwa transformasi perusahaan tetap dibangun di atas nilai-nilai yang telah menjadi dasar kepercayaan pelanggan selama lebih dari empat dekade di Indonesia.”
Dengan identitas baru ini, Hino seolah ingin menyampaikan pesan bahwa perubahan bukan berarti meninggalkan akar. Justru sebaliknya, transformasi tersebut menjadi cara perusahaan merawat kepercayaan yang telah dibangun sejak lama, sembari menyesuaikan diri dengan ekspektasi pasar dan pelanggan yang terus berkembang di era digital./ JOURNEY OF INDONESIA | eR Bee


















