SENTUL – Langkah menuju keberlanjutan di industri perhotelan kini bergerak jauh melampaui kampanye konvensional seperti pembatasan sedotan plastik atau efisiensi energi lampu kamar. Kesadaran lingkungan yang kian matang menuntut pelaku industri hospitality untuk melahirkan terobosan yang lebih organik, menyentuh, dan berdampak langsung pada pengalaman menginap para pelancong.
Salah satu manifestasi kreatif ini lahir di kawasan perbukitan Sentul, Bogor. Alih-alih membiarkan sisa operasional konsumsi harian menumpuk di tempat pembuangan akhir, sebuah akomodasi modern meluncurkan inisiatif sirkular yang mengawinkan prinsip ekologis dengan kenyamanan premium bagi para pengunjungnya.
Nawana by Alana mengambil langkah progresif dengan memanfaatkan ampas bubuk kopi dari TANNA Restaurant, fasilitas kuliner andalan mereka. Limbah organik yang biasanya terbuang percuma tersebut kini dikumpulkan secara berkala untuk diolah kembali oleh tim Food & Beverage Services. Melalui sentuhan formula khusus yang memadukan minyak alami atau bio oil, ampas kopi tersebut disulap menjadi coffee scrub berkualitas tinggi dengan aroma khas yang hangat sekaligus menenangkan.

Produk perawatan tubuh berbahan dasar organik ini tidak diperjualbelikan, melainkan dibagikan secara cuma-cuma sebagai fasilitas pelengkap bagi setiap tamu yang bermalam. Karakteristik alami dari butiran kopi dikenal sangat efektif untuk mengangkat sel kulit mati atau eksfoliasi tanpa menimbulkan dampak negatif bagi ekosistem air pasca-penggunaan, berbeda dengan butiran mikroplastik sintetis yang sering ditemukan pada produk kecantikan massal.
Upaya ini menegaskan bahwa implementasi konsep ramah lingkungan tidak harus terasa kaku atau membebani. Sebaliknya, pendekatan ini justru mampu meningkatkan nilai estetika dan kenyamanan sebuah momen liburan.
Seperti yang disampaikan oleh Iresa Aditya selaku Hotel Manager Nawana by Alana bahwa program ini sengaja dirancang demi mendekatkan esensi dari gaya hidup berkelanjutan kepada masyarakat luas melalui cara yang lebih aplikatif. “Melalui program ini, limbah kopi dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat sekaligus memberikan pengalaman unik bagi para tamu yang menginap di hotel ini,” ujarnya.

Strategi berbasis pengalaman visual dan sensorik semacam ini tengah menjadi kiblat baru dalam lanskap pariwisata global. Wisatawan modern, terutama segmen pasar yang lebih peduli pada isu lingkungan, cenderung mencari akomodasi yang tidak hanya menawarkan kemewahan fisik, tetapi juga menunjukkan tanggung jawab nyata terhadap kelestarian alam sekitar.
Bagi properti bintang empat yang mengoperasikan 142 kamar di kawasan Sentul ini, menyajikan produk perawatan kulit berbasis limbah daur ulang menjadi medium komunikasi yang efektif. Langkah tersebut sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam menekan volume sampah organik harian yang dihasilkan dari aktivitas dapur dan restoran hotel.
Mengusung konsep sebagai tempat perlindungan modern yang menyatu dengan alam, hotel ini terus berupaya menyelaraskan aspek gaya hidup urban dengan aktivitas yang lebih penuh kesadaran atau mindful. Melalui kehadiran produk relaksasi dari ampas kopi ini, perjalanan menuju industri pariwisata yang lebih hijau tidak lagi sekadar menjadi slogan di atas kertas, melainkan sebuah pengalaman nyata yang dapat dibawa pulang oleh setiap tamu./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk


















