SURABAYA – Gelaran perdana Indonesia Energy Week Surabaya resmi berakhir setelah empat hari mempertemukan pelaku industri energi, utilitas, dan manufaktur dari Indonesia Timur. Kolokasi bersama edisi ke-20 Manufacturing Surabaya dan Growtech Indonesia ini menghadirkan lebih dari 200 exhibitor dari 17 negara, dengan jumlah pengunjung profesional menembus 9.700 orang.
Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, Hanung Hanindito, menilai capaian ini menegaskan potensi Jawa Timur sebagai pusat pertumbuhan industri energi baru.
“Selama empat hari penyelenggaraan kolokasi ketiga pameran ini, kami menghadirkan lebih dari 200 exhibitor dari 17 negara, dan menerima lebih dari 9.700 pengunjung profesional. Capaian ini menunjukkan bahwa Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan industri energi dan utilitas bersama dengan perkembangan sektor manufaktur dan juga agrikultur di area timur Indonesia,” papar Hanung.
Salah satu program yang paling dirasakan dampaknya adalah Business Matching, yang mempertemukan exhibitor dengan buyer dan mitra baru. Tercatat 183 sesi terjalin selama pameran, melibatkan perusahaan lintas sektor seperti PT Kaltim Prima Coal, Pakuwon Mall, hingga PDAM Delta Tirta.
Business Development Executive PT Multi Daya Mitra, Rofiq Hidayat, mengaku program ini membuka akses ke end-user yang selama ini lebih sering dijangkau lewat distributor.

“Selama pameran, kami dapat bertemu langsung dengan banyak end-user yang selama ini lebih sering dijangkau oleh distributor kami. Beberapa tidak secara langsung beririsan dengan kami, sehingga melalui pameran ini kami bisa menunjukkan berbagai solusi teknologi kami untuk berbagai sektor dan juga membuka peluang untuk bertemu segmen pelanggan baru yang belum kami sentuh,” ujarnya.
Digital Sales Manager Hokione.id, Nicodemus, menambahkan bahwa profil pengunjung di Surabaya sangat sesuai target pasarnya. “Pengunjung kami mayoritas berasal dari sektor manufaktur, supplier, hingga end-user industri yang menggunakan produk kami. Kehadiran Indonesia Energy Week Surabaya ini memberikan kesempatan untuk bertemu pelanggan baru di Jawa Timur yang mungkin belum tentu kami temui apabila hanya mengikuti pameran di Jakarta,” jelasnya.
Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, yang turut mengunjungi area pameran, menyoroti kelengkapan teknologi yang dipamerkan. “Saya melihat pameran ini menghadirkan perkembangan teknologi yang sangat lengkap. Banyak inovasi baru yang ditampilkan, mulai dari teknologi instalasi kabel yang semakin modern hingga sistem pemantauan gardu induk yang memungkinkan deteksi gangguan secara lebih cepat. Menurut saya, ini menjadi platform yang sangat baik untuk memperkenalkan perkembangan teknologi ketenagalistrikan, dan saya berharap Indonesia Energy Week Surabaya dapat terus diselenggarakan setiap tahun,” ujarnya.
Posisi Surabaya sebagai gerbang Indonesia Timur juga jadi alasan exhibitor melirik kota ini. Manager Sales & Account Executive PLN Indonesia Power, Dodid Palupi, menyoroti besarnya potensi energi surya di kawasan tersebut.
“Jawa Timur hingga Indonesia Timur memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan sektor energi, terutama energi surya karena memiliki titik radiasi yang terbesar di Indonesia. Seiring meningkatnya kebutuhan listrik dari kawasan industri dan berbagai proyek strategis, tentu saja wilayah timur Indonesia membutuhkan solusi yang tidak hanya bergantung pada energi fosil. Kehadiran Indonesia Energy Week Surabaya memberikan kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan solusi yang relevan dengan kebutuhan kawasan tersebut,” ujar Dodid.
Menutup rangkaian perdana ini, Pamerindo Indonesia memastikan Indonesia Energy Week Surabaya akan kembali digelar pada 14-17 Juli 2027.
Rangkaian IEE Series 2026 selanjutnya bergeser ke Jakarta, menghadirkan Electric & Power Indonesia, The Battery Show Asia – Indonesia, dan Data Center Asia Indonesia pada 2-5 September, dilanjutkan Construction Indonesia, Mining Indonesia, Concrete Show South East Asia Indonesia, Water Indonesia, GIFA – METEC Indonesia, serta ADEXCO pada 9-12 September 2026 di JIExpo Kemayoran./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk












