JAKARTA – Industri otomotif nasional kembali diwarnai langkah tak biasa. Kia Sales Indonesia resmi mengumumkan Hearts2Hearts, girl group K-pop yang tengah naik daun, sebagai Brand Ambassador untuk pasar Indonesia. Keputusan ini bukan sekadar strategi pemasaran musiman, melainkan bagian dari upaya jangka panjang Kia mengubah citra dari produsen kendaraan menjadi merek mobilitas yang lekat dengan denyut budaya anak muda.
Penunjukan ini diumumkan menyusul rangkaian pendekatan Kia ke komunitas penggemar K-pop di Tanah Air yang sebelumnya sudah terlihat lewat sponsorship fan meeting Hearts2Hearts di Tennis Indoor Senayan pada Maret 2026 lalu. Kali ini, kolaborasi naik level menjadi kemitraan resmi jangka panjang sebagai duta merek.
Bagi Kia, Hearts2Hearts dipandang sebagai representasi generasi baru yang mengedepankan ketulusan dan pengalaman yang dibagikan bersama, nilai yang menurut manajemen sejalan dengan pendekatan human-centered yang selama ini diusung perusahaan asal Korea Selatan tersebut dalam menghadirkan produk-produk mobilitasnya.
“Hearts2Hearts membawa energi, aspirasi, dan perspektif yang sangat dekat dengan generasi saat ini. Melalui kolaborasi ini, kami melihat peluang untuk memperkenalkan Kia dengan cara yang terasa lebih segar, lebih dekat, dan lebih bermakna bagi konsumen di Indonesia,” ujar Jong Sung Park, President Director Kia Sales Indonesia.
Hearts2Hearts sendiri bukan nama asing di kalangan penggemar K-pop tanah air. Grup ini debut pada Februari 2025 dan dalam tempo singkat mencatatkan pertumbuhan yang tergolong cepat dibanding girl group seangkatannya, bahkan berhasil menembus perhatian pasar internasional. Kedekatan grup ini dengan audiens muda dinilai tumbuh bukan karena gimmick, melainkan karena keberanian mereka menunjukkan sisi otentik dan semangat berkembang bersama penggemar.
Kesamaan nilai itulah yang kemudian dijadikan Kia sebagai pijakan kolaborasi. Bukan sekadar menempelkan wajah idola pada materi promosi, melainkan membangun narasi bersama tentang keberanian memulai langkah baru dan optimisme menyongsong masa depan, dua tema yang belakangan kerap diangkat Kia dalam kampanye globalnya.
Selama masa kerja sama, Hearts2Hearts akan dilibatkan dalam berbagai kampanye digital dan aktivitas budaya yang digagas Kia di Indonesia. Bentuknya diperkirakan tak jauh berbeda dari pola kolaborasi merek otomotif dengan idol group pada umumnya, mulai dari konten media sosial, kemunculan di acara peluncuran produk, hingga kemungkinan keterlibatan dalam materi iklan televisi maupun digital.

Yang menarik, langkah Kia merangkul Hearts2Hearts sejatinya beririsan dengan tren yang lebih luas di industri Tanah Air. Sebelum Kia, KB Bank juga telah lebih dulu menggandeng grup yang sama sebagai brand ambassador pada Agustus tahun lalu. Fenomena ini menunjukkan bagaimana kekuatan budaya pop Korea kini tak lagi eksklusif milik industri kecantikan atau fesyen, melainkan mulai merambah sektor-sektor yang sebelumnya dianggap konservatif seperti otomotif dan perbankan.
Bagi Kia, momentum ini datang di saat yang tepat. Perusahaan tengah gencar memperkuat posisinya di pasar otomotif Indonesia yang disebut-sebut sebagai salah satu yang paling dinamis di Asia Tenggara. Persaingan ketat antarmerek membuat pendekatan emosional dan kedekatan budaya menjadi salah satu pembeda, di tengah spesifikasi produk yang kian sulit dibedakan satu sama lain.
Jong Sung Park menegaskan bahwa kekuatan sebuah merek tidak lagi cukup ditopang oleh keunggulan produk semata. Relevansi dengan keseharian masyarakat, menurutnya, menjadi faktor penentu yang tak kalah penting di tengah lanskap konsumen yang terus berubah.
Ke depan, kolaborasi ini disebut akan menjadi awal dari babak baru hubungan Kia dengan generasi konsumen yang tumbuh besar bersama budaya populer dan menuntut pengalaman merek yang lebih personal. Kia Sales Indonesia menyatakan komitmennya untuk terus hadir dalam momen-momen yang dianggap berarti bagi konsumen, bukan sekadar sebagai penjual kendaraan, melainkan sebagai bagian dari gaya hidup yang terus bergerak maju.
Langkah ini juga bisa dibaca sebagai sinyal bahwa persaingan otomotif nasional tidak lagi melulu soal siapa yang menawarkan fitur tercanggih atau harga termurah, tetapi juga siapa yang paling berhasil merebut hati generasi muda lewat cara-cara yang terasa dekat dan otentik. Dengan menggandeng Hearts2Hearts, Kia tampak ingin memastikan dirinya berada di barisan depan tren tersebut, alih-alih sekadar mengikuti dari belakang.
.
















