PASURUAN — Lintasan gravel sepanjang 5,2 kilometer di Sirkuit Bhayangkara Kejayan bakal menjadi ujian baru bagi SIMPATI Woman Rally Team (SWRT) pada 29–30 Agustus 2026. Berbeda dari dua putaran sebelumnya, karakter tanah dan debu di Pasuruan menuntut presisi serta kemampuan adaptasi tinggi dari tiga pereli andalan tim, Diva Zahra, Larasati, dan Patricia Revalina, yang akan turun di Putaran 3 Kejuaraan Nasional Sprint Rally 2026.
Empat Special Stage (SS) telah disiapkan panitia dengan tantangan berbeda-beda di setiap segmennya. Kondisi gravel yang licin dan berdebu membuat lintasan ini kerap dianggap lebih sulit dibaca dibandingkan sirkuit aspal, sehingga komunikasi antara pereli dan navigator menjadi krusial sepanjang balapan.

Bagi SWRT, Putaran 3 menjadi kelanjutan dari modal positif yang dibangun di Sirkuit POJ City, Semarang, pada Juni lalu. Diva Zahra sukses menembus posisi lima besar Kelas F3 sekaligus memuncaki klasemen Kejuaraan Wanita, sementara Patricia Revalina finis di posisi ketiga. Larasati, di sisi lain, sempat terganjal kendala teknis pada kendaraannya sehingga belum bisa menampilkan performa terbaiknya.
Rifat Sungkar, mentor sekaligus penggagas SIMPATI Woman Rally Team, menyebut perkembangan tiap pereli dari satu putaran ke putaran berikutnya menjadi ukuran utama tim, bukan semata hasil akhir di papan klasemen.
“Yang kami kejar bukan hanya hasil akhir, tetapi bagaimana setiap pereli terus berkembang. Di Semarang kita sudah melihat progres yang sangat positif. Diva semakin konsisten, Patricia semakin percaya diri, dan Larasati juga mendapatkan pengalaman penting setelah menghadapi kendala teknis. Di Pasuruan tantangannya akan berbeda, sehingga kemampuan mereka untuk beradaptasi akan menjadi sangat penting.”
Menghadapi karakter full gravel Bhayangkara Kejayan, tim melakukan evaluasi menyeluruh atas performa di Semarang. Persiapan tidak berhenti pada kondisi kendaraan saja, melainkan turut mencakup kesiapan fisik, teknik mengemudi, komunikasi dengan navigator, hingga kemampuan membaca karakter lintasan yang akan dihadapi akhir pekan ini.

Di luar urusan catatan waktu, Rifat menegaskan keberadaan SWRT membawa misi yang lebih luas: membuka ruang bagi lebih banyak perempuan Indonesia untuk berprestasi di dunia motorsport, cabang olahraga yang selama ini masih didominasi pereli pria.
“Saya ingin mereka tidak hanya dikenal sebagai pereli wanita, tetapi sebagai atlet yang memang mampu bersaing berdasarkan kemampuan. Prosesnya tentu tidak instan. Mereka harus terus belajar, berlatih, dan berani menghadapi persaingan. Kalau proses itu dijalankan dengan konsisten, hasil akan mengikuti.”
SIMPATI Woman Rally Team lahir dari komitmen Telkomsel melalui brand SIMPATI untuk mendukung talenta muda Indonesia sekaligus menghadirkan inspirasi bagi generasi muda agar berani mengejar passion dan prestasi, termasuk di cabang olahraga otomotif yang identik dengan dominasi pria.
Perjalanan SWRT di Kejurnas Sprint Rally 2026 pun tidak melulu soal podium. Setiap putaran menjadi ruang belajar bagi Diva, Larasati, dan Patricia untuk mengasah kemampuan teknis sekaligus memperkuat mental bertanding di level nasional. Memasuki Putaran 3 di Pasuruan, ketiganya optimistis dapat melanjutkan tren positif sekaligus memberikan perlawanan ketat di atas lintasan gravel yang belum pernah mereka jajal sebelumnya musim ini./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk

















