JAKARTA – Denyut nadi ibu kota tidak serta-merta reda tatkala jarum jam menunjuk pukul sepuluh malam. Di sekitar kawasan Cikini, khususnya persis di jantung denyut seni Taman Ismail Marzuki, sebagian warga Jakarta justru baru menemukan ritme santai mereka.
Ketika tirai panggung pertunjukan teater tertutup dan galeri seni memadamkan lampu utamanya, ruang publik untuk berbincang semakin menyempit. Kerinduan akan tempat nongkrong yang hangat, tenang, namun tetap berjiwa urban inilah yang kemudian dijawab oleh Paviliun Raden Saleh melalui terobosan terbarunya.
Menangkap keresahan para pencari sunyi malam hari, ARTOTEL Curated menghadirkan program bersantap malam bertajuk The Late Shift. Bukan sekadar tempat makan larut malam biasa, program ini dirancang sebagai pelarian kultural bagi mereka yang terbiasa hidup dengan ritme non-linier. Di sini, tradisi santap tengah malam ala metropolitan global diterjemahkan kembali ke dalam konteks lokal Jakarta yang akrab dengan kehangatan obrolan ringan di bawah temaram lampu jalanan kota.
Sisi menarik dari The Late Shift terletak pada kurasi menu yang mempertemukan cita rasa kontemporer dengan kenyamanan kuliner rumahan. Bagi para pencinta kopi yang mencari teman begadang yang pas, tersedia kreasi minuman unik bernama Crush Koffie & Cream.
Minuman ini mengambil inspirasi dari tradisi kopi tubruk Nusantara yang kuat, namun dilembutkan lewat sentuhan krim lembut guna memberikan keseimbangan rasa di lidah tanpa menghilangkan karakter autentik biji kopi pilihannya.
Pendekatan serupa juga terlihat pada jajaran menu makanan yang ditawarkan dengan harga terjangkau mulai dari Rp60.000 saja. Mulai dari pilihan hangat seperti Steak & Egg Ramen hingga Grilled Chicken Ramen yang menggugah selera di tengah udara malam ibu kota.

Bagi penikmat comfort food sejati, tersedia pula pilihan Congee berbalut minyak cabai buatan sendiri atau minyak cabai rumahan yang memberikan tendangan rasa pedas gurih yang pas. Tidak ketinggalan, reinterpretasi modern dari gulai tikungan legendaris turut dihadirkan untuk merangkum memori kuliner jalanan malam Jakarta dalam standar sanitasi dan kenyamanan hotel berbintang.
Transformasi ruang kuliner malam ini sekaligus menegaskan komitmen dalam memperluas spektrum pengalaman bersantap di jaringan hotelnya. Manajemen menyadari bahwa malam di Jakarta menyimpan dinamika sosial yang unik, di mana perbincangan mendalam kerap kali lahir ketika hiruk-pikuk siang hari telah berganti menjadi keheningan malam yang menenangkan.
“Kami percaya bahwa pengalaman menginap dan bersantap tidak berhenti ketika hari berakhir. Melalui The Late Shift, kami ingin menghadirkan ruang bagi para tamu untuk menikmati malam dengan cara yang lebih bermakna, melalui hidangan yang nyaman dan suasana yang hangat,” ujar Asco Hamdani, General Manager Paviliun Raden Saleh, ARTOTEL Curated.
Berlokasi strategis di Shastra All Day Dining, program kuliner malam ini siap menyambut para pengunjung setiap hari tanpa jeda. Selain bisa dinikmati langsung di area restoran yang mengusung desain artistik, para tamu yang beristirahat di kamar hotel juga dapat memanfaatkan layanan pesan antar kamar langsung ke pintu mereka. Fleksibilitas ini tentu menjadi nilai tambah tersendiri bagi para pekerja kreatif, pelancong, maupun penikmat seni yang sering kali memiliki jadwal istirahat yang fleksibel.
Pada akhirnya, The Late Shift di Paviliun Raden Saleh menawarkan lebih dari sekadar deretan menu pengisi perut kosong di tengah malam. Ia menjelma menjadi oase kultural baru bagi lanskap malam Jakarta yang terus bergerak cepat, memberikan ruang bagi siapa saja untuk berhenti sejenak, menyesap kopi beraroma khas, dan membiarkan malam berjalan sedikit lebih panjang dalam dekapan kehangatan kota./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk

















