Monday, February 23, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    “Legacy on the Move”, Menier Cognac Resmi Debut Siap Bawa Warisan Eaux-de-Vie Prancis ke Palate Modern Indonesia

    danau kelimutu

    7 Tempat Wisata Terunik di Indonesia yang Bikin Kamu Tak Percaya Sebelum Melihat Sendiri!

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Semangat Generasi Muda Lestarikan Aksara Batak Lewat Parsiajaran Marsurat Batak

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    Festival Budaya Lembah Baliem 2025, Jayawijaya Kembali Tampilkan Warisan Leluhur ke Pentas Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    AirAsia MOVE Dorong Wisata Budaya Dayung Indonesia ke Kancah Dunia

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

    Pohon Mandala di Borobudur: Simbol Kesadaran Semesta yang Mengakar dalam Spiritualitas Nusantara

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Melihat Lebih Dekat Geliat Wisata Gunung Bromo di Tengah Pandemi

by Morteza
20/01/2021
Reading Time: 5 mins read
Melihat Lebih Dekat Geliat Wisata Gunung Bromo di Tengah Pandemi

Gunung Bromo dalam sergapan kabut di bulan Desember 2020 lalu (Morteza)

Share on FacebookShare on Twitter

Wanita muda itu berjalan pelan mengitari penanjakan Gunung Bromo. Tangannya menggenggam plastik merah berisikan sembilan pak bunga eidelweiss, hasil budi daya dari kebunnya. Bunga abadi itu hendak ia jual kepada para wisatawan yang mengunjungi gunung berketinggian 2.393 mdpl tersebut.

Pagi itu, hanya terlihat sorot mata tajam saja dari wanita bernama asli Fanny. Hidungnya rapat tertutup masker, sementara pada bagian kepala dan sekujur badan ia pasangi ponco dipadupadankan dengan sarung sewek (kain khas Tengger). Ia bilang supaya hangat, karena hari itu langit sedang menangis, tak henti-hentinya menitikkan hujan.

Baca juga :

Menyingkap Elevasi Budaya dan Spiritualitas di Ritual Blangikhan

The Art of Serenity, Menelusuri Kemewahan Tersembunyi di Luxcamp Bukit Damar Puncak by Horison

Jemput Fajar Baru Pariwisata Bali, Nakula Hadirkan Tiga Unit Properti Baru Lewat Karakter Arsitektur Berbeda

Tentu saja hujan pagi di Bromo menimbulkan kekecewaan bagi para pelancong, yang sedianya sudah terjaga sejak pukul tiga pagi, demi melihat pesona matahari terbit beserta lanskap jajaran Pegunungan Tengger hingga menatap si atap Jawa, Gunung Semeru.

Namun, karena hantaman badai pagi dan kondisi Gunung Semeru yang kala itu sedang batuk, tiada panorama indah terlihat, jarak pandang saja hanya 20 meter lantaran tertutup tebalnya kabut. Mungkin, pagi itu saya memang belum mujur, diharuskan datang lagi ke sini di luar musim hujan.

Akan tetapi, hujan di suatu pagi itu justru memberikan berkah bagi Fanny, sebab selain berjualan bunga eidelweiss hasil budidaya di kebunnya, matras hitam yang ia tenteng pun laris manis disewa pewisata. Hari itu, saku celananya nampak tebal berisikan warna-warni kertas rupiah.

Fanny, wanita Tengger yang menggantungkan rezeki dagangannya dari para pelancong gunung Bromo (Morteza)

Dengan wajah sumringah, wanita 23 tahun ini mengaku memang sudah lama tidak mengantongi segepok uang. Musababnya adalah hantaman pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai. Syukurnya, kata Fanny, sejak November 2020, pariwisata Bromo mulai dibuka kembali. Otomatis, cuan pun mengalir kembali, semata untuk membiaya si buah hati yang saat ini duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar.

Fanny bercerita, hantaman pandemi Covid-19 ini sangat nyata menjadi pukulan telak bagi dirinya beserta Suku Tengger yang sehari-hari mencari nafkah di penanjakan Gunung Bromo.

Selagi pariwisata Bromo ditutup total lebih dari setengah tahun, ia berfokus mencari nafkah memanfaatkan keberadaan pekarangan untuk menanam kubis, kol, kentang, tomat, cabai, hingga membudidayakan tanaman eidelweiss. Fanny secara terbuka berkata apa adanya, kalau dari hasil tani saja, tentu hanya cukup untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.

Ia juga bercerita betapa pentingnya Hari Kasada bagi kaum mereka. Sekitar Agustus 2020 kemarin, bersama Suku Tengger lainnya Fanny turun ke bawah kawah Bromo menunaikan ritual tahunan, dengan membawa buah tangan seperti sayur mayur, buah-buahan dan lainnya.

“Dibuat sesaji. Satu tahun sekali, satu kabupaten, semoga hasil tanam lancar, dikasih rezeki, hewan biar hidup, pengunjung (pelancong) datang lagi. Itu bentuk rasa terima kasih Suku Tengger ke Bromo,” ucapnya kepada JOI di titik penanjakan Bromo, Probolinggo, Jawa Timur pada Rabu, pertengahan Desember 2020 kemarin.

Penunggang Kuda di Bromo (Morteza)

Fanny bersama Suku Tengger lainnya yang setiap hari mencari rezeki di titik penanjakan Bromo, mengaku sudah lama sekali tak menjajakan eidelweiss, tikar, sarung tangan, udeng, hingga cinderamata yang berkaitan dengan Gunung Bromo kepada para pengunjung. Untuk diketahui, keberadaan pedagang di penanjakan tergolong singkat karena sekitar pukul 08.00 – 09.00 WIB, mereka harus turun bertani lagi ke ladang.

Jadi, kedatangan wisatawan ke Bromo, sangatlah membantu kebangkitan perekonomian warga sekitar. Fanny pun berharap mata rantai corona lekas berakhir, supaya banyak wisatawan kembali mendatangi kawasan Bromo, Tengger, Semeru seperti sediakala.

Hal senada dikatakan Joko, pria berkumis ini sehari-hari bekerja sebagai pengemudi jeep. Jeep merupakan kendaraan utama yang membawa wisatawan membelah lautan pasir Bromo, menggapai titik penanjakan tuk menyaksikan matahari terbit.

Dengan nada sedikit jengkel ia bilang, pandemi corona ini betul-betul membuatnya terpukul hampir tak berdaya. Betapa tidak, sudah 15 tahun ini ia bertugas mengantar pelancong ke Bromo nyaris tanpa masalah. Namun, baru pada tahun 2020, pariwisata lokal dianggapnya mati suri, syukurnya mulai berdetak lagi di penghujung Oktober-November 2020.

Jadi, dari Maret sampai awal Oktober 2020, Joko memilih banting setir menjadi petani dadakan. Bahkan, jadi kuli harian pembangunan jalan pun sanggup ia lakoni. Pokoknya, ujar dia, segala usaha akan ia coba untuk tetap bertahan hidup di tengah pandemi ini.

Sambil tertawa terbahak-bahak, ia menceritakan kenangan pahit saat dirinya berhasil memanen sayur yang hanya dihargai di pasaran Rp500 per kilogram. Alhasil, sayur mayur yang ia tanam itu dikonsumsi sendiri, ditumpuk, hingga pada akhirnya ada yang membusuk.

Segelintir pengunjung dan lautan pasir di gunung Bromo (Morteza)

“Kalau dihargai Rp1.500-Rp2.000 kita masih dapat untung. Kita sudah coba tawarkan sayur ke Semarang, kemana-mana saya siap antar. Tapi ndak ada yang mau. Ini daya beli masyarakat yang enggak ada toh,” ucapnya sambil terkekeh.

Maka itu, bapak tiga anak ini amat mengharapkan situasi di Indonesia pada tahun 2021 berangsur membaik, tidak seperti tahun 2020 yang ia anggap suram. Besar harapannya, wisatawan mulai memberanikan diri berpelesir dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat seperti yang selalu ditekankan oleh pemerintah, agar setelah berwisata tidak ada kasus terpapar wabah menular dari Bromo.

Sementara, SubKoordinator Pemasaran Pariwisata Regional I Area IVB Kemenparekraf untuk pasar Australia, Nurdiansyah, yang ikut turun membantu pemulihan pasar wisata domestik, mengaku optimis sektor pariwisata Indonesia secara perlahan namun pasti akan beranjak pulih.

Namun, ia menekankan bagi wisatawan yang hendak mendatangi Bromo harus mengindahkan standar protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability), dan disarankan jika tujuan utama pengunjung Bromo ingin melihat sunrise, mohon ditunda dahulu lantaran kondisi cuaca sedang kurang bagus.

“Protokol itu (CHSE) harus dipatuhi, agar tidak ada penumpukan massa pengunjung di lokasi wisata. Hal itu supaya orang yang berwisata bisa pulang ke rumah tetap dalam kondisi sehat. Kemenparekraf juga sedang gencar memberikan sertifikasi CHSE (InDOnesia CARE) secara gratis kepada industri pariwisata di seluruh Indonesia” ucapnya kepada JOI pertengahan Desember 2020 kemarin.

Pantauan JOI di lokasi penanjakan Gunung Bromo, sudah ada pembuatan tanda kuning physical distancing, agar pengunjung bisa menjaga jarak aman. Sayangnya, belum terlihat pihak Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di lokasi wisata tersebut./ JOURNEY OF INDONESIA

Tags: BromoDestinasiPesona IndonesiaTenggerWisataWonderful Indonesia
Share931Tweet582

Related Posts

Meresapi Hangatnya Iftar di Lumire Hotel Jakarta Bertema “Spirit of Ramadan The Joy of Giving”
Hotels

Meresapi Hangatnya Iftar di Lumire Hotel Jakarta Bertema “Spirit of Ramadan The Joy of Giving”

21/02/2026
Menikmati “Homey” Mewah di Fraser Residence Menteng Jakarta, Oase Ramadan dengan Cita Rasa Cappadocia
Hotels

Menikmati “Homey” Mewah di Fraser Residence Menteng Jakarta, Oase Ramadan dengan Cita Rasa Cappadocia

19/02/2026
The Art of Serenity, Menelusuri Kemewahan Tersembunyi di Luxcamp Bukit Damar Puncak by Horison
Hotels

The Art of Serenity, Menelusuri Kemewahan Tersembunyi di Luxcamp Bukit Damar Puncak by Horison

19/02/2026
Eksplorasi Cita Rasa Nusantara dalam Balutan Seni, “A Wishful Ramadhan” di ARTOTEL Thamrin Jakarta
Hotels

Eksplorasi Cita Rasa Nusantara dalam Balutan Seni, “A Wishful Ramadhan” di ARTOTEL Thamrin Jakarta

16/02/2026
Batik Cap Kertas dan Eksplorasi Diri, Cara Loman Park Menafsir Ulang Tradisi Jawa
Hotels

Batik Cap Kertas dan Eksplorasi Diri, Cara Loman Park Menafsir Ulang Tradisi Jawa

16/02/2026
Next Post
Ayo Kunjungi Bangka Belitung Untuk Berwisata Kuliner dan Melihat Tarsius

Ayo Kunjungi Bangka Belitung Untuk Berwisata Kuliner dan Melihat Tarsius

ADVERTISEMENT

Recomended

Menial Insentif Ramadan Rp 12,8 Triliun, Anis Byarwati Ingatkan Soal Tepat Sasaran dan Dampak Jangka Panjang
Uncategorized

Menial Insentif Ramadan Rp 12,8 Triliun, Anis Byarwati Ingatkan Soal Tepat Sasaran dan Dampak Jangka Panjang

22/02/2026
Meriahkan Ramadan, Tiket Whoosh Dibanderol Rp200.000 untuk Pembelian Minimum 5 Tiket Pulang- Pergi
News

Meriahkan Ramadan, Tiket Whoosh Dibanderol Rp200.000 untuk Pembelian Minimum 5 Tiket Pulang- Pergi

22/02/2026
Meresapi Hangatnya Iftar di Lumire Hotel Jakarta Bertema “Spirit of Ramadan The Joy of Giving”
Hotels

Meresapi Hangatnya Iftar di Lumire Hotel Jakarta Bertema “Spirit of Ramadan The Joy of Giving”

21/02/2026
Menemukan Tuhan dalam Harmoni, Reality Club Rayakan Ramadan lewat ‘Close to You’
Music

Menemukan Tuhan dalam Harmoni, Reality Club Rayakan Ramadan lewat ‘Close to You’

20/02/2026
Menjaga Ketenang Ramadan, Pemerintah Diminta Kendalikan Harga Kebutuhan Pokok
News

Menjaga Ketenang Ramadan, Pemerintah Diminta Kendalikan Harga Kebutuhan Pokok

20/02/2026
Menikmati “Homey” Mewah di Menteng, Oase Ramadan dengan Cita Rasa Cappadocia
Hotels

Menikmati “Homey” Mewah di Menteng, Oase Ramadan dengan Cita Rasa Cappadocia

19/02/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.