Saturday, June 27, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Menelisik ‘Yabai’, Perkawinan Gairah Prog-Rock dan Estetika Jepang ala Patrick Lesmana

by Redaksi
25/12/2025
Reading Time: 4 mins read
Menelisik ‘Yabai’, Perkawinan Gairah Prog-Rock dan Estetika Jepang ala Patrick Lesmana

Patrick Lesmana dibentuk oleh referensi musik yang cukup berat dan beragam untuk musisi seusianya (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Dunia musik instrumental Indonesia kembali mendapatkan suntikan energi baru dari Timur Jawa. Setelah sempat menepi dalam masa hiatus selama satu tahun, gitaris muda asal Malang, Patrick Lesmana, kembali menampakkan taringnya lewat karya terbaru bertajuk ‘Yabai’. Single ini bukan sekadar unjuk kemahiran jemari di atas dawai, melainkan sebuah pernyataan estetika yang berani, menggabungkan liarnya genre progressive rock era 70-an dengan presisi Japanese contemporary fusion yang modern.

Istilah ‘Yabai’ dalam bahasa Jepang memang memiliki spektrum makna yang luas, mulai dari sesuatu yang berbahaya, gila, hingga sesuatu yang luar biasa keren. Bagi Patrick, dualitas makna inilah yang menjadi fondasi utama dalam meramu komposisi musiknya. Ia tidak sekadar meminjam judul, tetapi mencoba menerjemahkan urgensi dan spontanitas kata tersebut ke dalam struktur lagu yang dinamis.

Baca juga :

Longevity 5.0, Hadirnya Era Baru Kesehatan Tanpa Batas bagi Pria dan Wanita di Indonesia

Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

PRISM Beri Diskon Hotel 25%, Dorong Tren Wisata Hemat Keluarga Saat Libur Sekolah

“Yabai merepresentasikan sisi spontan, eksperimental dan energi tak terduga dalam musik yang saya tulis. Saya memilih konsep Jepang karena saya sangat terinspirasi oleh kultur dan estetika mereka dari anime, seni visual, sampai cara musisi fusion Jepang seperti Casiopea, T-Square, dan Dezolve membentuk sound yang khas tapi tetap “tightt” dan teknikal”, terang Patrick Lesmana menjelaskan visi di balik single keduanya tersebut.

Patrick Lesmana Logo (Ist)

Kedalaman musikalitas Patrick memang tidak tumbuh dari ruang hampa. Ia dibentuk oleh referensi musik yang cukup berat dan beragam untuk musisi seusianya. Tumbuh besar dengan asupan Progressive Rock dan Jazz-Rock medio 1960 hingga 1980-an, pengaruh nama-nama besar seperti King Crimson, Frank Zappa, Yes, hingga pengaruh gaya gitar Allan Holdsworth yang enigmatik, terasa kental dalam napas karyanya. Melalui “Yabai”, Patrick mencoba menarik benang merah antara kompleksitas musik Barat tersebut dengan elemen musik gim Jepang yang melodius namun teknikal.

Menariknya, meskipun Patrick menyandang status sebagai solois gitar, ia tidak terjebak dalam ego untuk menonjolkan diri secara berlebihan. Dalam EP yang juga bertajuk sama yang dirilis pada 2023, ‘Yabai’ diposisikan sebagai sebuah kesatuan kolektif di mana setiap instrumen memiliki ruang bernapas yang setara. Hal ini menjadi antitesis bagi banyak album solois gitar yang sering kali hanya fokus pada pamer teknik kecepatan.

“Yabai adalah judul EP saya yang sudah rilis di tahun 2023 lalu dan di dalam mini album saya tersebut juga ada lagu yang berjudul ‘Yabai’ yang diperkenalkan sebagai single ke 2 setelah ‘Paradise Of Inner Fire’. Kalau disimak secara keseluruhan, EP saya itu tidak berusaha menampilkan gitar sebagai instrumen utamanya melainkan semua instrumen bermain dengan porsi yang sama. Dalam hal ini, komposisi adalah yang saya coba tonjolkan dalam lagu-lagu di dalam EP tersebut termasuk ‘Yabai’, tandas Patrick Lesmana.

Secara teknis, lagu ini merupakan laboratorium eksperimen bagi Patrick. Pendengar akan disuguhi dengan permainan time signature yang tidak lazim namun tetap terjaga alurnya. Ia mengakui bahwa tantangan tersendiri adalah bagaimana menjaga agar musik yang kompleks tidak terdengar kaku atau kehilangan nyawa emosionalnya. Ia menegaskan, “Secara komposisi, ‘Yabai’ menggabungkan elemen progressive rock, jazz fusion, dan nuansa Japanese contemporary fusion. Ada banyak permainan time signature, harmoni kompleks, dan improvisasi yang tetap punya alur emosional”.

Yabai merepresentasikan sisi spontan, dan eksperimental dari seorang Patrick Lesmana (Ist)

Di balik layar, proses kreatif ini berjalan cukup organik di studio pribadinya, Suara Wibu Production. Sebagai musisi yang juga sangat mengagumi gaya permainan Al Di Meola hingga Ritchie Blackmore, Patrick berupaya keras agar teknikalitas yang ia miliki tidak mengubur rasa dari lagu itu sendiri. “Tantangan terbesarnya justru menjaga keseimbangan antara teknikalitas dan feel, karena di genre seperti progressive fusion, mudah sekali terjebak dalam permainan rumit tapi kehilangan rasa”, ungkapnya.

Kehadiran single ini juga disambut baik oleh Fransiscus Eko dari Cadaazz Pustaka Musik yang bertindak sebagai co-producer. Baginya, merilis karya Patrick adalah sebuah tantangan logistik tersendiri mengingat kesibukan sang musisi di berbagai proyek musik lintas genre di Malang. Eko mengakui ada sedikit rasa penasaran yang belum tuntas, terutama mengenai visualisasi dari karya ini. “Patrick ini sibuk banget, proyek musiknya banyak dan dia juga ikut bergabung dengan beberapa band berbeda genre di Malang. Bisa merilis single kedua ini sudah membuat saya cukup lega. Yang masih nge-ganjel adalah video musik nya belum sempat di buat karena Patrick sendiri masih belum punya waktu luang ke Jakarta”, tutur Fransiscus Eko.

Bagi Patrick Lesmana, ‘Yabai’ hanyalah satu kepingan dari kolase besar musikalitas yang ingin ia bangun. Ia tidak ingin mengurung diri dalam satu kotak genre yang sempit. Ke depannya, ia berencana mengeksplorasi repetoar yang lebih luas, menjadikan setiap karya solonya sebagai refleksi dari apa yang ia dengarkan setiap hari. “Saya tidak ingin terpatok satu genre saja, saya ingin menjadikan karya – karya solo saya sebagai sebuah kolase untuk menunjukan banyaknya repetoar yang saya dengarkan sehari-hari dan tidak berhenti di satu genre saja”, tutupnya optimis.

Kini, ‘Yabai’ sudah bisa dinikmati di berbagai platform digital. Bagi penikmat musik yang merindukan jalinan harmoni yang rumit namun tetap nikmat untuk disimak, karya Patrick Lesmana ini menawarkan pengalaman audio yang segar dan berbeda di tengah arus musik populer saat ini./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk

Tags: Cadaazz Pustaka MusikGitaris IndonesiaJapanese Contemporary FusionJourney of IndonesiaMusikMusik InstrumentalNewsPatrick LesmanaProgressive RockSuara Wibu ProductionYabai
Share115Tweet72

Related Posts

Jakarta Fusion Jazz Festival 2026, Saat Ritme 80-an Memikat Gen Z di Kemang
Music

Jakarta Fusion Jazz Festival 2026, Saat Ritme 80-an Memikat Gen Z di Kemang

24/06/2026
Menjaga Denyut Musik Independen di Buitenstage Vol. 9 Bogor
Events

Menjaga Denyut Musik Independen di Buitenstage Vol. 9 Bogor

23/06/2026
Roni Joni, Rycko Ria, dan Naomi Ivo Satukan Genre Lewat Single ‘Dopamine (Bukan Haluuu)’
Music

Roni Joni, Rycko Ria, dan Naomi Ivo Satukan Genre Lewat Single ‘Dopamine (Bukan Haluuu)’

22/06/2026
Jelang 25 Tahun Berkarya, The Rain Luncurkan Single ‘Semoga Dia Bahagia’
Music

Jelang 25 Tahun Berkarya, The Rain Luncurkan Single ‘Semoga Dia Bahagia’

22/06/2026
Veteran Rock Indonesia, Heri Batara Resmi Rilis Video Musik ‘We Are Not Fall In’
Music

Veteran Rock Indonesia, Heri Batara Resmi Rilis Video Musik ‘We Are Not Fall In’

20/06/2026
Next Post
Harmoni Musik dan Alam, Menanam Mangrove Lewat Tiket Early Bird Synchronize Fest 2026

Harmoni Musik dan Alam, Menanam Mangrove Lewat Tiket Early Bird Synchronize Fest 2026

ADVERTISEMENT

Recomended

Longevity 5.0, Hadirnya Era Baru Kesehatan Tanpa Batas bagi Pria dan Wanita di Indonesia
Health

Longevity 5.0, Hadirnya Era Baru Kesehatan Tanpa Batas bagi Pria dan Wanita di Indonesia

26/06/2026
Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini
Culture

Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

25/06/2026
PRISM Beri Diskon Hotel 25%, Dorong Tren Wisata Hemat Keluarga Saat Libur Sekolah
Hotels

PRISM Beri Diskon Hotel 25%, Dorong Tren Wisata Hemat Keluarga Saat Libur Sekolah

24/06/2026
Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali
Culture

Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

24/06/2026
Wisatawan Cina Catat Pertumbuhan Tercepat ke Indonesia, Geser Jepang di Semester I 2026
Travel

Wisatawan Cina Catat Pertumbuhan Tercepat ke Indonesia, Geser Jepang di Semester I 2026

24/06/2026
Jakarta Fusion Jazz Festival 2026, Saat Ritme 80-an Memikat Gen Z di Kemang
Music

Jakarta Fusion Jazz Festival 2026, Saat Ritme 80-an Memikat Gen Z di Kemang

24/06/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.