BOGOR – Hari Kasih Sayang sering kali identik dengan romansa yang manis dan penuh bunga, namun band city pop asal Bogor, Billkiss, memilih jalan yang berbeda untuk memaknainya. Tepat pada 13 Februari 2026, mereka resmi meluncurkan ‘Tahta (Hipdut Version)’ di seluruh platform streaming digital sebagai sebuah antitesis terhadap perayaan cinta yang konvensional. Melalui aransemen yang memadukan unsur hip-hop dan dangdut, unit musik ini mengajak pendengarnya untuk merayakan patah hati dengan cara yang lebih bertenaga dan penuh energi.
Lagu ‘Tahta’ sendiri sebenarnya bukan nama baru bagi para penggemar Billkiss. Sejak awal kemunculannya, lagu ini dikenal sebagai narasi emosional tentang sulitnya melepaskan bayang-bayang masa lalu. Sosok “raja” dalam liriknya menjadi metafora kuat bagi cinta lama yang tetap bertahta di dalam hati, meskipun waktu telah lama berlalu dan pertemuan tidak lagi terjadi. Namun, dalam versi terbaru ini, nuansa melankolis tersebut dibalut ulang dengan ritme hipdut yang segar, mengubah esensi kesedihan menjadi sebuah ajakan untuk tetap bergoyang di tengah luka.
Helvi, bassist sekaligus penulis lagu ‘Tahta’, menjelaskan bahwa perilisan versi hipdut ini memang sengaja dilakukan berdekatan dengan momen Hari Kasih Sayang. Ia melihat bahwa tidak semua orang melewati momen tersebut dengan suasana hati yang gembira bersama pasangan. Menurut kepercayaan Billkiss, patah hati juga bisa dirayakan lewat Tahta dengan versi yang berbeda, ungkap Helvi mengenai visi di balik aransemen baru ini. Sudut pandang ini memberikan ruang bagi mereka yang ingin menertawakan pedihnya asmara tanpa harus tenggelam dalam kesedihan yang berlarut-larut.

Transformasi musikal ini juga dirasakan secara signifikan oleh sang vokalis, Maulin. Baginya, aransemen hipdut memberikan dimensi emosional yang jauh lebih dinamis dibandingkan versi aslinya. Ia menekankan bahwa elemen musik yang lebih hidup mampu memberikan semangat baru bagi siapa pun yang mendengarkannya. Ada nyawa baru di lagu Tahta versi hipdut ini. Hal yang sedih bisa dibawa happy, tutur Maulin menjelaskan bagaimana transisi musik tersebut bekerja dalam menyampaikan pesan lagu.
Langkah Billkiss merilis ‘Tahta’ (Hipdut Version) ini mengikuti jejak kesuksesan proyek eksperimental mereka sebelumnya yakni ’25 Jam’ (Remix), yang dirilis pada Desember lalu. Dengan konsistensi mengeksplorasi berbagai genre, Billkiss semakin mengukuhkan posisinya sebagai band yang tidak ragu keluar dari zona nyaman city pop.
Kini, ‘Tahta’ (Hipdut Version) sudah dapat dinikmati melalui Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan berbagai platform musik digital lainnya bagi mereka yang siap merayakan luka dengan cara yang paling enerjik./ JOURNEY OF INDONESIA | Ismed Nompo
Meta Description: Billkiss merilis ‘Tahta’ (Hipdut Version) sebagai perayaan unik patah hati di Hari Kasih Sayang 2026. Simak bagaimana band asal Bogor ini memadukan hip-hop dan dangdut untuk mengubah kesedihan menjadi energi positif yang mengajak bergoyang.


















