Saturday, September 5, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Purwacarita Borobudur, Saat Sejarah Divalidasi Sebelum Divisualkan AI

    Purwacarita Borobudur, Saat Sejarah Divalidasi Sebelum Divisualkan AI

    Merawat Warisan Soekarno Lewat Pameran Seni, Kuliner di Hotel Kempinski Jakarta

    Merawat Warisan Soekarno Lewat Pameran Seni, Kuliner di Hotel Kempinski Jakarta

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Purwacarita Borobudur, Saat Sejarah Divalidasi Sebelum Divisualkan AI

    Purwacarita Borobudur, Saat Sejarah Divalidasi Sebelum Divisualkan AI

    Merawat Warisan Soekarno Lewat Pameran Seni, Kuliner di Hotel Kempinski Jakarta

    Merawat Warisan Soekarno Lewat Pameran Seni, Kuliner di Hotel Kempinski Jakarta

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Menguak Sisi Gelap di Balik Layar, Saat Sensor dan Promosi Menentukan Nasib Film Horor

by Redaksi
15/04/2026
Reading Time: 3 mins read
Menguak Sisi Gelap di Balik Layar, Saat Sensor dan Promosi Menentukan Nasib Film Horor

Diskusi FFHoror yang mengupas fenomena menghadapi sensor, baik dari dalam maupun luar produksi (DSP)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Geliat film horor di Tanah Air tak sekadar soal urusan memacu adrenalin di dalam bioskop. Ada proses panjang yang penuh siasat, rahasia, hingga negosiasi dengan norma sosial yang kerap luput dari perhatian penonton. Fenomena inilah yang dibedah secara mendalam dalam edisi ke-5 Festival Film Horor (FFH) yang berlangsung di Pictum Cafe, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (13/04).

Diskusi bertajuk “Horor Sensor, Promosi Film Horor” ini mempertemukan para praktisi lintas bidang, mulai dari penggiat film Akhlis Suryapati, editor senior Ryan Fadilah, hingga Co-Sutradara Rama Djunarko, dengan dipandu oleh konsultan komunikasi Irfan Handoko.

Baca juga :

Di Energy Week 2026, Kolaborasi Jadi Fondasi Ekosistem Industri Masa Depan

Filosofi Taihe, Rahasia Harmoni di Balik Desain Hongqi E-HS9

Indah Permatasari Siap Comeback Lewat Single Terbaru

Banyak yang mengira sensor baru bekerja saat film rampung dan diserahkan ke Lembaga Sensor Film (LSF). Namun, Ryan Fadilah yang telah malang melintang selama satu dekade di industri ini mematahkan anggapan tersebut. Baginya, sensor justru dimulai sejak tahap wacana produksi.

Bukan hanya naskah yang dijaga ketat, terkadang identitas sutradara pun disembunyikan rapat-rapat oleh produser demi alasan keamanan ide. “Kenapa itu dilakukan, mereka tak ingin ide dan ceritanya dicuri pihak lain. Jangankan kami, sutradara saja tak tahu judul film yang akan digarap,” ungkap Ryan. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan; di tengah persaingan industri yang kompetitif, orisinalitas adalah komoditas yang mahal harganya.

Sisi lain sensor muncul saat film bersentuhan dengan realitas sosial. Rama Djunarko menceritakan bagaimana kisah nyata seringkali menjadi “tiket aman” untuk menembus sensor negara, namun justru berbenturan dengan sensor keluarga.

Rama mencontohkan peliknya mengangkat sebuah tragedi ke layar lebar. “Kala kita mengangkat kisah penari jaipong yang dirudapaksa dan dibunuh oleh penggemarnya, keluarga besarnya tak ingin hal itu ada di scene, meski itu benang merahnya cerita yang kita angkat,” jelasnya. Di sini, sineas harus menari di atas garis tipis antara estetika cerita dan rasa hormat terhadap privasi narasumber.

Mantan Ketua Sinematek, Akhlis Suryapati, memberikan perspektif yang lebih filosofis. Ia mengibaratkan sineas seperti pesilat yang harus memiliki kuda-kuda kokoh. Memahami akar budaya dan psikologi massa adalah kunci agar film tidak hanya lolos sensor, tapi juga laku di pasaran.

Menurut Akhlis, horor pada dasarnya adalah tentang kejutan. Di Indonesia, unsur mistik menjadi bumbu yang tak terpisahkan untuk menangkap minat penonton. “Horor itu sifatnya kejutan, nah bagian dari kejutan ini teorinya. Di Indonesia hal itu dikenal mistik, ini juga trik untuk ditangkap penonton, kita kombinasikan antara kejutan dan judul agar lolos sensor,” tandasnya.

Meski memiliki cara berbeda dalam menyiasati aturan, para pembicara sepakat bahwa keberadaan lembaga sensor adalah representasi kehadiran negara dalam menjaga tatanan budaya. Pun dalam urusan promosi, kreativitas tetap harus berjalan berdampingan dengan etika publik. Segala cara boleh dicoba demi menarik perhatian massa, selama tidak menabrak rambu-rambu hukum dan tidak menimbulkan keresahan sosial.

Acara tidak hanya berhenti pada diskusi teknis, dimana sebagai bentuk apresiasi terhadap karya yang berhasil menyeimbangkan kualitas seni dan daya tarik publik, FFH Ke-5 menganugerahkan Nini Sunny Award kepada sejumlah insan film berbakat.

Film Suzanna: Santet Dosa Diatas Dosa keluar sebagai film terpilih dalam edisi kali ini. Prestasi ini semakin lengkap dengan dinobatkannya Iwa K sebagai Pemain Pria Terpilih lewat perannya di film yang sama. Sementara itu, aktris muda Sandrinna Michelle meraih gelar Pemain Wanita Terpilih atas aktingnya yang memukau dalam film Danur.

Di balik layar teknis, penghargaan juga diberikan kepada Awi (Danur) sebagai Sutradara Terpilih dan Muhammad Firdaus (Suzanna) sebagai Director of Photography (DoP) Terpilih. Malam itu menjadi bukti bahwa di tengah kepungan sensor dan tantangan promosi, horor Indonesia tetap mampu melahirkan karya-karya yang solid dan dihargai./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk

Tags: Festival Film HororFilmFilm Horor IndonesiaIndustri FilmIwa KJourney of IndonesiaLSFSandrinna MichelleSensor Film Indonesia
Share114Tweet71

Related Posts

Di Energy Week 2026, Kolaborasi Jadi Fondasi Ekosistem Industri Masa Depan
Events

Di Energy Week 2026, Kolaborasi Jadi Fondasi Ekosistem Industri Masa Depan

04/09/2026
Tiga Sektor Energi Bertemu di JIExpo, Ini yang Dicari Industri
Events

Tiga Sektor Energi Bertemu di JIExpo, Ini yang Dicari Industri

03/09/2026
Rilis PR Horeka Wajib Storytelling, Foto Artistik Jadi Nilai Lebih
Events

Rilis PR Horeka Wajib Storytelling, Foto Artistik Jadi Nilai Lebih

02/09/2026
Setelah Surabaya dan Medan, ICX 2026 Tutup Rangkaian di Jakarta
Events

Setelah Surabaya dan Medan, ICX 2026 Tutup Rangkaian di Jakarta

21/08/2026
Menembus Batas Studio, Pameran Art for Peace di TIM Usung Semangat Kolaborasi Global
Events

Menembus Batas Studio, Pameran Art for Peace di TIM Usung Semangat Kolaborasi Global

20/08/2026
Next Post
Film Para Perasuk, Menyelami Pesta Kerasukan di Desa Latas

Film Para Perasuk, Menyelami Pesta Kerasukan di Desa Latas

ADVERTISEMENT

Recomended

Di Energy Week 2026, Kolaborasi Jadi Fondasi Ekosistem Industri Masa Depan
Events

Di Energy Week 2026, Kolaborasi Jadi Fondasi Ekosistem Industri Masa Depan

04/09/2026
Filosofi Taihe, Rahasia Harmoni di Balik Desain Hongqi E-HS9
Automotive

Filosofi Taihe, Rahasia Harmoni di Balik Desain Hongqi E-HS9

04/09/2026
Indah Permatasari Siap Comeback Lewat Single Terbaru
Music

Indah Permatasari Siap Comeback Lewat Single Terbaru

04/09/2026
Rony Parulian Rilis Dunia dan Seisinya, Ungkap Proses di Baliknya
Music

Rony Parulian Rilis Dunia dan Seisinya, Ungkap Proses di Baliknya

04/09/2026
Sop Buntut Ma’Emun, Sebuah Warisan Rasa Legendaris Bogor Sejak 1970
Culinary

Sop Buntut Ma’Emun, Sebuah Warisan Rasa Legendaris Bogor Sejak 1970

03/09/2026
Alex Palou & Honda Kunci Treble Winner IndyCar 2026
Automotive

Alex Palou & Honda Kunci Treble Winner IndyCar 2026

03/09/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.