JAKARTA – Aroma donat gandum panggang menyeruak begitu tamu undangan memasuki gerai baru Humble Baker di Jalan Duren Tiga Raya Nomor 28, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026). Ini adalah cabang ketiga brand bakery lokal tersebut, sekaligus yang terbesar dari deretan gerai yang sudah ada, dengan luas ruang dan fasilitas yang jauh lebih lengkap dibanding dua pendahulunya di Wolter Monginsidi dan BSD, Tangerang Selatan.
Peresmian dihadiri jajaran shareholder Humble Baker, termasuk Chef Ibnu Pratama yang menjabat CEO. Sejak berdiri Januari 2025 dengan ambisi menempatkan produk bakery lokal sejajar brand internasional, Humble Baker konsisten menambah titik layanan di Jakarta dan sekitarnya.
Ihwal filosofi bisnisnya, Chef Ibnu menegaskan pertumbuhan gerai tidak melulu soal skala usaha. “Semakin banyak pencapaian, semakin banyak manfaat yang bisa diberikan,” ujarnya di sela peresmian.
Berbeda dari kebanyakan bakery yang mengandalkan tepung dan gula sebagai bahan utama, Humble Baker menempatkan Donat Gandum Panggang sebagai produk andalan. Racikannya memadukan gandum kasar dan gandum halus, lalu dipanggang, bukan digoreng seperti donat pada umumnya.

“Kalau hanya menggunakan tepung dan gula, tentu pilihan nutrisinya kurang. Di Humble Baker kami menambahkan gandum, baik gandum kasar maupun gandum halus. Donatnya juga tidak digoreng, tetapi dipanggang,” jelasnya kembali.
Klaim tanpa tambahan gula turut melekat di hampir seluruh produk, meski Chef Ibnu mengingatkan klaim itu tidak sama dengan bebas gula sepenuhnya. “Kandungan gula secara alami masih dapat berasal dari bahan-bahan yang digunakan. Jadi tetap manis, tapi dari bahan alami,” kata Chef Ibnu.
Soal menu, gerai Duren Tiga tidak berhenti di roti dan kue. Chef Ibnu menyebut menu makan siang hingga aneka minuman turut disiapkan, seiring luasnya area dine-in dan ruang pertemuan yang dimiliki gerai ini. “Iya, boleh. Jadi selain menu roti, kue, kita juga ada menu makan siang. Memang karena Humble Bakery ini menyediakan area dine-in yang cukup luas, area meeting yang cukup luas, maka untuk menu beverages-nya, dari segi snack-nya, dari segi main course-nya, itu cukup lengkap. Dan memang Humble Bakery punya kemampuan untuk mengelola itu semua,” ujarnya.
Selain restoran, fasilitas yang menonjol di gerai Duren Tiga adalah Function Room yang bisa disewa untuk beragam acara, mulai dari intimate wedding, kumpul komunitas, kajian, arisan, sampai pertunjukan musik kecil.
Sementara itu ditempat yang sama, Indrawan Nugroho salah seorang shareholder Humble Baker menjelaskan ruangan ini dirancang fleksibel. “Ruangan ini bisa dibagi dua dengan komposisi 60 – 40 persen dan layout kursi bisa fleksibel. Kapasitasnya bisa sampai 100 orang,” ujar Indrawan.
Konsep ini jadi pembeda gerai Duren Tiga dari dua cabang sebelumnya yang lebih fokus melayani kebutuhan roti harian. Berada di tengah kawasan kampus dan perkantoran, gerai baru ini dirancang lebih terbuka sebagai ruang publik, sejalan dengan nama “Humble” yang disematkan sejak awal.

Ekspansi Humble Baker tidak berhenti di Duren Tiga. Chef Ibnu mengungkap gerai keempat bakal menyusul bulan depan di Bekasi, disusul Cibubur, SCBD, dan Menteng. “Jadi, bulan depan kita get ready opening Bekasi, outlet keempat. Lalu tidak lama lagi Cibubur, lalu SCBD dan Menteng, insyaallah,” ungkapnya.
Menurutnya, pemilihan lokasi baru itu bukan tanpa alasan. Permintaan warganet lewat media sosial dan pesan WhatsApp jadi salah satu pertimbangan utama sebelum Humble Baker memutuskan membuka cabang baru di suatu wilayah. “Caranya banyak yang minta. Jadi melalui medsos, Instagram, WhatsApp, banyak sekali, Pak, buka di sini, Mas, buka di situ. Nah, itu kita survei dan memang banyak yang menginginkan buka di sana, maka Humble Bakery hadir untuk memenuhi permintaan tersebut,” kata Chef Ibnu.
Gerai Duren Tiga turut mengusung misi memberdayakan karyawan lokal dan menggandeng pemasok dari sekitar kawasan, sejalan dengan visi awal Humble Baker sebagai bisnis yang tidak semata mengejar penjualan. Chef Ibnu juga menambahkan bahwa keberlanjutan ekspansi ini pada akhirnya bergantung pada dukungan konsumen.
“Untuk membuka cabang dan mengembangkan bisnis, tentu kami membutuhkan keuntungan. Karena itu, kami juga membutuhkan dukungan dari teman-teman semua, salah satunya dengan berbelanja di Humble Baker,” tutup Chef Ibnu./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk

















