JAKARTA – Hongqi menempatkan filosofi Taihe sebagai fondasi desain Hongqi E-HS9, SUV listrik flagship pertama merek asal Tiongkok itu yang mulai dipasarkan di Indonesia. Konsep yang dalam bahasa Mandarin berarti “harmoni agung” ini menjadi acuan bagaimana proporsi bodi, garis, dan detail kendaraan disusun agar terasa seimbang sebagai satu kesatuan.
Istilah Taihe bukan sekadar nama estetika, filosofi ini merujuk pada Taihe Dian atau Hall of Supreme Harmony di Forbidden City, Beijing, bangunan yang selama ratusan tahun merepresentasikan gagasan tentang keselarasan semesta. Prinsip serupa itulah yang kemudian diadaptasi Hongqi ke dalam bahasa desain otomotifnya sejak 2018, saat perusahaan mulai membangun identitas visual baru yang memadukan unsur Tiongkok dengan pendekatan modern.
Proses tersebut tidak berjalan sendiri. Hongqi membentuk laboratorium riset bersama Palace Museum, lembaga yang mengelola Forbidden City, untuk menggali penerapan estetika dan budaya Tiongkok ke dalam desain industri. Kolaborasi ini menjadi salah satu sisi yang jarang diangkat dalam pemberitaan soal kehadiran E-HS9 di Indonesia, meski menjadi akar dari keseluruhan bahasa desain yang dipakai Hongqi hari ini.

Pada E-HS9, prinsip Taihe paling mudah dikenali lewat proporsi bodinya. Siluet memanjang dan posisi bodi yang tegap membentuk kesan berwibawa, sekaligus menjaga hubungan visual yang seimbang antara bagian depan, kabin, dan buritan. Panjang kendaraan lebih dari 5,2 meter dengan wheelbase 3,1 meter memberi ruang kabin yang lega tanpa membuat proporsi eksterior terlihat berlebihan.
Bagian depan kendaraan menonjolkan signature waterfall grille, susunan garis vertikal berlapis yang terinspirasi dari aliran air pegunungan. Detail ini memberi kesan tegak dan berwibawa tanpa menghilangkan sisi elegan. Garis merah yang membentang dari grille menuju kap mesin menjadi elemen visual paling dikenali dari Hongqi, sekaligus penanda filosofi Shang Zhi Yi, yang terdiri dari tiga unsur: Shang untuk kedalaman makna desain, Zhi untuk perhatian pada kualitas, dan Yi untuk hubungan emosional antara produk dengan penggunanya.
Director of Indomobil Group Andrew Nasuri mengatakan pendekatan ini menjadi cara Hongqi memperkenalkan diri secara lebih utuh kepada konsumen Indonesia.

“Di tengah semakin banyaknya pilihan kendaraan asal Tiongkok di Indonesia, kami ingin masyarakat mengenal Hongqi secara lebih utuh. Hongqi datang dengan sejarah dan cara pandang yang sudah dibangun selama puluhan tahun. Taihe menjadi salah satu bagian dari identitas itu, bagaimana harmoni, proporsi, dan detail diterjemahkan ke dalam desain yang terasa modern tanpa kehilangan akar budayanya. Kami ingin masyarakat mengenal Hongqi dari sisi tersebut, tidak hanya dari teknologi yang dibawanya, tetapi juga dari pemikiran dan nilai yang membentuk setiap produknya,” kata Andrew.
Pendekatan Hongqi ini berbeda dari kebanyakan merek yang mengandalkan ornamen atau fitur teknologi sebagai penanda kemewahan. Taihe justru dibangun lewat komposisi dan hubungan antarelemen, bukan akumulasi detail. Prinsip itu membuat kemewahan pada E-HS9 tidak muncul dari satu elemen mencolok, melainkan dari keseluruhan susunan proporsi yang saling terhubung.
Kehadiran E-HS9 di Indonesia menandai bagaimana Hongqi membawa warisan desain Timur ke platform kendaraan listrik. Filosofi yang sebelumnya diterapkan pada kendaraan berbahan bakar konvensional kini diterjemahkan ke era elektrifikasi, dengan tetap mempertahankan akar identitas yang dibangun sejak Hongqi berdiri lebih dari enam dekade lalu./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk

















