JAKARTA – Suasana mencekam seketika menyeruak saat cuplikan perdana film Tumbal Proyek mulai diputar. Bukan sekadar menonjolkan penampakan sosok astral yang mengejutkan, trailer ini justru membawa penonton menyelami ruang gelap dari sebuah pembangunan infrastruktur besar yang selama ini hanya menjadi bisikan di tengah masyarakat. Ada aroma tanah basah, deru mesin proyek, dan jeritan sunyi yang tersamar di balik megahnya beton.
Selama puluhan tahun, pembangunan skala masif seperti Jembatan Surabaya Madura atau Suramadu memang kerap dibumbui legenda urban yang mengerikan. Isu mengenai tumbal manusia demi kokohnya sebuah konstruksi seolah menjadi rahasia umum yang tak pernah benar-benar mati. Film ini mencoba membedah mitos tersebut, mengubah desas-desus dari mulut ke mulut menjadi sebuah drama sinematis yang sangat dekat dengan kegelisahan kolektif kita.
Menariknya, Tumbal Proyek tidak terjebak pada formula horor murahan yang hanya menjual rasa takut. Kekuatan utama yang terasa dari trailer ini justru terletak pada lapisan emosional mengenai kehilangan. Kita diajak melihat sisi lain dari sebuah proyek besar: keluarga-keluarga yang terus menunggu kabar tentang orang tercinta yang hilang tanpa jejak. Ada duka yang menggantung tanpa kepastian, sebuah penantian panjang tanpa ada tubuh yang bisa dikuburkan dengan layak.
Di sinilah letak sentuhan manusiawi yang coba ditawarkan. Ketakutan yang dibangun tidak hanya berasal dari teror kasatmata, melainkan dari luka batin dan trauma yang belum pulih. Film ini memotret bagaimana sebuah ambisi pembangunan bisa meninggalkan lubang besar dalam kehidupan sosial seseorang. Luka yang belum selesai dan harapan yang tertahan menjadi benang merah yang mengikat setiap adegan mistis di dalamnya.

Aktris Karina Suwandi salah seorang pemeran film ini mengungkapkan pengalaman personalnya saat kembali membintangi film ini. Ia mengaku sempat vakum cukup lama dari genre tersebut karena trauma yang pernah dialaminya di masa lalu. “Beberapa tahun terakhir saya tidak syuting film horor karena trauma. Ada satu film yang membuat saya benar-benar takut, sampai membaca skrip horor saja saya gemetar. Padahal kita tahu, di Indonesia genre horor sedang sangat diminati, apalagi yang berkaitan dengan urban legend”, kata Karina Suwandi saat konferensi pers peluncuran trailer film Tumbal Proyek di Metropole XXI Megaria, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026).
Perpaduan antara misteri, drama keluarga, dan horor psikologis ini membuat Tumbal Proyek terasa lebih dinamis. Penonton tidak hanya dipacu adrenalinnya, tetapi juga diajak berempati pada rasa sakit yang dialami para karakter. Lewat trailer ini, kita seolah diingatkan bahwa di balik setiap kemajuan fisik sebuah daerah, terkadang ada kisah-kisah kelam yang sengaja dikubur dalam-dalam agar tidak mengganggu laju pembangunan.
Melalui narasi yang emosional ini, Tumbal Proyek menjanjikan sebuah pengalaman menonton yang berbeda bagi pencinta sinema horor tanah air. Film ini menjadi pengingat bahwa horor paling nyata terkadang bukan datang dari mahluk halus, melainkan dari kenyataan pahit yang terus menghantui mereka yang ditinggalkan. Mari bersiap menyingkap misteri di balik bayang-bayang proyek besar ini saat “Saksikan Film Tumbal Proyek yang akan tayang mulai 13 Mei 2026 di Bioskop.”/ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk


















