Sunday, August 23, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Merawat Warisan Soekarno Lewat Pameran Seni, Kuliner di Hotel Kempinski Jakarta

    Merawat Warisan Soekarno Lewat Pameran Seni, Kuliner di Hotel Kempinski Jakarta

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Merawat Warisan Soekarno Lewat Pameran Seni, Kuliner di Hotel Kempinski Jakarta

    Merawat Warisan Soekarno Lewat Pameran Seni, Kuliner di Hotel Kempinski Jakarta

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Sentuhan Perempuan Lintas Generasi di Film ‘Desember Jani’

by Redaksi
23/05/2026
Reading Time: 4 mins read
Sentuhan Perempuan Lintas Generasi di Film ‘Desember Jani’
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA — Hubungan antara ibu dan anak perempuan sering kali menjadi ruang yang penuh dengan kasih sayang sekaligus labirin kesalahpahaman yang rumit. Berangkat dari kedekatan emosional yang kerap dialami keluarga Indonesia tersebut, rumah produksi Palari Films menandai satu dekade perjalanannya di industri sinema dengan sebuah gebrakan baru. Mereka memperkenalkan proyek terbaru bertajuk Desember Jani (Jani Be Good).

Menariknya, film ini digarap sepenuhnya oleh perempuan, mulai dari bangku produser, sutradara, penulis naskah, hingga jajaran pemain utamanya. Melalui pendekatan all women project, film ini mencoba memotret dinamika rapuhnya komunikasi antarperempuan lintas generasi dalam satu atap.

Baca juga :

Defender Vertex 2026: Wajah Baru yang Makin Tangguh dan Mewah

The Late Shift di Paviliun Raden Saleh, Menikmati Malam Jakarta dari Sudut Berbeda

Setelah Surabaya dan Medan, ICX 2026 Tutup Rangkaian di Jakarta

Produser Palari Films, Meiske Taurisia, mengungkapkan bahwa proyek ini menjadi tonggak sejarah tersendiri bagi rumah produksi yang ia nahkodai bersama Muhammad Zaidy. Fokus utama dari karya terbaru ini adalah menyuarakan perspektif perempuan secara jujur dan mendalam. “Ini adalah film pertama Palari Films yang sangat perempuan. Seluruh pembuatnya hingga pemerannya adalah perempuan, dengan cerita yang juga sangat dekat dengan perempuan, terutama untuk seorang ibu dan anak perempuan,” ujar produser Meiske Taurisia.

Film Desember Jani berkisah tentang tiga generasi perempuan dalam satu rumah yang hampir kehilangan cara untuk saling bicara (Ist)

Di balik layar, Desember Jani menjadi ruang eksperimen kreatif bagi Ariani Darmawan yang melakoni debutnya sebagai sutradara film panjang (feature film). Mengambil latar penuh di Kota Bandung, Ariani berkolaborasi dengan Cyntha Hariadi, seorang novelis dan penyair penerima penghargaan yang untuk pertama kalinya menguji ketajaman penanya dalam menulis naskah film.
Ariani merasa kebebasan mengeksplorasi gagasan menjadi kunci utama dalam menghidupkan jiwa dari film ini. Kota Kembang dipilih bukan sekadar sebagai pemandangan latar, melainkan bagian dari memori emosional cerita.

“Ini adalah proyek yang luar biasa, bersama Palari Films, saya mengeksplorasi gagasan kreatif dengan lebih leluasa. Memanfaatkan Bandung sebagai sepenuhnya latar di film ini, yang juga punya nilai sentimental tersersendiri untuk saya. Bersama jajaran pemeran perempuan di film ini kami meramu kisah yang akan menghangatkan menjelang akhir tahun nanti,” ujar sutradara Ariani Darmawan.

Konflik dalam Desember Jani berpusat pada tiga generasi perempuan yang terjebak dalam keheningan emosional. Kehadiran Jani, bocah berusia 13 tahun yang diperankan oleh Chempa Puteri, menjadi satu-satunya jembatan yang mencoba merajut kembali komunikasi yang sempat terputus. Karakter Jani digambarkan sebagai sosok remaja yang mampu melihat keretakan keluarganya dengan jernih, lalu memilih untuk bergerak membawa perubahan.

Bagi Chempa Puteri, peran ini menjadi pembuktian besar karena untuk pertama kalinya ia dipercaya sebagai pemeran utama. Proses membangun kedekatan emosional dengan para pemain senior menjadi pengalaman belajar yang sangat berharga selama fase praproduksi. “Untuk persiapannya, aku latihan chemistry dengan Mama Sigi, Oma Tutie, Ibu Rani sebagai sutradara, dan Bu Dede sebagai produser. Aku belajar banyak dari orang-orang hebat di film ini dan mendapatkan ilmu yang berharga,” ujar Chempa Puteri.

Selain Chempa, film ini menandai kembalinya aktris Sigi Wimala ke layar lebar setelah sekian lama menepi dari lampu sorot. Sigi memerankan tokoh Winnie, seorang ibu yang memikul beban rasa bersalah mendalam yang tak pernah terucapkan. Menurut Sigi, kenyamanan di lokasi syuting bisa tercipta karena proses pendekatan antar-pemain yang dilakukan secara natural dan tanpa tekanan. “Kami diberi waktu untuk berkumpul bersama sebagai keluarga itu cukup lama. Jadi semuanya dibangun secara organik. Tanpa diburu-buru dan dipaksakan. Jadi pas kami syuting sudah sangat nyaman,” ujar Sigi Wimala.

Warna berbeda juga dihadirkan lewat karakter Julia, anak sulung yang memilih pergi dari rumah karena merasa suaranya selalu diabaikan. Karakter krusial ini dimainkan oleh pendatang baru Hyori Mika. Proses pemilihan Hyori terbilang unik, karena sutradara secara tidak sengaja terpikat oleh kemampuan aktingnya saat melihat sebuah tayangan iklan di dalam kereta api.

Melalui debut layar lebarnya ini, Hyori berharap karakter yang dimainkannya bisa menyuarakan isi hati banyak remaja di luar sana yang sedang berjuang mencari identitas diri.

Ketajaman akting dan bobot emosional film ini semakin solid berkat keterlibatan aktris legendaris Tutie Kirana (Ist)

“Senang rasanya dipercaya untuk memerankan karakter Julia di film ini. Anak sulung yang memutuskan pergi dari rumah karena tidak didengar. Film ini jadi perjalanan awalku di dunia film, dan semoga karakterku juga bisa mewakili penonton yang merasakan keresahan sama tentang boundaries dan mereka yang lagi mencari jati diri,” ujar Hyori Mika.

Ketajaman akting dan bobot emosional film ini semakin solid berkat keterlibatan aktris legendaris Tutie Kirana. Aktris senior yang telah mengantongi lima nominasi Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) sejak era 1970-an ini berperan sebagai Oma Peggy. Tokoh Oma Peggy menjadi perlambang cinta yang tak diungkapkan lewat kata-kata, melainkan melalui tindakan nyata sehari-hari.

Bagi Tutie, keterlibatannya dalam proyek ini bukan sekadar bermain peran, melainkan merayakan semangat pemberdayaan perempuan yang tetap menyala melintasi batas usia. “Saya memerankan Oma Peggy, sosok yang sudah lanjut usia tapi masih bikin usaha lumpia. Sebagai perempuan memang harus berdaya, bahkan di saat sudah lanjut usia. Di film ini, bersama perempuan-perempuan yang sangat berdaya, menjadikan semuanya satu kesatuan di dalam ceritanya,” ujar Tutie Kirana.

Dengan jalinan kisah yang berakar pada realitas sosial keluarga di Indonesia, sinergi para sineas perempuan ini diharapkan mampu memberikan perspektif baru yang lebih hangat dan jujur di bioskop tanah air. Kerinduan akan hangatnya pelukan keluarga dan keberanian untuk membuka dialog baru ini dijadwalkan menyapa penonton di bioskop mulai 22 Desember 2026, bertepatan dengan momentum perayaan Hari Ibu./ JOURNEY OF INDONESIA | Ismed Nompo

Tags: All Women ProjectAriani DarmawanDesember JaniFilmFilm Hari Ibu 2026Film Indonesia TerbaruJourney of IndonesiaNewsPalari FilmsSigi WimalaTutie Kirana
Share114Tweet71

Related Posts

Potret Satir Industri Konten dalam Harusnya Horror Debut Reza Arap
FIlm

Potret Satir Industri Konten dalam Harusnya Horror Debut Reza Arap

14/08/2026
Bunga di Tepi Jurang, MAXStream dan iQIYI Angkat Kisah Perjuangan Perempuan
FIlm

Bunga di Tepi Jurang, MAXStream dan iQIYI Angkat Kisah Perjuangan Perempuan

24/07/2026
Operasi Pesta Copet, Kisah Empat Sahabat yang Nekat karena Terpepet
FIlm

Operasi Pesta Copet, Kisah Empat Sahabat yang Nekat karena Terpepet

22/07/2026
Reza Arap Bongkar Drama di Balik Poster Baru “Harusnya Horror”, Singgung Tekanan dari Tepeachu
FIlm

Reza Arap Bongkar Drama di Balik Poster Baru “Harusnya Horror”, Singgung Tekanan dari Tepeachu

21/07/2026
Serial 12 IPA 4 Siap Tayang Pekan Ini, Hadirkan Junior Roberts Hingga Nayla Purnama
FIlm

Serial 12 IPA 4 Siap Tayang Pekan Ini, Hadirkan Junior Roberts Hingga Nayla Purnama

20/07/2026
Next Post
Geliat “Kamis Betawi”, Ikhtiar Membumikan Busana Adat untuk Generasi Muda

Geliat "Kamis Betawi", Ikhtiar Membumikan Busana Adat untuk Generasi Muda

ADVERTISEMENT

Recomended

Defender Vertex 2026: Wajah Baru yang Makin Tangguh dan Mewah
Automotive

Defender Vertex 2026: Wajah Baru yang Makin Tangguh dan Mewah

23/08/2026
The Late Shift di Paviliun Raden Saleh, Menikmati Malam Jakarta dari Sudut Berbeda
Hotels

The Late Shift di Paviliun Raden Saleh, Menikmati Malam Jakarta dari Sudut Berbeda

21/08/2026
Setelah Surabaya dan Medan, ICX 2026 Tutup Rangkaian di Jakarta
Events

Setelah Surabaya dan Medan, ICX 2026 Tutup Rangkaian di Jakarta

21/08/2026
Menembus Batas Studio, Pameran Art for Peace di TIM Usung Semangat Kolaborasi Global
Events

Menembus Batas Studio, Pameran Art for Peace di TIM Usung Semangat Kolaborasi Global

20/08/2026
IEE Series 2026 di Jakarta, Satukan 10 Pameran Industri
Events

IEE Series 2026 di Jakarta, Satukan 10 Pameran Industri

20/08/2026
Operasi Pesta Copet, Menggugat Realita Lewat Tawa dan Keresahan
Music

Operasi Pesta Copet, Menggugat Realita Lewat Tawa dan Keresahan

19/08/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.