JAKARTA – Musik sering kali menjadi katarsis paling jujur bagi penciptanya. Bagi Ade Hubart, merilis karya bukan lagi soal kompetisi di tangga lagu, melainkan sebuah upaya untuk membasuh luka batin dan membagikan energi positif kepada sesama. Setelah sukses dengan karya sebelumnya, Ade kini memperkenalkan ‘Come On’, sebuah single yang kembali mempertemukan visinya dengan kejeniusan maestro rock tanah air, Ian Antono.
Lagu ini lahir dari ruang-ruang gelap dalam pikiran yang mungkin pernah disinggahi oleh siapa saja. Ade membedah kompleksitas emosi saat tekanan hidup datang bertubi-tubi, menciptakan labirin kebingungan yang melelahkan. Namun, alih-alih terjebak dalam melankoli yang gelap, ‘Come On’ justru menawarkan tangan untuk bangkit. Ada narasi tentang optimisme yang diselipkan di antara dentuman musik rock yang emosional, sebuah pesan bahwa badai di dalam kepala pun pasti akan reda.
“Di lagu ini saya mencoba mengungkapkan perasaan yang pernah saya alami, tentang beban pikiran yang membuat saya merasa tertekan, bingung, dan lelah dengan keadaan. Tapi saya juga ingin menyampaikan bahwa kita harus berusaha untuk tidak terpuruk, dan mencoba mencari ketenangan, salah satunya lewat hal-hal yang kita cintai seperti musik,” tutur Ade Hubart.
Kehadiran Ian Antono sebagai produser memberikan nyawa yang sangat spesifik pada lagu ini. Sebagai sosok yang telah mengawal karier legenda seperti Nicky Astria hingga Iwan Fals, Ian tahu betul bagaimana cara menerjemahkan keresahan Ade ke dalam aransemen yang berkelas. Musiknya megah namun tetap intim, memberikan ruang bagi lirik Ade untuk bernapas dan sampai ke telinga pendengar dengan bobot emosi yang pas. Kualitas produksinya menjaga standar tinggi musik rock Indonesia yang seolah tidak lekang oleh zaman.

Menariknya, Ade Hubart membawa semangat yang sangat personal dalam proyek ini. Di tengah tren musik instan, ia tetap memilih jalur yang organik. Baginya, “Come On” adalah lembaran buku harian yang dibacakan dengan lantang. Ia tidak sedang mengejar algoritma, melainkan kejujuran dalam berkarya.
“Saya tidak mengejar viral atau komersial. Ini adalah bagian dari perjalanan hidup saya. Kalau ternyata lagu ini bisa diterima dan memberi makna bagi orang lain, itu menjadi kebahagiaan tersendiri,” tambahnya lagi, menegaskan posisinya sebagai musisi yang menghargai proses ketimbang sekadar hasil akhir.
Sejak dirilis pada 16 April 2026, ‘Come On’ sudah bisa dinikmati di berbagai layanan streaming digital. Bagi mereka yang merindukan perpaduan lirik yang reflektif dengan sentuhan rock ala Ian Antono, karya ini menjadi oase yang menyejukkan sekaligus membangkitkan semangat. Visualisasi dari kegelisahan dan harapan ini pun telah dituangkan dalam video musik yang dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi Ade Hubart Official./ JOURNEY OF INDONESIA | Nuhaa

















