JAKARTA – Lanskap musik rock Tanah Air kembali dikejutkan dengan veteran yang terlahir kembali. Mantan frontman grup band legendaris Edane, Heri Batara, resmi meluncurkan video musik dari single terbarunya yang berjudul ‘We Are Not Fall In’. Karya visual ini dirilis menyusul peluncuran lagunya yang lebih dulu mengudara di berbagai Digital Streaming Platform (DSP) pada 11 Mei 2026 lalu.
Membawa kepingan memori garang era album Jabrik dan Borneo, musisi yang akrab disapa Ucok ini menolak sekadar bernostalgia. Lewat peluncuran visual terbaru ini, ia secara terbuka mengibarkan bendera tantangan untuk masuk kembali ke dalam arena persaingan rock kiwari.
“Peta musik rock tanah air masih sangat seru, banyak musisi muda yang muncul membuat peta musik rock nasional jadi lebih semarak dan saya berusaha bisa ikut bermain di liga utama musik rock bersama mereka”, kata Heri Batara semangat.
Ambisi besar tersebut diterjemahkan secara presisi ke dalam tema lagu. Ditulis bersama Mev, lagu ini menyoroti fenomena sosial yang tengah pekat di masyarakat, kelelahan kolektif terhadap janji-janji kosong. Lagu ini menyindir banyaknya omon-omon di berbagai sektor yang kerap menjebak, sekaligus menjadi semacam anthem penolakan agar seseorang tidak kembali terperosok ke dalam lubang kesalahan yang sama.

Guna menangkap nuansa lirik yang skeptis dan muram, penggarapan videonya pun sengaja dibalut dalam atmosfer visual yang minim cahaya serta sarat akan distorsi. “Kita coba menampilkan visual video yang agak gelap dengan banyak distorsi untuk mewakili tema lirik lagu ‘We Are Not Fall In’ yang suram. Untuk konsep performnya memang sengaja di bikin band dalam formasi live, sekalian menunjukan bahwa brand Heri Batara ini adalah sebuah format band”, terang Heri Batara.
Dalam video tersebut, tatanan Heri Batara sebagai sebuah entitas band diperkuat oleh barisan session player yang solid. Ia didampingi oleh William Agathan pada departemen gitar, Kemal Fasya di balik drum, serta Indra yang mengawal dentuman bas.
Sementara untuk meramu kejernihan visualnya, Heri menyerahkan penuh kursi pengarah kreatif kepada sineas bernama PJ. “Saya pernah lihat video-video bikinan PJ ini sangat berasa musikal banget, oleh karena itu saya putuskan untuk melibatkan dia, apalagi PJ ini enak diajak bekerjasama dan bisa terima masukan-masukan”, jelas Heri Batara lagi.
Di balik hasil akhirnya yang intens, proses pengambilan gambar di dalam studio diklaim berjalan sangat singkat. Tantangan justru baru meledak ketika materi mentah tersebut masuk ke atas meja pascaproduksi. “Proses syutingnya cepat, yang agak memakan waktu justru di proses sesudahnya, yaitu saat memasuki proses editing. Ngeditnya agak pe er dan harus dilakukan berulang-ulang”, tutur Heri Batara.
Kolaborasi di belakang layar tidak berhenti pada aspek visual. Pada departemen audio, Heri memberikan porsi kebebasan yang terukur kepada rekan duet penulisannya untuk merajut aransemen. “Pada single ‘We Are Not Fall In’ ini, untuk bagian aransemen di pegang Mev karena kebetulan dia yang punya kapasitas itu, jadi saya percayakan ke dia. Saya memantau dan memberikan masukan arah musik nya kemana atau enak nya gimana”, tambah Heri Batara.

Geliat kembalinya sang rocker cadas ini mendapat pengawalan strategis dari label Rock On Music bersama Cadaazz Pustaka Musik. Fransiscus Eko, perwakilan Cadaazz Pustaka Musik sekaligus kawan lama Heri, menegaskan bahwa pelepasan video musik ini hanyalah aspal pertama dari peta jalan panjang yang sudah mereka rancang.
“Rencana terdekatnya sekarang adalah mensosialisasikan dan memperkenalkan single ‘We Are Not Fall In’ kemana-mana baik itu secara tampil di banyak gigs, media sosial, radio streaming yang welcome terhadap genre musik rock dan tentunya teman-teman media online yang telah banyak membantu. Dalam setahun ke depan kita usahakan Heri batara bisa merilis 5 sampai 6 single yang lalu dilanjut dengan meluncurkan EP”, terang Eko.
Pernyataan tersebut langsung disahkan lewat satu janji singkat dari sang pemilik panggung. “Yang jelas saya akan terus menulis dan menyiapkan lagu-lagu berikutnya”, tutup Heri Batara. Terhitung mulai hari ini, Sabtu, 13 Juni 2026, video musik Heri Batara – We Are Not Fall In” sudah dapat disaksikan secara legal melalui kanal YouTube Cadaazz Pustaka Musik./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk

















